Inovasi Ultra-Low Contrast PCI Mungkinkan Pemerataan Layanan Kardiovaskular di Indonesia

Jum'at, 06 Desember 2024 - 06:14 WIB
loading...
Inovasi Ultra-Low Contrast...
Penyakit kardiovaskular menjadi penyebab utama kematian di Indonesia. Kemenkes pun berencana pembangunan cath lab. Foto/ .philips
A A A
JAKARTA – Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, penyakit kardiovaskular menjadi penyebab utama kematian di Indonesia dengan total 550.000 jiwa setiap tahun.

Dari jumlah tersebut, 300.000 kasus disebabkan oleh stroke, sementara 250.000 kasus lainnya disebabkan penyakit jantung.

Ketimpangan layanan kesehatan, terutama di daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar) memperburuk situasi ini. Dalam acara International Cardiovascular Summit (IICS) pada 17 November lalu, Kementerian Kesehatan mengumumkan rencana pembangunan cath lab di 34 provinsi di Indonesia pada 2025.

Cath lab ini ditujukan untuk melakukan prosedur PCI (Primary Coronary Intervention) yang merupakan prosedur yang paling dibutuhkan untuk pasien penyakit jantung dan memperkuat fasilitas operasi jantung terbuka, untuk tindakan yang lebih kompleks seperti operasi bypass dan ganti katup.

Royal Philips, sebagai pemimpin global dalam teknologi kesehatan, siap berkontribusi mendukung misi pemerintah Indonesia dalam menjembatani kesenjangan pelayanan kesehatan. Philips memperkenalkan solusi ultra-low contrast PCI, sebuah pelopor dalam pencitraan dosis rendah di platform Image-Guided Therapy (IGT), Azurion. Teknologi ini mendukung prosedur PCI yang lebih baik dan aman, bisa mengurangi risiko nefropati kontras-induksi (CIN) dan gagal ginjal akut (AKI) akibat pemakaian zat kontras.

“Kami bangga inovasi Philips dapat berkontribusi dalam meningkatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas di Indonesia melalui inovasi ultra-low contrast PCI ini,” kata Astri Ramayanti, President Direktur Philips Indonesia, melalui keterangan tertulis.

“Solusi ini adalah cerminan dari komitmen kami untuk menyediakan prosedur PCI yang lebih mutakhir sehingga bisa melayani seluruh pasien penyakit jantung dengan lebih baik, sekaligus mengurangi risiko munculnya penyakit lain,” tambahnya.

Pada acara IICS lalu, Philips juga menghadirkan teknologi Collaboration Live Ultrasound, sebuah solusi terobosan tele-ultrasound yang dirancang untuk meningkatkan pelayanan kesehatan. Inovasi ini memungkinkan kolaborasi real time secara jarak jauh, antara tenaga medis di daerah terpencil dengan dokter spesialis di pusat kota. Pasien juga bisa melakukan konsultasi jarak jauh dengan spesialis, di mana spesialis juga bisa memberikan panduan atau pelatihan kepada staf untuk kasus rumit secara real time.

Teknologi Collaboration Live Ultrasound telah diterapkan di beberapa negara seperti Belanda dan Amerika Serikat, dan membuktikan bahwa inovasi ini telah berhasil membuktikan potensinya dalam memberikan pelayanan kesehatan yang tepat waktu dan efisien, di mana hal ini menjadi tolak ukur baru untuk perawatan medis jarak jauh.

“Meningkatkan pelayanan kesehatan, terutama di daerah 3T, membutuhkan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lain. Dengan kerja sama yang kuat, kita mampu mencapai akses layanan kesehatan yang merata bagi semua rakyat Indonesia,” ujar Astri.

Dengan memperkenalkan teknologi Collaboration Live Ultrasound, Philips berkomitmen untuk mendukung visi pemerintah Indonesia dalam mengurangi kesenjangan, meningkatkan layanan kesehatan berkualitas di seluruh negeri dan mendukung pemerintah dalam mengatasi tantangan penyakit kardiovaskular secara menyeluruh.
(tdy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Cegah Stroke dengan...
Cegah Stroke dengan Deteksi Dini DSA, Ini Kata Dokter!
Tingkatkan Pelayanan...
Tingkatkan Pelayanan Pasien Indonesia, Mahkota Medical Centre Luncurkan Kartu Health and Leisure
Penanganan Penyakit...
Penanganan Penyakit Kardiovaskular dengan Sistem CT Canggih Somatom Force
Turunkan Kolestorel...
Turunkan Kolestorel dalam 14 Hari, Tantangan untuk Cegah Penyakit Jantung dan Kardiovaskular
Mitos atau Fakta, Olahraga...
Mitos atau Fakta, Olahraga Lari Bisa Picu Serangan Jantung bagi Orang dengan Riwayat Penyakit Kardiovaskular
Siemens Healthineers...
Siemens Healthineers Luncurkan ACUSON Origin, Solusi Ultrasound Kardiovaskular Terkini di Indonesia
Layanan Stroke Medan...
Layanan Stroke Medan Raih Pengakuan Internasional dari World Stroke Organization
Pesbevi: Perujukan Penyakit...
Pesbevi: Perujukan Penyakit Vaskular dan Endovaskular Harus Tepat Sasaran
Wamen Christina Ungkap...
Wamen Christina Ungkap Banyak Peluang Kerja Sektor Kesehatan di Luar Negeri
Rekomendasi
Sempat Dilarang di Qatar...
Sempat Dilarang di Qatar 2022, Kenapa FIFA Izinkan Bendera LGBT Masuk Stadion Piala Dunia 2026?
Superkomputer LineShine...
Superkomputer LineShine China Raih Status Superkomputer Tercepat di Dunia
Jokowi Injak Kepala...
Jokowi Injak Kepala Kerbau saat Terima Gelar Adat, PDIP: Bagian Adat atau Simbol Perendahan Politik?
Berita Terkini
400 Ribu Anak Muda Idap...
400 Ribu Anak Muda Idap Diabetes, BPJS Kesehatan Gelar Fun Run untuk Kampanye Hidup Sehat
Denny Sumargo Klarifikasi...
Denny Sumargo Klarifikasi Rumor Selingkuh, Tegaskan Momen di CCTV Hanya Syuting
Kehadiran Meghan Markle...
Kehadiran Meghan Markle Jadi Penentu Rekonsiliasi Pangeran Harry dan Raja Charles
5 Drama Korea yang Wajib...
5 Drama Korea yang Wajib Ditonton jika Kamu Suka
Sering Lelah dan Mudah...
Sering Lelah dan Mudah Ngantuk Meski Tidur Cukup? Bisa Jadi Ini Penyebabnya
Mengintip Kunci Sukses...
Mengintip Kunci Sukses Anas Fikry dan Risky Adelia Regina Putri: Padukan Kehangatan Keluarga dan Aksi Sosial
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved