Studi: Orang Kaya Rentan Idap Kanker, Kalangan Miskin Berisiko Diabetes
Rabu, 25 September 2024 - 23:20 WIB
loading...
Studi terbaru menemukan bahwa orang kaya rentan mengidap kanker daripada kalangan miskin. Penelitian ini dilakukan di Universitas Helsinki di Finlandia. Foto/New York Post
A
A
A
JAKARTA - Studi terbaru menemukan bahwa orang kaya rentan mengidap kanker daripada kalangan miskin . Penelitian yang dilakukan di Universitas Helsinki di Finlandia ini meneliti hubungan antara status sosial ekonomi (SES), dan berbagai penyakit.
Dilansir dari New York Post, Rabu (25/9/2024), penelitian menunjukkan bahwa mereka yang kaya memiliki risiko genetik lebih tinggi terhadap kanker payudara, prostat, dan jenis kanker lainnya.
Sebaliknya, mereka yang kurang mampu atau hidup miskin secara genetik lebih rentan terhadap diabetes dan radang sendi. Kondisi ini juga disertai dengan depresi, alkoholisme, dan kanker paru-paru.
Pemimpin studi Dr Fiona Hagenbeek dari Institut Kedokteran Molekuler Finlandia (FIMM) mengatakan hasil awal dapat menyebabkan skor risiko poligenik ditambahkan ke protokol skrining untuk beberapa penyakit.
Baca Juga: 6 Cara Mudah Deteksi Dini Kanker Payudara
"Memahami bahwa dampak skor poligenik pada risiko penyakit bergantung pada konteks dapat mengarah pada protokol skrining yang lebih bertingkat," kata Dr. Hagenbeek kepada South West News Service.
“Misalnya, di masa depan, protokol skrining untuk kanker payudara dapat disesuaikan sehingga perempuan dengan risiko genetik tinggi dan berpendidikan tinggi menerima skrining lebih awal atau lebih sering daripada perempuan dengan risiko genetik lebih rendah atau berpendidikan lebih rendah,” sambungnya.
Dilansir dari New York Post, Rabu (25/9/2024), penelitian menunjukkan bahwa mereka yang kaya memiliki risiko genetik lebih tinggi terhadap kanker payudara, prostat, dan jenis kanker lainnya.
Sebaliknya, mereka yang kurang mampu atau hidup miskin secara genetik lebih rentan terhadap diabetes dan radang sendi. Kondisi ini juga disertai dengan depresi, alkoholisme, dan kanker paru-paru.
Pemimpin studi Dr Fiona Hagenbeek dari Institut Kedokteran Molekuler Finlandia (FIMM) mengatakan hasil awal dapat menyebabkan skor risiko poligenik ditambahkan ke protokol skrining untuk beberapa penyakit.
Baca Juga: 6 Cara Mudah Deteksi Dini Kanker Payudara
"Memahami bahwa dampak skor poligenik pada risiko penyakit bergantung pada konteks dapat mengarah pada protokol skrining yang lebih bertingkat," kata Dr. Hagenbeek kepada South West News Service.
“Misalnya, di masa depan, protokol skrining untuk kanker payudara dapat disesuaikan sehingga perempuan dengan risiko genetik tinggi dan berpendidikan tinggi menerima skrining lebih awal atau lebih sering daripada perempuan dengan risiko genetik lebih rendah atau berpendidikan lebih rendah,” sambungnya.
Lihat Juga :