Strategi Cegah Anak Konsumsi Gula Reguler secara Berlebihan
Kamis, 10 Oktober 2024 - 13:12 WIB
loading...
A
A
A
Penyebab Penyakit Diabetes Melitus
Dr. Ria Yoanita mengatakan, jika kita konsumsi gula atau karbohidrat yang berlebih dan tidak sesuai dengan batasannya, maka nantinya akan menumpuk di dalam darah. Ketika sudah menumpuk, hormon insulin yang tugasnya mengontrol gula dalam tubuh akan bekerja lebih berat, pankreas yang bertugas mengeluarkan hormon insulin juga akan kewalahan. Jika hal tersebut terus-terusan terjadi akan menyebabkan penyakit, salah satunya diabetes melitus.
Gaya hidup juga berpengaruh pada kesehatan tubuh kita. Gaya hidup yang jarang bergerak, terlalu banyak scroll sosial media sambil rebahan, serta jarang beraktivitas keluar rumah tentunya sangat tidak bagus untuk kesehatan kita. Jadi, pola makan dan pola hidup memang saling mempengaruhi. Hal tersebut tidak berlaku hanya untuk orang dewasa, tetapi juga anak-anak. Dr. Ria Yoanita juga mengatakan, semakin banyak gula yang dikonsumsi, semakin tinggi pula resiko munculnya penyakit diabetes.
Tipe-Tipe Diabetes
Menurut dr. Ria Yoanita, diabetes pada anak yang selama ini ditemuinya terbagi menjadi dua tipe. Yang pertama karena pankreas yang tidak bisa memproduksi hormon. Yang kedua karena kesalahan-kesalahan pola makanan, pola hidup, dan pola asuh yang tidak tepat.
Tips Ala Mikayla si Nutritionist
Menurut Mikayla si ahli gizi sebagai bagian dari Gen Z, penting untuk aware terhadap kandungan makanan yang dikonsumsi dibandingkan FOMO (Fear of Missing Out) mencoba makanan-makanan yang sedang viral. Karena jika sudah terkena diabetes, kemungkinan akan susah untuk sembuh. Jadi lebih baik mencegah daripada mengobati. Mikayla juga mengaku menghitung kadar gula makanan yang Ia konsumsi setiap harinya.
Mencegah Penyakit Diabetes dengan Mengonsumsi Gula Ramah
Bagaimana cara mencegah penyakit diabetes karena mengonsumsi gula berlebih? Gula Ramah dapat menjadi pilihan yang sangat tepat, loh, Happy Health. Mengapa demikian? Karena Gula Ramah sudah dipastikan ber-Indeks Glikemik rendah, jadi tidak akan membuat kadar gula dalam tubuh kita melambung tinggi dan tentunya aman untuk dikonsumsi anak-anak maupun orang dewasa.
Dr. Ria Yoanita mengatakan, jika kita konsumsi gula atau karbohidrat yang berlebih dan tidak sesuai dengan batasannya, maka nantinya akan menumpuk di dalam darah. Ketika sudah menumpuk, hormon insulin yang tugasnya mengontrol gula dalam tubuh akan bekerja lebih berat, pankreas yang bertugas mengeluarkan hormon insulin juga akan kewalahan. Jika hal tersebut terus-terusan terjadi akan menyebabkan penyakit, salah satunya diabetes melitus.
Gaya hidup juga berpengaruh pada kesehatan tubuh kita. Gaya hidup yang jarang bergerak, terlalu banyak scroll sosial media sambil rebahan, serta jarang beraktivitas keluar rumah tentunya sangat tidak bagus untuk kesehatan kita. Jadi, pola makan dan pola hidup memang saling mempengaruhi. Hal tersebut tidak berlaku hanya untuk orang dewasa, tetapi juga anak-anak. Dr. Ria Yoanita juga mengatakan, semakin banyak gula yang dikonsumsi, semakin tinggi pula resiko munculnya penyakit diabetes.
Tipe-Tipe Diabetes
Menurut dr. Ria Yoanita, diabetes pada anak yang selama ini ditemuinya terbagi menjadi dua tipe. Yang pertama karena pankreas yang tidak bisa memproduksi hormon. Yang kedua karena kesalahan-kesalahan pola makanan, pola hidup, dan pola asuh yang tidak tepat.
Tips Ala Mikayla si Nutritionist
Menurut Mikayla si ahli gizi sebagai bagian dari Gen Z, penting untuk aware terhadap kandungan makanan yang dikonsumsi dibandingkan FOMO (Fear of Missing Out) mencoba makanan-makanan yang sedang viral. Karena jika sudah terkena diabetes, kemungkinan akan susah untuk sembuh. Jadi lebih baik mencegah daripada mengobati. Mikayla juga mengaku menghitung kadar gula makanan yang Ia konsumsi setiap harinya.
Mencegah Penyakit Diabetes dengan Mengonsumsi Gula Ramah
Bagaimana cara mencegah penyakit diabetes karena mengonsumsi gula berlebih? Gula Ramah dapat menjadi pilihan yang sangat tepat, loh, Happy Health. Mengapa demikian? Karena Gula Ramah sudah dipastikan ber-Indeks Glikemik rendah, jadi tidak akan membuat kadar gula dalam tubuh kita melambung tinggi dan tentunya aman untuk dikonsumsi anak-anak maupun orang dewasa.
Lihat Juga :