Bisakah Belalang dan Jangkrik Mengganti Daging Sapi sebagai Makanan Bergizi?
Selasa, 28 Januari 2025 - 12:00 WIB
loading...
Belalang adalah camilan kaya protein, tapi apakah bisa menggantikan daging sapi? Foto/ entomofarms.
A
A
A
JAKARTA - Bagi kebanyakan orang di Eropa dan AS, gagasan makan jangkrik dan belalang dapat tampak menjijikkan, tetapi serangga ini menjadi camilan populer di beberapa bagian Afrika dan Asia.
Belalang adalah camilan kaya protein dan berkelanjutan. Belalang memainkan peran penting dalam meningkatkan nutrisi, ketahanan pangan dan pekerjaan di Afrika Timur. Leonard Alfonce, seorang peneliti di bidang entomologi di Sokoine University of Tanzania, yang percaya membudidayakan serangga sebagai sumber makanan berkelanjutan sepanjang tahun.
Baca Juga: Deretan Serangga yang Jadi Makanan Khas Daerah di Indonesia, Bisa Jadi Pengganti Makanan Bergizi Gratis?
“Belalang yang dapat dimakan sangat dihargai dan perdagangan mereka adalah sumber pendapatan di Uganda,” kata Alfonce dikutip BBC.
“Mengoptimalkan protokol pemeliharaan massal untuk belalang yang dapat dimakan akan memastikan pasokan sepanjang tahun mereka untuk meningkatkan nutrisi, keamanan pangan, dan mata pencaharian di Afrika Timur,” tutur dia lagi.
Dalam hal kandungan nutrisi, belalang bertanduk panjang, yang dikenal sebagai Nsenene memiliki 34-45% protein, 42-54% lemak dan 4-6% serat. Serangga umumnya dikemas dengan vitamin dan asam amino.
Belalang adalah camilan kaya protein dan berkelanjutan. Belalang memainkan peran penting dalam meningkatkan nutrisi, ketahanan pangan dan pekerjaan di Afrika Timur. Leonard Alfonce, seorang peneliti di bidang entomologi di Sokoine University of Tanzania, yang percaya membudidayakan serangga sebagai sumber makanan berkelanjutan sepanjang tahun.
Baca Juga: Deretan Serangga yang Jadi Makanan Khas Daerah di Indonesia, Bisa Jadi Pengganti Makanan Bergizi Gratis?
“Belalang yang dapat dimakan sangat dihargai dan perdagangan mereka adalah sumber pendapatan di Uganda,” kata Alfonce dikutip BBC.
“Mengoptimalkan protokol pemeliharaan massal untuk belalang yang dapat dimakan akan memastikan pasokan sepanjang tahun mereka untuk meningkatkan nutrisi, keamanan pangan, dan mata pencaharian di Afrika Timur,” tutur dia lagi.
Dalam hal kandungan nutrisi, belalang bertanduk panjang, yang dikenal sebagai Nsenene memiliki 34-45% protein, 42-54% lemak dan 4-6% serat. Serangga umumnya dikemas dengan vitamin dan asam amino.
Lihat Juga :