RS EMC Pekayon Hadirkan Sport Clinic bagi Masyarakat Pecinta Olahraga
Jum'at, 27 September 2024 - 21:12 WIB
loading...
RS EMC Pekayon meresmikan Sport Clinic dengan fasilitas dan layanan yang semakin lengkap pada Jumat (27/9/2024). Foto/Istimewa
A
A
A
BEKASI - RS EMC Pekayon meresmikan Sport Clinic dengan fasilitas dan layanan yang semakin lengkap pada Jumat (27/9/2024). Laporan Sport Development Index (SDI) tahun 2022 menunjukkan tingkat partisipasi olahraga masyarakat Indonesia sebesar 30,93%. Angka ini masih jauh di bawah standar yang ditetapkan oleh World Health Organization (WHO), yaitu 60%.
Rendahnya minat olahraga di Indonesia disebabkan oleh beberapa faktor, seperti kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya berolahraga untuk menjaga kesehatan, fasilitas dan juga infrastruktur yang tidak memadai. Berdasarkan kondisi tersebut, RS EMC Pekayon menghadirkan Sport Clinic dengan tagline Reach and Recover Faster yang dapat melayani tindakan preventif, promotif, kuratif hingga rehabilitatif untuk berbagai kondisi, mulai cedera bahu, cedera tulang, cedera sendi panggul, Sport Injury Management, Spine Management, hingga osteoarthritis pada sendi.
“Kami berkomitmen untuk memberikan layanan kesehatan terbaik bagi masyarakat. Sport Clinic ini hadir sebagai bentuk layanan baru bagi masyarakat, khususnya pecinta olahraga. Kami memiliki tim dokter spesialis yang lengkap, berkompeten dan profesional dibidangnya,” kata dr. Deddy Nugroho, MARS, Ph.D, FISQua, Direktur RS EMC Pekayon.
Beberapa dokter spesialis yang dimiliki oleh RS EMC Pekayon antara lain dokter spesialis ortopedi konsultan cedera olahraga, dokter spesialis ortopedi dan traumatologi, serta dokter spesialis kedokteran olahraga. Selain itu, juga ada dokter spesialis gizi klinik yang membantu dalam manajemen nutrisi pasien, serta tenaga psikolog yang dapat memberikan penyembuhan dari sisi psikologis pasien.
“Sport Clinic RS EMC Pekayon akan menjadi pusat rujukan bagi mereka yang ingin mencegah dan mengatasi cedera olahraga dengan pendekatan yang tepat dan profesional. Untuk tindakan kuratif, kami melayani tindakan minimal invasif pada cedera ligamen/otot-otot (Arthroscopy), Arthroplasty (penggantian sendi), Tendon and Muscle Repair, Prosedur Operatif dan Non Operatif, tindakan Platelet Rich Plasma (Orthobiologic), Rekonstruksi Ligamen (ACL, PCL, MCL, LCL, ATFL dan lain-lain), Trauma Center Management (Fraktur, dislokasi dan lain-lain),” papar dr. Arrio Yusman, Sp. OT (K) Sport Injury, Spesialis Ortopedi Konsultan Cedera Olahraga.
Rendahnya minat olahraga di Indonesia disebabkan oleh beberapa faktor, seperti kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya berolahraga untuk menjaga kesehatan, fasilitas dan juga infrastruktur yang tidak memadai. Berdasarkan kondisi tersebut, RS EMC Pekayon menghadirkan Sport Clinic dengan tagline Reach and Recover Faster yang dapat melayani tindakan preventif, promotif, kuratif hingga rehabilitatif untuk berbagai kondisi, mulai cedera bahu, cedera tulang, cedera sendi panggul, Sport Injury Management, Spine Management, hingga osteoarthritis pada sendi.
“Kami berkomitmen untuk memberikan layanan kesehatan terbaik bagi masyarakat. Sport Clinic ini hadir sebagai bentuk layanan baru bagi masyarakat, khususnya pecinta olahraga. Kami memiliki tim dokter spesialis yang lengkap, berkompeten dan profesional dibidangnya,” kata dr. Deddy Nugroho, MARS, Ph.D, FISQua, Direktur RS EMC Pekayon.
Beberapa dokter spesialis yang dimiliki oleh RS EMC Pekayon antara lain dokter spesialis ortopedi konsultan cedera olahraga, dokter spesialis ortopedi dan traumatologi, serta dokter spesialis kedokteran olahraga. Selain itu, juga ada dokter spesialis gizi klinik yang membantu dalam manajemen nutrisi pasien, serta tenaga psikolog yang dapat memberikan penyembuhan dari sisi psikologis pasien.
“Sport Clinic RS EMC Pekayon akan menjadi pusat rujukan bagi mereka yang ingin mencegah dan mengatasi cedera olahraga dengan pendekatan yang tepat dan profesional. Untuk tindakan kuratif, kami melayani tindakan minimal invasif pada cedera ligamen/otot-otot (Arthroscopy), Arthroplasty (penggantian sendi), Tendon and Muscle Repair, Prosedur Operatif dan Non Operatif, tindakan Platelet Rich Plasma (Orthobiologic), Rekonstruksi Ligamen (ACL, PCL, MCL, LCL, ATFL dan lain-lain), Trauma Center Management (Fraktur, dislokasi dan lain-lain),” papar dr. Arrio Yusman, Sp. OT (K) Sport Injury, Spesialis Ortopedi Konsultan Cedera Olahraga.
Lihat Juga :