alexametrics

Digelar 28 November, AMI 2019 Usung Tema Musik Bahasa Dunia

loading...
Digelar 28 November, AMI 2019 Usung Tema Musik Bahasa Dunia
Konferensi Pers Anugerah Musik Indonesia 2019 di Gedung Sarinah, Jakarta, Selasa (8/10/2019). / Foto: KoranSINDO/Ramadhan Adiputra
A+ A-
JAKARTA - Ajang tahunan penghargaan musik tertinggi untuk industri musik Indonesia, Anugerah Musik Indonesia (AMI) akan kembali digelar tahun ini. Dalam penyelenggaraan di tahun ke-22 ini, Yayasan Anugerah Musik Indonesia mengangkat tema Musik Bahasa Dunia.

Menurut Ketua Umum Yayasan Anugerah Musik Indonesia, Dwiki Dharmawan, tema tersebut diusung, setelah mengamati karya-karya musisi Indonesia semakin meningkat secara kualitas, bisa bersaing dengan karya musisi luar negeri, dan bahkan dinikmati oleh penggemar musik di mancanegara.

"Generasi X dan Y yang mempunyai aspirasi besar di bidang musik, semakin mempunyai kesempatan lebih mudah untuk mengeksplorasi musik, bahkan berkolaborasi dengan musisi dan produser mancanegara," sambung Dwiki saat konferensi pers AMI Awards 2019 di Gedung Sarinah, Jakarta, Selasa (8/10).



Banyaknya karya musik dalam negeri yang menggunakan bahasa Inggris memberi peluang untuk dinikmati secara internasional. Tak jarang dalam layanan musik digital streaming, karya musik Tanah Air bisa berada dalam satu playlist dengan karya musisi mancanegara.

"Keberanian mengusung bahasa daerah dalam karya musik anak bangsa juga patut diapresiasi. Ini membuktikan bahwa musik sebagai bahasa dunia, bisa dinikmati tanpa batas secara universal," ujar Dwiki.

Seiring dengan perkembangan musik yang begitu pesat di era digital ini, YAMI pun turut mengimbanginya dengan berperan lebih aktif demi memberikan kontribusi terhadap kemajuan musik Indonesia. "Ini terwujud dalam upaya peningkatan berbagai aspek baik secara kualitas maupun kuantitas," kata Dwiki.

Pada saat yang sama, Ketua Juri Sidang Kategorisasi AMI 2019, Syaharani mengungkapkan bahwa sejak 2017, AMI telah memperkenalkan pendaftaran secara daring. "AMI Awards itu sudah menerapkan online system, jadi teman-teman sudah lebih mudah. Selain submission juga bisa lewat email," ungkapnya.

Pendaftaran online terus mengalami peningkatan yang pesat. Tahun ini pun sudah berhasil dihimpun 1.973 karya yang dikurasi secara kompeten oleh para entrees. Pendaftaran karya untuk penyelenggaraan tahun ini dilakukan selama periode Juli 2018 hingga Juni 2019. Data yang masuk selanjutnya menjadi materi dalam sidang kategorisasi. Di sini, semua lagu diletakkan pada genrenya masing-masing dan sekaligus menentukan kategorisasi.

Sementara itu, VP Production RCTI, Untung Pranoto mengungkapkan bahwa pihaknya sangat senang bisa kembali mendukung YAMI sebagai yayasan musik Indonesia untuk mengadakan acara AMI secara reguler setiap tahun. "Dan itu selalu ada sesuatu yang berbeda, dan hanya di acara AMI ini kami bisa mengemas sekreatif apapun," ucapnya.

"Dari tema Musik Bahasa Dunia-nya kita berharap bisa menjual atau bisa menyiarkan kepada masyarakat bahwa musik Indonesia sudah semaju ini. Kami akan menggunakan studio terbesar MNC Studios dan itu terbesar di Asia Tenggara untuk acara ini. Acara AMI akan ditayangkan 28 November," papar Untung.

Dwiki pun menyahut jika malam puncak AMI 2019 akan berlangsung pada 28 November 2019 dengan menempati Studio RCTI+ yang terbaru dan terbesar di Asia Tenggara. "Disiarkan langsung atau live di layar televisi maupun streaming. Jadi dukung terus AMI Awards, dukung terus kemajuan industri musik Indonesia," tutup Dwiki.
(nug)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak