Pagelaran Ketoprak Kisah Heroik Retno Kencana, Simbol Perlawanan Ratu Melawan Portugis Abad ke-16
Senin, 16 Desember 2024 - 00:52 WIB
loading...
Ketoprak Retno Kencana hadir dengan kisah heroiknya atau dikenal Ratu Kalinyamat. Foto/ instagram
A
A
A
JAKARTA - Ketoprak Retno Kencana hadir dengan kisah heroik Ratu Kalinyamat yang penuh pesan moral yang dikemas melalui seni pertunjukan tradisional, yang sarat filosofi hidup dan sejarah.
Retno Kencana atau yang juga dikenal sebagai Ratu Kalinyamat ini merupakan perempuan pemberani yang baru saja menerima gelar Pahlawan Nasional. Kisahnya menjadi simbol keberanian dalam melawan penjajah Portugis di abad ke-16.
Pagelaran ini menjadi platform bagi seniman panggung untuk berkarya serta memberikan apresiasi terhadap seni tradisional yang perlu diperkenalkan kepada generasi muda.
Berawal dari inisiatif Tuti Roosdiono, Ketua Kebaya Foundation kepada Aylawati Sarwono dari Laskar Indonesia Pusaka, dan didukung Jaya Suprana School of Performing Arts, pagelaran di TIM ini dimeriahkan para tokoh.
Sutradara Teguh Kenthus Ampiranto ini melibatkan Ahok dan istri Anggota DPR RI Bambang Soesatyo, juga para tokoh, seperti mantan Panglima TNI Laksamana (Purn) Yudo Margono dan putri mendiang Gus Dur, Inayah Wahid.
Retno Kencana atau yang juga dikenal sebagai Ratu Kalinyamat ini merupakan perempuan pemberani yang baru saja menerima gelar Pahlawan Nasional. Kisahnya menjadi simbol keberanian dalam melawan penjajah Portugis di abad ke-16.
Pagelaran ini menjadi platform bagi seniman panggung untuk berkarya serta memberikan apresiasi terhadap seni tradisional yang perlu diperkenalkan kepada generasi muda.
Berawal dari inisiatif Tuti Roosdiono, Ketua Kebaya Foundation kepada Aylawati Sarwono dari Laskar Indonesia Pusaka, dan didukung Jaya Suprana School of Performing Arts, pagelaran di TIM ini dimeriahkan para tokoh.
Sutradara Teguh Kenthus Ampiranto ini melibatkan Ahok dan istri Anggota DPR RI Bambang Soesatyo, juga para tokoh, seperti mantan Panglima TNI Laksamana (Purn) Yudo Margono dan putri mendiang Gus Dur, Inayah Wahid.
Lihat Juga :