Rayakan Hari Penglihatan Dunia dengan Operasi Mata Gratis
Selasa, 29 Oktober 2024 - 15:14 WIB
loading...
Foto: Doc. Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Memperingati World Sight Day 2024,JEC Eye Hospitals and Clinic menunjukkan kepedulian pada sesama dengan memberikan 100 tindakan operasi implan glaukoma gratis untuk anak dan dewasa.
Kegiatan ini juga bentuk JEC Eye Hospitals and Clinics untuk kembali menggiatkan kesadaran masyarakat terhadap glaukoma yang bisa dikatakan sebagai si pencuri penglihatan yang merupakan penyebab kebutaan nomor dua di dunia dan Indonesia.
Dr. Zeiras Eka Djamal, SpM(K), selaku Dokter Subspesialis Glaukoma JEC Eye Hospitals and Clinics mengatakan, tindakan operasi tersebut ini nantinya akan dilangsungkan bertahap sepanjang 2024 hingga Mei 2025 dengan penerima manfaat yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Dr. Zeiras Eka Djamal, SpM(K), menyebut bahwa deteksi dini menjadi faktor kunci untuk mencegah terganggunya penglihatan akibat glaukoma.
“Inilah yang mendorong kami tak henti menyuarakan bahaya glaukoma kepada masyarakat sebagai penyebab kebutaan no 2 di dunia dan Indonesia," ujarnya kepada SINDOnews.com disela sela kegiatan baksos operasi implan glaukoma gratis, di JEC, Kedoya, Jakarta Barat, Selasa (29/10/2024.
Dia menyebutkan Glaukoma merupakan kondisi neuropati optik progresif yang disebabkan oleh adanya peningkatan tekanan di dalam bola mata yang dapat merusak saraf optik dan berdampak pada penurunan fungsi penglihatan, bahkan kebutaan.
Kegiatan ini juga bentuk JEC Eye Hospitals and Clinics untuk kembali menggiatkan kesadaran masyarakat terhadap glaukoma yang bisa dikatakan sebagai si pencuri penglihatan yang merupakan penyebab kebutaan nomor dua di dunia dan Indonesia.
Dr. Zeiras Eka Djamal, SpM(K), selaku Dokter Subspesialis Glaukoma JEC Eye Hospitals and Clinics mengatakan, tindakan operasi tersebut ini nantinya akan dilangsungkan bertahap sepanjang 2024 hingga Mei 2025 dengan penerima manfaat yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Dr. Zeiras Eka Djamal, SpM(K), menyebut bahwa deteksi dini menjadi faktor kunci untuk mencegah terganggunya penglihatan akibat glaukoma.
“Inilah yang mendorong kami tak henti menyuarakan bahaya glaukoma kepada masyarakat sebagai penyebab kebutaan no 2 di dunia dan Indonesia," ujarnya kepada SINDOnews.com disela sela kegiatan baksos operasi implan glaukoma gratis, di JEC, Kedoya, Jakarta Barat, Selasa (29/10/2024.
Dia menyebutkan Glaukoma merupakan kondisi neuropati optik progresif yang disebabkan oleh adanya peningkatan tekanan di dalam bola mata yang dapat merusak saraf optik dan berdampak pada penurunan fungsi penglihatan, bahkan kebutaan.
Lihat Juga :