Cara Tepat bagi Orang Tua Mengatur Kadar Gula dalam Tubuh Anak
Kamis, 10 Oktober 2024 - 13:06 WIB
loading...
A
A
A
Urutan Zat yang Keluar dari Lambung
Happy Health, tahukah kamu jika zat dalam tubuh kita ada urutannya ketika keluar dari lambung? Zat yang pertama keluar dari lambung adalah karbohidrat. Jadi ketika kita makan makanan yang mengandung karbohidrat, tubuh kita akan lebih cepat lapar lagi. Oleh karena itu, jika kita mengonsumsi makanan berkarbohidrat harus dibarengi zat lain seperti serat dan protein.
Makanan seperti Apa yang Sebenarnya Harus Kita Beri pada Anak?
Di Indonesia sendiri sedang heboh mengenai masalah malnutrisi stunting. Dr. Ria Yoanita mengatakan, dokter anak di Indonesia sedang bekerja keras untuk memberantas stunting sehingga persentasenya berkurang hingga 14%. Jika sudah stunting, tinggi badannya pendek, berat badannya kurang, maka IQ-nya akan berkurang sekitar 25 sampai 30 poin dibandingkan anak yang tidak mengalami stunting. Terlebih lagi jika kejadiannya di 1000 hari pertama kehidupan di umur 0 sampai 2 tahun yang merupakan Golden Period seorang anak karena volume otak anak bertumbuh 80% volumenya di 2 tahun tersebut. Sisanya 20% sampai umur 5 tahun dan anak membawa hal tersebut hingga dewasa. Jadi, kita sebagai orang tua harus memperhatikannya dari umur 0 sampai 2 tahun.
Menurut dr. Ria Yoanita, nutrisi yang kita berikan pada anak harus seimbang, baik makro alias karbohidrat, protein hewani, dan lemak. Yang harus digaris bawahi menurut dr. Ria Yoanita, nutrisi tersebut tidak boleh berlebihan tetapi tidak boleh juga kekurangan.
Karbohidrat sendiri tidak hanya nasi, tetapi juga kentang ataupun ubi. Informasi mengenai pengganti nasi sendiri dapat kalian temukan dengan mudah di Google dan mencari nilai gizi di website Kemenkes. Jadi, kita akan tahu misalnya untuk mengganti nilai gizi semangkuk nasi putih.
Mengganti Gula Reguler dengan Gula Ramah
Selain memenuhi zat-zat di atas, yang tidak kalah penting adalah mengganti gula reguler dengan Gula Ramah yang tentunya memiliki Indeks Glikemik rendah. Kenapa harus mengganti gula reguler dengan Gula Ramah? Karena jika anak terlalu banyak mengonsumsi gula reguler yang memiliki Indeks Glikemik tinggi, salah satunya akan berdampak pada kesehatan gigi anak yang menghitam dan keropos atau yang biasa disebut karies gigi.
Happy Health, tahukah kamu jika zat dalam tubuh kita ada urutannya ketika keluar dari lambung? Zat yang pertama keluar dari lambung adalah karbohidrat. Jadi ketika kita makan makanan yang mengandung karbohidrat, tubuh kita akan lebih cepat lapar lagi. Oleh karena itu, jika kita mengonsumsi makanan berkarbohidrat harus dibarengi zat lain seperti serat dan protein.
Makanan seperti Apa yang Sebenarnya Harus Kita Beri pada Anak?
Di Indonesia sendiri sedang heboh mengenai masalah malnutrisi stunting. Dr. Ria Yoanita mengatakan, dokter anak di Indonesia sedang bekerja keras untuk memberantas stunting sehingga persentasenya berkurang hingga 14%. Jika sudah stunting, tinggi badannya pendek, berat badannya kurang, maka IQ-nya akan berkurang sekitar 25 sampai 30 poin dibandingkan anak yang tidak mengalami stunting. Terlebih lagi jika kejadiannya di 1000 hari pertama kehidupan di umur 0 sampai 2 tahun yang merupakan Golden Period seorang anak karena volume otak anak bertumbuh 80% volumenya di 2 tahun tersebut. Sisanya 20% sampai umur 5 tahun dan anak membawa hal tersebut hingga dewasa. Jadi, kita sebagai orang tua harus memperhatikannya dari umur 0 sampai 2 tahun.
Menurut dr. Ria Yoanita, nutrisi yang kita berikan pada anak harus seimbang, baik makro alias karbohidrat, protein hewani, dan lemak. Yang harus digaris bawahi menurut dr. Ria Yoanita, nutrisi tersebut tidak boleh berlebihan tetapi tidak boleh juga kekurangan.
Karbohidrat sendiri tidak hanya nasi, tetapi juga kentang ataupun ubi. Informasi mengenai pengganti nasi sendiri dapat kalian temukan dengan mudah di Google dan mencari nilai gizi di website Kemenkes. Jadi, kita akan tahu misalnya untuk mengganti nilai gizi semangkuk nasi putih.
Mengganti Gula Reguler dengan Gula Ramah
Selain memenuhi zat-zat di atas, yang tidak kalah penting adalah mengganti gula reguler dengan Gula Ramah yang tentunya memiliki Indeks Glikemik rendah. Kenapa harus mengganti gula reguler dengan Gula Ramah? Karena jika anak terlalu banyak mengonsumsi gula reguler yang memiliki Indeks Glikemik tinggi, salah satunya akan berdampak pada kesehatan gigi anak yang menghitam dan keropos atau yang biasa disebut karies gigi.
Lihat Juga :