Pemerintah Jepang Beri Rp64 Juta untuk Wanita Kota yang Mau Menikah dengan Pria Desa
Jum'at, 13 September 2024 - 09:00 WIB
loading...
Pemerintah Jepang akan memberikan uang untuk wanita kota yang mau menikah dengan pria desa. Tak tanggung-tanggung insentif yang diberikan sebesar Rp64 juta. Foto/South China Morning Post
A
A
A
TOKYO - Pemerintah Jepang akan memberikan uang untuk wanita kota yang mau menikah dengan pria desa menyusul menurunnya populasi di negara tersebut. Tak tanggung-tanggung insentif yang diberikan sebesar 600 ribu yen atau setara dengan Rp64 juta.
Dilansir dari South China Morning Post, Jumat (13/9/2024), rencana pemerintah Jepang ini ditangguhkan setelah adanya penentangan kuat di tengah masyarakat.
Data resmi menunjukkan bahwa tahun lalu Jepang mengalami jumlah pernikahan terendah dalam 90 tahun, dengan kurang dari 500.000 pasangan yang menikah. Pada bulan Juni, Kementerian Kesehatan Jepang menggambarkan angka kelahiran negara itu sebagai kritis karena mencapai rekor terendah selama 8 tahun berturut-turut.
Sarjana Jepang Kenichi Ohmae menggambarkan negara tersebut sebagai masyarakat dengan keinginan rendah. Ia mencatat bahwa kaum muda Jepang semakin enggan mengambil risiko atau berutang, yang mengakibatkan berkurangnya keinginan untuk menikah, memiliki anak, dan bahkan terlibat dalam hubungan seksual.
Baca Juga: Heboh Geng WNI di Jepang Bikin Resah Warga Setempat, Diduga Pekerja Migran
Dilansir dari South China Morning Post, Jumat (13/9/2024), rencana pemerintah Jepang ini ditangguhkan setelah adanya penentangan kuat di tengah masyarakat.
Data resmi menunjukkan bahwa tahun lalu Jepang mengalami jumlah pernikahan terendah dalam 90 tahun, dengan kurang dari 500.000 pasangan yang menikah. Pada bulan Juni, Kementerian Kesehatan Jepang menggambarkan angka kelahiran negara itu sebagai kritis karena mencapai rekor terendah selama 8 tahun berturut-turut.
Sarjana Jepang Kenichi Ohmae menggambarkan negara tersebut sebagai masyarakat dengan keinginan rendah. Ia mencatat bahwa kaum muda Jepang semakin enggan mengambil risiko atau berutang, yang mengakibatkan berkurangnya keinginan untuk menikah, memiliki anak, dan bahkan terlibat dalam hubungan seksual.
Baca Juga: Heboh Geng WNI di Jepang Bikin Resah Warga Setempat, Diduga Pekerja Migran
Lihat Juga :