3 Alasan Covid-19 Dapat Menyerang Pria Lebih Parah ketimbang Wanita
Rabu, 26 Agustus 2020 - 15:35 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sekitar 63% kematian terkait Covid-19 di Eropa terjadi di antara pria. Data dari India juga menunjukkan bahwa ada disparitas rasio kematian hampir 65%, di mana 35% akibat Covid-19. Secara medis, ada berbagai teori yang telah dibahas menjadi penyebab bias gender ini. Tetapi keunggulan yang tampak dari wanita dibandingkan pria dalam tidak menyerah pada infeksi SARS-CoV-2 tidak sepenuhnya dipahami.
(Baca juga: Studi: Vegetarian Memiliki Kehidupan Seks yang Lebih Baik )
Namun, untuk membantu menjelaskan mengapa virus corona baru dapat membunuh lebih banyak pria daripada wanita, Dr Rahul Pandit, Direktur Perawatan Kritis, Rumah Sakit Fortis, Mulund, Mumbai menjelaskan apa yang diketahui para ahli sejauh ini tentang Covid-19 dan gender dengan tiga teori teratas adalah reseptor angiotensin converting enzyme-2 (ACE-2), estrogen dan testosteron yang mempengaruhi sistem kekebalan, dan predisposisi genetik. Dan berikut ulasan selengkapnya.
1. Keterikatan pada Reseptor ACE-2
Dipahami bahwa protein lonjakan pada virus corona seperti SARS-CoV-2, SARS (sindrom pernapasan akut parah), MERS (sindrom pernapasan Timur Tengah) memiliki afinitas untuk ACE- 2 reseptor. Ini hampir seperti reseptor ACE-2 yakni pintu gerbang untuk virus ini. Konsentrasi reseptor ACE-2 lebih banyak ditemukan pada pria dibandingkan dengan wanita. Mereka ditemukan dalam konsentrasi tinggi di paru-paru, jantung, usus dan gonad.
2. Memahami hubungan estrogen dan testosteron
(Baca juga: Studi: Vegetarian Memiliki Kehidupan Seks yang Lebih Baik )
Namun, untuk membantu menjelaskan mengapa virus corona baru dapat membunuh lebih banyak pria daripada wanita, Dr Rahul Pandit, Direktur Perawatan Kritis, Rumah Sakit Fortis, Mulund, Mumbai menjelaskan apa yang diketahui para ahli sejauh ini tentang Covid-19 dan gender dengan tiga teori teratas adalah reseptor angiotensin converting enzyme-2 (ACE-2), estrogen dan testosteron yang mempengaruhi sistem kekebalan, dan predisposisi genetik. Dan berikut ulasan selengkapnya.
1. Keterikatan pada Reseptor ACE-2
Dipahami bahwa protein lonjakan pada virus corona seperti SARS-CoV-2, SARS (sindrom pernapasan akut parah), MERS (sindrom pernapasan Timur Tengah) memiliki afinitas untuk ACE- 2 reseptor. Ini hampir seperti reseptor ACE-2 yakni pintu gerbang untuk virus ini. Konsentrasi reseptor ACE-2 lebih banyak ditemukan pada pria dibandingkan dengan wanita. Mereka ditemukan dalam konsentrasi tinggi di paru-paru, jantung, usus dan gonad.
2. Memahami hubungan estrogen dan testosteron
Lihat Juga :