Waspadai Efek Antidepresan, Obat yang Dikonsumsi Edward Akbar hingga Bikin Emosi Tak Stabil
Rabu, 09 Oktober 2024 - 14:20 WIB
loading...
Edward Akbar mengkonsumsi obat antidepresan hingga membuatnya memiliki emosi yang tidak stabil. Foto/ Instagram
A
A
A
JAKARTA – Edward Akbar mengaku mengkonsumsi obat antidepresi, antidepresan hingga membuatnya memiliki emosi yang tidak stabil.
Selama bertahun-tahun, Edward Akbar mengaku rutin minum obat antidepresan untuk meredakan depresi pascameninggalnya sang ibu, Teresa Bleszynski.
Baca Juga: 10 Tips Diet ala Idol K-Pop, Rahasia Turunkan Berat Badan dengan Cepat
Lantas, apakah dampak jangka panjang konsumsi obat antidepresan? Dilansir Cleveland Clinic, Rabu (9/10/2024), antidepresan adalah obat paling efektif untuk mengobati gejala depresi.
Obat ini dapat merangsang transmisi saraf yang melibatkan serotonin, norepinefrin dan dopamin sehingga suasana hati menjadi lebih baik.
Namun sama seperti obat-obatan lain, tidak semua orang cocok mengonsumsi obat antidepresan. Sebuah penelitian juga menunjukkan bahwa manfaat antidepresan umumnya bergantung pada tingkat keparahan depresi, semakin parah depresinya, semakin besar manfaat atau efektivitasnya. Antidepresan biasanya efektif pada depresi sedang, berat, dan kronis.
Sementara, British Journal of Psychiatry Open menjelaskan, sebanyak 80 persen selective serotonin reuptake inhibitors (SSRI) adalah jenis obat antidepresan yang banyak diresepkan dokter.
Selama bertahun-tahun, Edward Akbar mengaku rutin minum obat antidepresan untuk meredakan depresi pascameninggalnya sang ibu, Teresa Bleszynski.
Baca Juga: 10 Tips Diet ala Idol K-Pop, Rahasia Turunkan Berat Badan dengan Cepat
Lantas, apakah dampak jangka panjang konsumsi obat antidepresan? Dilansir Cleveland Clinic, Rabu (9/10/2024), antidepresan adalah obat paling efektif untuk mengobati gejala depresi.
Obat ini dapat merangsang transmisi saraf yang melibatkan serotonin, norepinefrin dan dopamin sehingga suasana hati menjadi lebih baik.
Namun sama seperti obat-obatan lain, tidak semua orang cocok mengonsumsi obat antidepresan. Sebuah penelitian juga menunjukkan bahwa manfaat antidepresan umumnya bergantung pada tingkat keparahan depresi, semakin parah depresinya, semakin besar manfaat atau efektivitasnya. Antidepresan biasanya efektif pada depresi sedang, berat, dan kronis.
Sementara, British Journal of Psychiatry Open menjelaskan, sebanyak 80 persen selective serotonin reuptake inhibitors (SSRI) adalah jenis obat antidepresan yang banyak diresepkan dokter.
Lihat Juga :