Menkes Ungkap Alasan WHO Tingkatkan Status Cacar Monyet Menjadi Darurat Global
Selasa, 27 Agustus 2024 - 17:50 WIB
loading...
A
A
A
Varian 1B, dijelaskan Budi memiliki tingkat kematian mendekati 10 persen. Angka ini jauh lebih tinggi dari varian lama yang hanya sekitar 0,1 persen.
"Jadi rupanya ada kekhawatirannya lebih karena adanya varian baru yang fatalitasnya mendekati 10 persen dibandingkan dengan yang varian lama yang 0,1 persen," jelasnya.
Di Asia, sebagian besar kasus masih didominasi oleh varian cacar monyet 2B. Budi juga mengingatkan bahwa pada akhir 2022, penyakit ini sudah dinyatakan sebagai Public Health Emergency of International Concern oleh WHO karena lonjakan kasus yang signifikan.
Baca Juga: Hubungan Seksual Sesama Jenis Picu Penularan Cacar Monyet
Meskipun jumlah kasus sempat stagnan dan menurun, angka kasus global saat ini telah mencapai 103 ribu. Sehingga WHO meningkatkan kembali statusnya menjadi pandemi.
"Jadi rupanya ada kekhawatirannya lebih karena adanya varian baru yang fatalitasnya mendekati 10 persen dibandingkan dengan yang varian lama yang 0,1 persen," jelasnya.
Di Asia, sebagian besar kasus masih didominasi oleh varian cacar monyet 2B. Budi juga mengingatkan bahwa pada akhir 2022, penyakit ini sudah dinyatakan sebagai Public Health Emergency of International Concern oleh WHO karena lonjakan kasus yang signifikan.
Baca Juga: Hubungan Seksual Sesama Jenis Picu Penularan Cacar Monyet
Meskipun jumlah kasus sempat stagnan dan menurun, angka kasus global saat ini telah mencapai 103 ribu. Sehingga WHO meningkatkan kembali statusnya menjadi pandemi.
Lihat Juga :