7 Skandal Percintaan Kerajaan Inggris Paling Mengejutkan dalam Sejarah
Rabu, 05 Februari 2025 - 09:40 WIB
loading...
A
A
A
Tekanan dari ayah Isabella, Raja Philip IV, menyebabkan Gaveston diasingkan lagi pada 1308. Namun, Edward II tetap mempertahankan hubungan erat dengan Gaveston, yang kembali ke Inggris pada 1309 dengan gelarnya yang dipulihkan.
Hubungan Edward II, terutama terhadap Gaveston dan kemudian Hugh Despenser, akhirnya menimbulkan kebencian di kalangan bangsawan. Konflik ini berkontribusi pada penggulingan dan eksekusi Edward II pada 1327, menjadikannya salah satu raja Inggris yang paling kontroversial dalam sejarah.
![7 Skandal Percintaan Kerajaan Inggris Paling Mengejutkan dalam Sejarah]()
Foto/Britannica
Setelah mendirikan Gereja Inggris demi menceraikan istri pertamanya, Henry VIII kembali terlibat skandal besar dengan mengeksekusi ratu keduanya, Anne Boleyn, pada 19 Mei 1536. Boleyn dihukum mati atas tuduhan pengkhianatan, termasuk dugaan perselingkuhan dengan beberapa pria, bahkan saudara laki-lakinya sendiri.
Namun, sebagian besar sejarawan modern meyakini bahwa tuduhan tersebut tidak berdasar dan sengaja dibuat untuk menyingkirkannya. Ada dugaan bahwa Henry VIII sendiri yang menjebaknya agar bisa menikahi istri lain, atau bahwa penasihat raja, Thomas Cromwell, merancang fitnah ini karena melihat Boleyn sebagai ancaman terhadap kekuasaannya.
Terlepas dari kebenarannya, eksekusi Boleyn menjadi salah satu skandal terbesar dalam sejarah Kerajaan Inggris, mencerminkan obsesi Henry VIII terhadap kekuasaan dan nafsunya yang tak terpuaskan untuk mendapatkan lebih banyak dari apa yang sudah dimilikinya.
Baca Juga: 3 Perseteruan Keluarga Kerajaan Inggris Paling Terkenal, Konflik Pangeran William dan Harry Makin Panas
![7 Skandal Percintaan Kerajaan Inggris Paling Mengejutkan dalam Sejarah]()
Foto/Sky History
George IV, yang menjabat sebagai bupati antara 1811–1820 sebelum menjadi raja, dikenal karena gaya hidup mewahnya yang penuh kekacauan. Selain menghadapi masalah keuangan dan kegagalan pernikahannya dengan Caroline dari Brunswick, ia juga terlibat dalam skandal pernikahan rahasia dengan Maria Fitzherbert pada 1785, saat masih menjadi Pangeran Wales.
Fitzherbert, seorang janda dua kali dan penganut Katolik Roma, tidak memenuhi syarat untuk menjadi ratu karena hukum yang melarang anggota kerajaan menikahi seorang Katolik. Namun, pesona dan status sosialnya menarik perhatian George IV, yang mendesaknya untuk menikah secara diam-diam. Pernikahan ini, meskipun disahkan oleh pendeta Gereja Inggris, tidak diakui secara hukum karena melanggar aturan kerajaan.
Pada 1795, George IV secara resmi menikahi Caroline dari Brunswick, yang kemudian menjadi ratu. Namun, hubungannya dengan Fitzherbert terus berlanjut secara sporadis hingga akhirnya mereka berpisah pada 1811. Skandal ini menambah citra George IV sebagai sosok yang lebih dikenal karena urusan pribadinya dibanding prestasi politiknya.
![7 Skandal Percintaan Kerajaan Inggris Paling Mengejutkan dalam Sejarah]()
Foto/Wikipedia
Pada 1936, Raja Edward VIII memicu krisis konstitusional dengan memutuskan turun takhta demi menikahi Wallis Simpson, seorang janda cerai dari AS. Sebagai pemimpin Gereja Inggris dan 'Pembela Iman', Edward VIII dianggap tidak dapat menikahi Simpson karena statusnya yang telah dua kali bercerai, yang bertentangan dengan ajaran gereja dan nilai-nilai kerajaan.
Hubungan Edward II, terutama terhadap Gaveston dan kemudian Hugh Despenser, akhirnya menimbulkan kebencian di kalangan bangsawan. Konflik ini berkontribusi pada penggulingan dan eksekusi Edward II pada 1327, menjadikannya salah satu raja Inggris yang paling kontroversial dalam sejarah.
3. Henry VIII

Foto/Britannica
Setelah mendirikan Gereja Inggris demi menceraikan istri pertamanya, Henry VIII kembali terlibat skandal besar dengan mengeksekusi ratu keduanya, Anne Boleyn, pada 19 Mei 1536. Boleyn dihukum mati atas tuduhan pengkhianatan, termasuk dugaan perselingkuhan dengan beberapa pria, bahkan saudara laki-lakinya sendiri.
Namun, sebagian besar sejarawan modern meyakini bahwa tuduhan tersebut tidak berdasar dan sengaja dibuat untuk menyingkirkannya. Ada dugaan bahwa Henry VIII sendiri yang menjebaknya agar bisa menikahi istri lain, atau bahwa penasihat raja, Thomas Cromwell, merancang fitnah ini karena melihat Boleyn sebagai ancaman terhadap kekuasaannya.
Terlepas dari kebenarannya, eksekusi Boleyn menjadi salah satu skandal terbesar dalam sejarah Kerajaan Inggris, mencerminkan obsesi Henry VIII terhadap kekuasaan dan nafsunya yang tak terpuaskan untuk mendapatkan lebih banyak dari apa yang sudah dimilikinya.
Baca Juga: 3 Perseteruan Keluarga Kerajaan Inggris Paling Terkenal, Konflik Pangeran William dan Harry Makin Panas
4. Raja George IV

Foto/Sky History
George IV, yang menjabat sebagai bupati antara 1811–1820 sebelum menjadi raja, dikenal karena gaya hidup mewahnya yang penuh kekacauan. Selain menghadapi masalah keuangan dan kegagalan pernikahannya dengan Caroline dari Brunswick, ia juga terlibat dalam skandal pernikahan rahasia dengan Maria Fitzherbert pada 1785, saat masih menjadi Pangeran Wales.
Fitzherbert, seorang janda dua kali dan penganut Katolik Roma, tidak memenuhi syarat untuk menjadi ratu karena hukum yang melarang anggota kerajaan menikahi seorang Katolik. Namun, pesona dan status sosialnya menarik perhatian George IV, yang mendesaknya untuk menikah secara diam-diam. Pernikahan ini, meskipun disahkan oleh pendeta Gereja Inggris, tidak diakui secara hukum karena melanggar aturan kerajaan.
Pada 1795, George IV secara resmi menikahi Caroline dari Brunswick, yang kemudian menjadi ratu. Namun, hubungannya dengan Fitzherbert terus berlanjut secara sporadis hingga akhirnya mereka berpisah pada 1811. Skandal ini menambah citra George IV sebagai sosok yang lebih dikenal karena urusan pribadinya dibanding prestasi politiknya.
5. Raja Edward VIII

Foto/Wikipedia
Pada 1936, Raja Edward VIII memicu krisis konstitusional dengan memutuskan turun takhta demi menikahi Wallis Simpson, seorang janda cerai dari AS. Sebagai pemimpin Gereja Inggris dan 'Pembela Iman', Edward VIII dianggap tidak dapat menikahi Simpson karena statusnya yang telah dua kali bercerai, yang bertentangan dengan ajaran gereja dan nilai-nilai kerajaan.
Lihat Juga :