Pangeran Harry dan Meghan Markle Dikritik Habis-habisan Gegara Ikut Campur Pemilu AS

Senin, 23 September 2024 - 21:40 WIB
loading...
Pangeran Harry dan Meghan...
Pangeran Harry dan Meghan Markle dikritik habis-habisan karena ikut campur dalam pemilu AS. Mereka mendesak orang untuk menggunakan hak pilih di pemilu. Foto/People
A A A
INGGRIS - Pangeran Harry dan Meghan Markle dikritik habis-habisan karena ikut campur dalam pemilu AS . Mereka dinilai sudah melewati batas ketika mendesak orang untuk menggunakan hak pilih lewat sebuah pernyataan baru-baru ini.

Pangeran Harry dan Meghan Markle mengeluarkan pernyataan langka tentang pemilu AS mendatang, yang meminta orang-orang untuk menggunakan hak pilih mereka. Pasangan itu menerbitkan pernyataan tersebut melalui Yayasan Archewell, tetapi tidak secara terbuka mendukung Donald Trump atau Kamala Harris.

"Memilih bukan sekadar hak; itu adalah cara mendasar untuk memengaruhi nasib masyarakat kita. Di The Archewell Foundation, kami menyadari bahwa keterlibatan masyarakat, apa pun partai politiknya, merupakan inti dari dunia yang lebih adil dan setara," bunyi pernyataan tersebut.

"Dengan berpartisipasi dalam inisiatif seperti ini, kami ingin memperkuat pesan bahwa setiap suara itu penting. Bersama-sama, mari kita pastikan setiap pemilih yang memenuhi syarat mendapatkan informasi dan diberdayakan untuk berpartisipasi dalam membentuk masa depan Amerika," sambungnya.

Baca Juga: Pangeran Harry-Meghan Markle Terancam Diusir Tetangga, Sikapnya Bikin Warga Kesal

Pangeran Harry dan Meghan Markle Dikritik Habis-habisan Gegara Ikut Campur Pemilu AS

Foto/People

Pasangan Sussex itu mendapat kecaman atas pernyataannya, dengan beberapa netizen meminta mereka untuk netral. Beberapa pengguna media sosial mengkritik pernyataan itu, dengan meminta Harry dan Meghan untuk tidak ikut campur dalam politik AS.

"Harry dan Meghan tidak pantas terlibat dengan politik Amerika," kata netizen dilansir dari Express, Senin (23/9/2024).

"Pergilah Harry dan Meghan. Dan jangan ikut campur dalam politik," tulis netizen.

Keluarga Sussex juga dikritik oleh Partai Republik dengan Greg Swenso, seorang pemodal yang berdomisili di London dan Ketua Republicans Overseas UK.

Baca Juga: Meghan Markle Dinilai Sulit Menyesuaikan Diri, Pangeran Harry Dapat Peringatan Keras dari Paman

"Mereka tidak dapat menahan diri. Dengan mendorong orang untuk memilih, pada dasarnya mereka sedang mengumpulkan suara untuk Kamala," ujar Swenso.

Meski mendapat kritik, pasangan itu dilaporkan bersikap netral di depan publik terkait pemilu AS pada November 2024. Baik Harry maupun Meghan tidak akan mendukung kandidat mana pun.

Pada 2020, Meghan memuji Kamala Harris dengan mengatakan betapa gembiranya ia melihat seorang perempuan kulit hitam menjadi Wakil Presiden.

Sebagai anggota Keluarga Kerajaan yang bekerja, pasangan tersebut diharuskan untuk tetap netral secara politik. Tetapi sejak mereka mengundurkan diri pada 2020, mereka tidak lagi terikat oleh aturan itu.

Baca Juga: Meghan Markle Beri Kado Spesial untuk Pangeran Harry
(dra)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Archie dan Lilibet ke...
Archie dan Lilibet ke Inggris, Akankah Bertemu Anak-anak Pangeran William?
Raja Charles III Dikabarkan...
Raja Charles III Dikabarkan Akan Bertemu Archie dan Lilibet, Isyarat Damai Keluarga Kerajaan?
Bawa Archie dan Lilibet...
Bawa Archie dan Lilibet ke Inggris, Pangeran Harry Berharap Bisa Bertemu Raja Charles
Momen Lucu Pangeran...
Momen Lucu Pangeran George Tahan Bersin di Trooping the Colour 2026, Ini Reaksi Kate Middleton!
Kate Middleton Bertemu...
Kate Middleton Bertemu Mantan Kekasihnya Rupert Finch, Begini Kisah Cinta Mereka
Peter Phillips Resmi...
Peter Phillips Resmi Menikah, Absennya Pangeran Harry Jadi Sorotan
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Siapa Andy Burnham?...
Siapa Andy Burnham? Kandidat Kuat PM Inggris yang Suka Bermain Bola
Keir Starmer, PM yang...
Keir Starmer, PM yang Baik, tapi Kenapa Dibenci?
Rekomendasi
Ketua Komisi I DPRK...
Ketua Komisi I DPRK Mimika: Perlindungan Warga Sipil Papua Butuh Kolaborasi
FIFA vs Iran-Mesir,...
FIFA vs Iran-Mesir, Ribut Soal Simbol Pelangi
Mandiri Tunas Finance...
Mandiri Tunas Finance dan APPI Beri Pelatihan Strategi Keuangan bagi UMKM
Berita Terkini
Nyaris Kaya Mendadak,...
Nyaris Kaya Mendadak, Driver Ojol Tak Menyangka Temuan Ini Disebut Jeratan Gaib
Miyako Gelar Lomba Desain,...
Miyako Gelar Lomba Desain, Ajak Mahasiswa Berkreasi dan Dukung Pendidikan di NTT
Tantri Kotak Beberkan...
Tantri Kotak Beberkan Awal Mula Jadi Korban Penipuan, Bermula dari Teman Sekolah Anak
Insting Buruknya Jadi...
Insting Buruknya Jadi Nyata! Pengemudi Ojol Ngaku Jadi Target Ilmu Hitam hingga Alami Kecelakaan
Sinopsis Sinetron Tobat...
Sinopsis Sinetron 'Tobat Jatuh Cinta' Eps 4: Tingkah Lucu Warga Kampung Sindang Barang Tetap Mewarnai Suasana
Sarwendah Undang Ruben...
Sarwendah Undang Ruben Onsu Bertemu 11 Juli, Konflik Keluarga Diharapkan Berakhir Damai
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved