Intip Keseruan Wayang Jogja Night Carnival 2024, Hidupkan Kisah Gatotkaca Wirapraja
Senin, 04 November 2024 - 15:33 WIB
loading...
Wayang Jogja Night Carnival 2024 digelar meriah di kawasan Tugu Yogyakarta. Foto/ MPI
A
A
A
YOGYAKARTA- Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) 2024 digelar meriah di kawasan Tugu Yogyakarta pada 7 hingga 11 Oktober 2024.
Gelaran WJNC 2024 ini untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-268 Yogyakarta, menyuguhkan pertunjukkan apik dengan menggabungkan pewayangan dengan seni koreografi, busana dan musik kontemporer.
Untuk cerita pewayangan sendiri, WJNC 2024 mengangkat tema Gatotkaca Wirapraja, di mana ditampilkan kumpulan cerita perjalanan hidup putra dari salah satu Pandawa, Bima, mulai kelahirannya hingga kematiannya pada Perang Baratayudha di Kurusetra.
Pengunjung pun dimanjakan dengan visual yang mendukung dari dua kendaraan hias dibuat sebagai simbol gunung dan medan perang.
Pembawaan cerita melibatkan tokoh-tokoh pewayangan dari 14 kemantren di Kota Yogyakarta. Setiap kemantren akan menampilkan tokoh yang diangkat dari tema besar Gatotkaca Wirajaya, Tokoh-tokoh yang diperkenalkan menampilkan nilai penuh keteladanan, kesetiaan, keberanian, dan semangat kesatria untuk mengabdi pada negara.
Selain cerita Gatotkaca Wirapraja, pengunjung juga disuguhkan dengan karnival seni yang diikuti peserta dari berbagai daerah, baik dari Yogyakarta maupun daerah lainnya seperti Medan, Kalimantan Timur, Bandung, Ponorogo, dan Sulawesi.
Suasana meriah semakin kental terasa saat di malam hari yang dipenuhi dengan kendaraan hias dan street art yang membuat pengunjung betah karena tertarik untuk berfoto di area itu.
Gelaran WJNC 2024 ini untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-268 Yogyakarta, menyuguhkan pertunjukkan apik dengan menggabungkan pewayangan dengan seni koreografi, busana dan musik kontemporer.
Untuk cerita pewayangan sendiri, WJNC 2024 mengangkat tema Gatotkaca Wirapraja, di mana ditampilkan kumpulan cerita perjalanan hidup putra dari salah satu Pandawa, Bima, mulai kelahirannya hingga kematiannya pada Perang Baratayudha di Kurusetra.
Pengunjung pun dimanjakan dengan visual yang mendukung dari dua kendaraan hias dibuat sebagai simbol gunung dan medan perang.
Pembawaan cerita melibatkan tokoh-tokoh pewayangan dari 14 kemantren di Kota Yogyakarta. Setiap kemantren akan menampilkan tokoh yang diangkat dari tema besar Gatotkaca Wirajaya, Tokoh-tokoh yang diperkenalkan menampilkan nilai penuh keteladanan, kesetiaan, keberanian, dan semangat kesatria untuk mengabdi pada negara.
Selain cerita Gatotkaca Wirapraja, pengunjung juga disuguhkan dengan karnival seni yang diikuti peserta dari berbagai daerah, baik dari Yogyakarta maupun daerah lainnya seperti Medan, Kalimantan Timur, Bandung, Ponorogo, dan Sulawesi.
Suasana meriah semakin kental terasa saat di malam hari yang dipenuhi dengan kendaraan hias dan street art yang membuat pengunjung betah karena tertarik untuk berfoto di area itu.
Lihat Juga :