Jelajah Gizi, Upaya Cegah Stunting melalui Edukasi Pangan Lokal
Senin, 11 November 2024 - 17:26 WIB
loading...
A
A
A
Namun sayangnya, saat ini 7 dari 10 rumah tangga Indonesia masih mengkonsumsi air minum yang tidak sehat atau terkontaminasi1. Untuk itu, edukasi agar masyarakat dapat memahami bahwa tidak semua air sama dan air yang baik harus berasal dari sumber yang terlindungi dan terjaga kemurniannya sehingga mengandung mineral alami yang seimbang dan berkualitas menjadi hal yang penting.
Menjawab permasalahan ini, melalui produknya AQUA berkomitmen untuk menghadirkan produk air minum i yang sehat dan berkualitas yang berasal dari sumber akuifer dalam terpilih bukan air tanah dangkal, sehingga terlindungi dari kontaminan ataupun cemaran dari aktivitas manusia.
Prof. Dr. Ir. Ikeu Tanziha, MS - Staf Khusus Badan Gizi Nasional menyatakan, sesuai dengan konvensi hak anak, anak memiliki beberapa hak yang tidak hanya hak untuk hidup namun juga untuk keberlanjutan hidup dimana anak harus menikmati kesempatan untuk hidup secara optimal.
Hal tersebut menandakan bahwa tidak boleh ada anak terlahir stunting dan berat badan rendah. Setiap orang dewasa atau orang tua wajib memberikan makanan bergizi sesuai dengan pasal konvensi hak anak.
Namun kenyataannya, tidak semua keluarga mampu untuk hal ini. Di pasal 18 dijelaskan bahwa pola asuh dilakukan oleh orang tua dan jika orang tua tidak mampu maka negara harus membantu anak untuk mencapai titik optimal tumbuh kembangnya.
Hal tersebutlah yang melandasi lahirnya Program Makan Bergizi yang dikelola oleh Badan Gizi Nasional. Untuk itu, secara bertahap kami akan memastikan kesediaan bergizi bagi anak Indonesia melalui kolaborasi dan kontribusi pentahelix.
Kolaborasi sangat dibutuhkan seperti halnya tergambar dalam Jelajah Gizi 2024 yang memperlihatkan bagaimana semua sektor baik dari sisi pemerintah pusat, pemerintah lokal, akademisi, media bekerjasama dalam melakukan edukasi seputar pangan bernutrisi dan kekayaan pangan lokal di Banyuwangi.”
Melalui Jelajah Gizi 2024 ini akan disuguhkan serangkaian perjalanan yang mengeksplorasi keunikan pangan lokal dengan membedah secara ilmiah kandungan nutrisi dari sajian kuliner tradisional dan mengulik cerita nutrisi di balik pangan lokal Banyuwangi seperti Nasi Tempong, Rujak Soto, Pecel Rawon, Ayam Kesrut, Pecel Pitik.
Program ini juga mengajak peserta untuk mengunjungi Pabrik AQUA Banyuwangi, di mana peserta mendapatkan kesempatan untuk melihat langsung bagaimana pabrik beroperasi serta teknologinya memungkinkan pengawasan dan pengendalian proses produksi secara real-time, sehingga meningkatkan efisiensi dan kualitas produk.
Jelajah Gizi 2024 juga mengajak peserta untuk mengunjungi program binaan Danone Indonesia yaitu budidaya padi sehat - beras biofortifikasi yang dilengkapi dengan vitamin dan mineral termasuk zat besi, dan petaninya juga diberikan pemberdayaan maupun edukasi untuk menerapkan praktik pertanian sawah sehat.
Selanjutnya, peserta juga mengunjungi masyarakat binaan Danone Indonesia di Desa Benelan Kidul yang mengembangkan budidaya sayuran di area perumahan, di mana bahan tersebut diolah bersamaan dengan protein hewani untuk menjadi makanan tambahan melalui komunitas Isi Piringku di Kabupaten Banyuwangi untuk pencegahan stunting.
Menjawab permasalahan ini, melalui produknya AQUA berkomitmen untuk menghadirkan produk air minum i yang sehat dan berkualitas yang berasal dari sumber akuifer dalam terpilih bukan air tanah dangkal, sehingga terlindungi dari kontaminan ataupun cemaran dari aktivitas manusia.
Prof. Dr. Ir. Ikeu Tanziha, MS - Staf Khusus Badan Gizi Nasional menyatakan, sesuai dengan konvensi hak anak, anak memiliki beberapa hak yang tidak hanya hak untuk hidup namun juga untuk keberlanjutan hidup dimana anak harus menikmati kesempatan untuk hidup secara optimal.
Hal tersebut menandakan bahwa tidak boleh ada anak terlahir stunting dan berat badan rendah. Setiap orang dewasa atau orang tua wajib memberikan makanan bergizi sesuai dengan pasal konvensi hak anak.
Namun kenyataannya, tidak semua keluarga mampu untuk hal ini. Di pasal 18 dijelaskan bahwa pola asuh dilakukan oleh orang tua dan jika orang tua tidak mampu maka negara harus membantu anak untuk mencapai titik optimal tumbuh kembangnya.
Hal tersebutlah yang melandasi lahirnya Program Makan Bergizi yang dikelola oleh Badan Gizi Nasional. Untuk itu, secara bertahap kami akan memastikan kesediaan bergizi bagi anak Indonesia melalui kolaborasi dan kontribusi pentahelix.
Kolaborasi sangat dibutuhkan seperti halnya tergambar dalam Jelajah Gizi 2024 yang memperlihatkan bagaimana semua sektor baik dari sisi pemerintah pusat, pemerintah lokal, akademisi, media bekerjasama dalam melakukan edukasi seputar pangan bernutrisi dan kekayaan pangan lokal di Banyuwangi.”
Melalui Jelajah Gizi 2024 ini akan disuguhkan serangkaian perjalanan yang mengeksplorasi keunikan pangan lokal dengan membedah secara ilmiah kandungan nutrisi dari sajian kuliner tradisional dan mengulik cerita nutrisi di balik pangan lokal Banyuwangi seperti Nasi Tempong, Rujak Soto, Pecel Rawon, Ayam Kesrut, Pecel Pitik.
Program ini juga mengajak peserta untuk mengunjungi Pabrik AQUA Banyuwangi, di mana peserta mendapatkan kesempatan untuk melihat langsung bagaimana pabrik beroperasi serta teknologinya memungkinkan pengawasan dan pengendalian proses produksi secara real-time, sehingga meningkatkan efisiensi dan kualitas produk.
Jelajah Gizi 2024 juga mengajak peserta untuk mengunjungi program binaan Danone Indonesia yaitu budidaya padi sehat - beras biofortifikasi yang dilengkapi dengan vitamin dan mineral termasuk zat besi, dan petaninya juga diberikan pemberdayaan maupun edukasi untuk menerapkan praktik pertanian sawah sehat.
Selanjutnya, peserta juga mengunjungi masyarakat binaan Danone Indonesia di Desa Benelan Kidul yang mengembangkan budidaya sayuran di area perumahan, di mana bahan tersebut diolah bersamaan dengan protein hewani untuk menjadi makanan tambahan melalui komunitas Isi Piringku di Kabupaten Banyuwangi untuk pencegahan stunting.
(tar)
Lihat Juga :