Jangan Tunda! Deteksi Dini Autis Bisa Ubah Hidup Anak!
Sabtu, 15 Februari 2025 - 17:54 WIB
loading...
Prof. Dr. dr. Hardiono D. Pusponegoro, Sp.A(K), Mutiara Andini, M.Psi dan Savitri W. Salmun, A.Md.OT., terapis Okupasi dalam Talkshow cara mendiagnosis anak ASD secara daring.
A
A
A
JAKARTA - Jumlah kasus autism spectrum disorder (ASD) di Indonesia terus menunjukkan peningkatan signifikan. Bahkan diperkirakan terdapat tambahan sekitar 500 kasus baru setiap tahunnya. Data Kementerian Kesehatan tahun 2020-2021 mencatat sebanyak 5.530 anak mengalami berbagai gangguan perkembangan, termasuk ASD.
Prof. Dr. dr. Hardiono D. Pusponegoro, Sp.A(K) menekankan pentingnya deteksi dini dan intervensi yang tepat untuk anak-anak dengan ASD. Ia juga mengajak masyarakat untuk lebih memahami dan menerima perbedaan individu dengan ASD, serta memberikan dukungan yang mereka butuhkan.
Ia menegaskan deteksi dini, terutama diagnosis ASD, merupakan langkah krusial dalam penanganan medis melalui intervensi sedini mungkin. Intervensi dini ini memberikan kesempatan bagi individu dengan ASD untuk mengembangkan kemampuan mereka secara optimal, yang pada akhirnya akan meningkatkan kualitas hidup mereka secara signifikan.
Sebaliknya, keterlambatan dalam diagnosis dan intervensi dapat menimbulkan kesulitan yang lebih besar bagi individu dengan ASD. Mereka akan menghadapi tantangan dalam mengembangkan kemampuan komunikasi, baik verbal maupun nonverbal, serta kesulitan dalam berinteraksi sosial dengan orang lain.
"Kalau terlambat bisa lebih berat keterlambatannya, "ungkap Prof Hariono dalam peluncuran Teknik diagnosis online sekaligus peluncuran Anakku CMC Fatmawati, Sabtu (15/2/2025) di Jakarta.
Namun sayangnya saat ini diagnosis sangat menjadi kendala bagi anak yang sulit mencapai pusat-pusat penatalaksanaan ASD.
Menyadari pentingnya diagnosis dan intervensi dini, Anakku CMC mengambil inisiatif mengembangkan teknik diagnosis online, sebuah inovasi yang dirancang untuk membantu orang tua dalam penegakkan diagnosis ASD sehingga memungkinkan penanganan yang lebih cepat dan tepat. Teknik diagnosis online menggunakan instrumen diagnosis yang disebut sebagai Anakku Speech Delay Questionnaire (ASDQ).
ASDQ dikembangkan olehDr. Ivan Widjaja, Sp.A(K), Prof. Dr. dr. Hardiono D. Pusponegoro, Sp.A(K), Anita Chandra, MPsi, Psikolog Anak. Menurut penelitian yang telah dilakukan, tingkat akurasi ASDQ mencapai 80% lebih. Instrumen diagnosis ini berbentuk kuesioner yang sangat mudah diisi, dirancang khusus untuk membantu tenaga medis dalam menegakkan diagnosis ASD serta berbagai gangguan bahasa lainnya. Sampai saat ini instrumen ASDQ telah digunakan oleh lebih dari 5.000 anak.
Prof. Dr. dr. Hardiono D. Pusponegoro, Sp.A(K) menekankan pentingnya deteksi dini dan intervensi yang tepat untuk anak-anak dengan ASD. Ia juga mengajak masyarakat untuk lebih memahami dan menerima perbedaan individu dengan ASD, serta memberikan dukungan yang mereka butuhkan.
Ia menegaskan deteksi dini, terutama diagnosis ASD, merupakan langkah krusial dalam penanganan medis melalui intervensi sedini mungkin. Intervensi dini ini memberikan kesempatan bagi individu dengan ASD untuk mengembangkan kemampuan mereka secara optimal, yang pada akhirnya akan meningkatkan kualitas hidup mereka secara signifikan.
Sebaliknya, keterlambatan dalam diagnosis dan intervensi dapat menimbulkan kesulitan yang lebih besar bagi individu dengan ASD. Mereka akan menghadapi tantangan dalam mengembangkan kemampuan komunikasi, baik verbal maupun nonverbal, serta kesulitan dalam berinteraksi sosial dengan orang lain.
"Kalau terlambat bisa lebih berat keterlambatannya, "ungkap Prof Hariono dalam peluncuran Teknik diagnosis online sekaligus peluncuran Anakku CMC Fatmawati, Sabtu (15/2/2025) di Jakarta.
Namun sayangnya saat ini diagnosis sangat menjadi kendala bagi anak yang sulit mencapai pusat-pusat penatalaksanaan ASD.
Menyadari pentingnya diagnosis dan intervensi dini, Anakku CMC mengambil inisiatif mengembangkan teknik diagnosis online, sebuah inovasi yang dirancang untuk membantu orang tua dalam penegakkan diagnosis ASD sehingga memungkinkan penanganan yang lebih cepat dan tepat. Teknik diagnosis online menggunakan instrumen diagnosis yang disebut sebagai Anakku Speech Delay Questionnaire (ASDQ).
ASDQ dikembangkan olehDr. Ivan Widjaja, Sp.A(K), Prof. Dr. dr. Hardiono D. Pusponegoro, Sp.A(K), Anita Chandra, MPsi, Psikolog Anak. Menurut penelitian yang telah dilakukan, tingkat akurasi ASDQ mencapai 80% lebih. Instrumen diagnosis ini berbentuk kuesioner yang sangat mudah diisi, dirancang khusus untuk membantu tenaga medis dalam menegakkan diagnosis ASD serta berbagai gangguan bahasa lainnya. Sampai saat ini instrumen ASDQ telah digunakan oleh lebih dari 5.000 anak.
Lihat Juga :