GSK dan Kemenkes Bersatu untuk Tingkatkan Inovasi Kesehatan di Indonesia
Jum'at, 20 Desember 2024 - 15:00 WIB
loading...
A
A
A
"Itulah mengapa di GSK, kami mengembangkan portofolio vaksin terluas di industri untuk membantu melindungi semua tahapan kehidupan, mulai dari anak-anak hingga usia lanjut,” ujarnya.
Sebagai perusahaan biofarmasi global, lanjut Manish, pihaknya berkomitmen untuk terus mendorong inovasi dan memberikan dampak positif bagi kesehatan masyarakat.
Di Indonesia, GSK sudah beroperasi lebih dari 50 tahun dan berupaya mempercepat dan memperluas akses terhadap obat-obatan dan vaksin inovatif dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan seluruh lapisan masyarakat.
Baca Juga: Apakah Raja Charles III Membayar Pajak Penghasilan di Inggris?
Menurut dia, Indonesia dengan populasi lebih dari 279 juta jiwa, memiliki tantangan kesehatan besar terkait prevalensi penyakit menular dan tidak menular.
Penyakit menular menyumbang 21% angka kematian, sementara 73% disebabkan oleh penyakit tidak menular.
"Oleh karena itu, terdapat peluang untuk mengalihkan fokus dari pembiayaan pengobatan penyakit ke investasi kesehatan melalui pencegahan, diagnosis, dan pengobatan dini, yang dapat memperbaiki sistem kesehatan dan mengurangi biaya perawatan di masa depan," bebernya.
Hal ini bertujuan untuk mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan angka harapan hidup rata-rata masyarakat Indonesia
Sebagai perusahaan biofarmasi global, lanjut Manish, pihaknya berkomitmen untuk terus mendorong inovasi dan memberikan dampak positif bagi kesehatan masyarakat.
Di Indonesia, GSK sudah beroperasi lebih dari 50 tahun dan berupaya mempercepat dan memperluas akses terhadap obat-obatan dan vaksin inovatif dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan seluruh lapisan masyarakat.
Baca Juga: Apakah Raja Charles III Membayar Pajak Penghasilan di Inggris?
Menurut dia, Indonesia dengan populasi lebih dari 279 juta jiwa, memiliki tantangan kesehatan besar terkait prevalensi penyakit menular dan tidak menular.
Penyakit menular menyumbang 21% angka kematian, sementara 73% disebabkan oleh penyakit tidak menular.
"Oleh karena itu, terdapat peluang untuk mengalihkan fokus dari pembiayaan pengobatan penyakit ke investasi kesehatan melalui pencegahan, diagnosis, dan pengobatan dini, yang dapat memperbaiki sistem kesehatan dan mengurangi biaya perawatan di masa depan," bebernya.
Hal ini bertujuan untuk mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan angka harapan hidup rata-rata masyarakat Indonesia
Lihat Juga :