Thailand Temukan Residu Kimia Berbahaya pada Anggur Shine Muscat

Selasa, 29 Oktober 2024 - 13:35 WIB
loading...
Thailand Temukan Residu...
Thailand menemukan residu kimia berbahaya pada anggur shine muscat yang menimbulkan kekhawatiran tentang pangan. Ini menyebabkan banyak orang bertanya-tanya. Foto/Bangkok Post
A A A
BANGKOK - Thailand menemukan residu kimia berbahaya pada anggur shine muscat yang menimbulkan kekhawatiran tentang keamanan pangan. Hal ini menyebabkan banyak orang bertanya-tanya berapa banyak buah dan sayuran yang dijual di pasar dicampur dengan bahan kimia beracun.

Laporan tersebut tidak dilakukan oleh lembaga pemerintah, tetapi Jaringan Peringatan Pestisida Thailand (Thai-PAN) dan Dewan Konsumen Thailand (TCC). Di mana keduanya merupakan organisasi nonpemerintah yang mengkampanyekan perlawanan terhadap penggunaan bahan kimia dalam pertanian.

Dilansir dari Bangkok Post, Selasa (29/10/2024), kedua organisasi tersebut secara berkala melakukan uji keamanan pangan acak pada sayur-sayuran dan buah-buahan.

Dilaporkan para aktivis membeli 24 sampel anggur shine muscat yang terkenal dari toko eceran dan pasar basah di Bangkok pada 2-3 Oktober 2024. Sembilan sampel diimpor dari China, sedangkan 15 sampel sisanya diimpor dari sumber yang tidak diketahui.

Baca Juga: Burger McD Tercemar Bakteri E. Coli, 75 Orang Jatuh Sakit dan 1 Meninggal Dunia

Anggur shine muscat, anggur berukuran besar, berwarna hijau, tanpa biji yang tumbuh di negara-negara Asia Timur seperti Jepang, Korea Selatan, dan China menjadi terkenal di kalangan konsumen lokal.

Pengujian laboratorium menemukan bahwa 23 dari 24 sampel anggur jenis tersebut terkontaminasi bahan kimia berbahaya. Di mana satu mengandung klorpirifos, yang dilarang di Thailand, dan 22 lainnya terkontaminasi oleh 14 residu kimia.

Uji laboratorium juga menemukan residu 14 bahan kimia berbahaya pada konsentrasi di atas batas aman 0,01 mg/kg. Secara total, pengujian juga mendeteksi 50 residu kimia, 22 di antaranya tidak diatur dalam peraturan Thailand saat ini, seperti triasulfuron, cyflumetofen, tetraconazole, dan fludioxonil.

Sekretaris Jenderal TCC Saree Aongsomwang mengatakan bahwa Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) harus mengambil tindakan hukum terhadap importir yang membawa anggur yang tercemar. Anggur yang telah diimpor tetapi belum didistribusikan harus diperiksa secara menyeluruh, dan anggur yang terkontaminasi harus dimusnahkan.

Baca Juga: Bawang Bombai Jadi Sumber Bakteri E. Coli di Burger McD

Saree meminta para importir anggur untuk menarik kembali produk mereka dan memeriksanya secara menyeluruh. Ia juga meminta FDA untuk melarang perusahaan yang diketahui mengimpor anggur yang terkontaminasi.

Laporan itu menimbulkan kekhawatiran. Namun, produk-produk ini masih tersedia di pasaran, dan pemerintah tidak dapat mengabaikan masalah ini.

Di sisi lain, Sekretaris Jenderal FDA Surachoke Tangwiwat mengklarifikasi bahwa dari 50 residu kimia yang terdeteksi, 36 tidak melampaui batas keamanan. Sementara 14 tidak ada dalam daftar pantauan karena kurangnya informasi tentang risikonya.

Ia mendesak konsumen untuk mencuci buah secara menyeluruh sebelum mengonsumsinya. Surachoke menekankan komitmen FDA untuk memastikan keselamatan konsumen, dengan mengatakan anggur impor yang ditemukan terkontaminasi akan disita dan tindakan hukum akan diambil terhadap importir.

Baca Juga: Gejala Infeksi Bakteri E. Coli pada Burger McD, Ini yang Dialami Penderitanya
(dra)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Daya Tarik Menarik Thailand:...
Daya Tarik Menarik Thailand: Eksplorasi Kota Bangkok dan Keindahan Pesisir Pattaya
Jamu Aman Bebas Bahan...
Jamu Aman Bebas Bahan Kimia Obat Jadi Kunci Jaga Warisan Budaya Indonesia
Jelang Iduladha, Aldi...
Jelang Iduladha, Aldi Taher Serukan Makan Daging Tanpa Takut Kolesterol
Jangan Tunggu Keluhan,...
Jangan Tunggu Keluhan, Pemeriksaan Mata Anak Perlu Dilakukan Sejak Dini
5 Manfaat Kopi yang...
5 Manfaat Kopi yang Jarang Diketahui, Bikin Panjang Umur hingga Cegah Penyakit Kronis
Nunung Tekankan Pentingnya...
Nunung Tekankan Pentingnya Perawatan Alami untuk Kesehatan Tubuh dan Benjolan
BPJS Kesehatan Pastikan...
BPJS Kesehatan Pastikan Layanan Peserta Tanpa Diskriminasi
Putri Bha Meninggal,...
Putri Bha Meninggal, Calon Pewaris Raja Vajiralongkorn Berharta Rp770 Triliun Makin Misterius
Thailand Berduka, Putri...
Thailand Berduka, Putri Raja Vajiralongkorn Meninggal setelah Koma Hampir 4 Tahun
Rekomendasi
Timnas Amerika Serikat...
Timnas Amerika Serikat Ungguli Australia 2-0 di Babak Pertama
Di Hadapan Mahasiswa,...
Di Hadapan Mahasiswa, Dasco Telepon Nanik dan Bahlil
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
Berita Terkini
RCTI Hadirkan Sinetron...
RCTI Hadirkan Sinetron Komedi Komunal Terbaru Tobat Jatuh Cinta, Kisah Empat Janda di Kampung Sindang Barang!
MSIN Paparkan Strategi...
MSIN Paparkan Strategi Streaming Global di APOS 2026, V+Short Tembus 5 Juta Unduhan
Miss Indonesia Audrey...
Miss Indonesia Audrey Bianca Ungkap Perjuangan Perdana Jalankan Proyek BWAP di Luar Jawa
Road to Kilau Raya Mojokerto...
Road to Kilau Raya Mojokerto : MNCTV Hadir Meriahkan Hari Jadi Kota Mojokerto ke-108
MNC Licensing Ajak Keluarga...
MNC Licensing Ajak Keluarga Merayakan Liburan Sekolah Bersama Shaun the Sheep Holiday in My Hometown di Pakuwon Mall Solo
Garap Proyek Listrik...
Garap Proyek Listrik di Sumba, Liliana Tanoesoedibjo Optimistis Indonesia Bersinar di Miss World 2026
Infografis
Daftar 23 Kombes Pol...
Daftar 23 Kombes Pol Pecah Bintang pada Mutasi Polri Mei 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved