Balita di Surabaya Dicekoki Obat Keras selama Setahun oleh Babysitter, Begini Kondisinya
Senin, 14 Oktober 2024 - 20:00 WIB
loading...
A
A
A
Kondisi hormon sang anak begitu drop pascapemberian obat keras tersebut. Setelah melakukan rangkaian tes, dia mengungkap hormon sang putra begitu rendah, termasuk hormon kortisol.
Hormon tersebut merupakan hormon untuk mengatur segala aktivitas dan pergerakan. Sayang, hormon balita malang ini begitu rendah sehingga korban merasa lemas dan tak aktif bergerak.
“Dan memang kata dokter, Elkan ga kuat untuk bergerak karena tidak memiliki hormon kortilsol. Sehingga kita harus segera menyuntikkan hormon tersebut,” papar Linggra.
“Bayangin gara-gara pemakaian obat deksa selama 1 tahun itu yang menekan andrenocorticotropic hormon anakku sehingga tidak bisa menghasilkan hormon kortisol tersebut,” ujar dia lagi.
Linggra mengungkap sang anak kini masih harus mendapatkan perawatan intensif. Ia sepakat untuk memeriksakan sang buah hati ke Singapura untuk mendapat perawatan lebih lanjut.
Hormon tersebut merupakan hormon untuk mengatur segala aktivitas dan pergerakan. Sayang, hormon balita malang ini begitu rendah sehingga korban merasa lemas dan tak aktif bergerak.
“Dan memang kata dokter, Elkan ga kuat untuk bergerak karena tidak memiliki hormon kortilsol. Sehingga kita harus segera menyuntikkan hormon tersebut,” papar Linggra.
“Bayangin gara-gara pemakaian obat deksa selama 1 tahun itu yang menekan andrenocorticotropic hormon anakku sehingga tidak bisa menghasilkan hormon kortisol tersebut,” ujar dia lagi.
Linggra mengungkap sang anak kini masih harus mendapatkan perawatan intensif. Ia sepakat untuk memeriksakan sang buah hati ke Singapura untuk mendapat perawatan lebih lanjut.
Lihat Juga :