alexametrics

Coba Ini! Ikan Pecah Kulit Bakar Khas Resto Peranakan

loading...
Coba Ini! Ikan Pecah Kulit Bakar Khas Resto Peranakan
Ikan pecah kulit bakar ala Kedai Tiga Nyonya sangat mudah dibuat. Foto/Bango.co.id.
A+ A-
JAKARTA - Masih dalam suasana Imlek, menu kali ini erat kaitannya dengan tradisi Tionghoa peranakan. Namanya ikan pecah kulit bakar. Seperti apa?

Dikatakan berkaitan dengan tradisi Tionghoa peranakan karena resep ikan pecah kulit bakar yang SINDOnews hadirkan ini merupakan menu yang tersedia di Kedai Tiga Nyonya, salah satu restoran Tionghoa peranakan yang sudah terkenal di Jakarta dan punya beberapa cabang di luar Ibukota. Sesuai konsepnya, menu yang disajikan di restoran tersebut adalah perpaduan olahan Tionghoa, Indonesia, dan Belanda.

Mungkin Anda jarang mendengar apa itu ikan pecah kulit. Ikan satu ini berasal dari perairan Samudra Hindia atau di selatan Pulau Jawa. Sebutan lainnya adalah ikan jenakir atau ikan jalidin, masih satu jenis dengan ikan kuwe. Kalau sulit menemukannya, Anda boleh mengganti ikan pecah kulit dengan ikan jenis lain atau secara khusus mencarinya di pasar-pasar ikan tradisional yang kebanyakan berada di kawasan pantai.



Tertarik mencobanya? Berikut resep membuat ikan pecah kulit bakar yang dicuplik dari buku Resep Inspirasi Indonesia Tengah. Berlaku untuk empat orang.

Bahan:
1 ekor (750 gr) ikan pecah kulit, bersihkan
2 sdm ir jeruk nipis
1 sdt garam
4 sdm kecap manis

Bahan sambal dabu-dabu, aduk rata:
5 buah cabai merah keriting, iris
4 buah cabai rawit, iris
2 buah cabai merah besar, iris
4 buah tomat hijau, belah 4
2 siung bawang merah, iris tipis
1/4 sdt garam
1/2 sdt gula pasir
4 sdm minyak, panaskan

Cara membuat:
1. Lumuri ikan dengan perasan air jeruk dan garam. Diamkan selama 15 menit
2. Oleskan permukaan ikan dengan kecap manis.
3. Bakar di atas bara api hingga matang. Angkat.
4. Sajikan segera ditemani nasi putih dan sambal dabu-dabu.
(tsa)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak