Pakar Bahasa Tubuh Ungkap Kegelisahan Pangeran Harry saat Dekat Meghan Markle, Gesturnya Aneh
Rabu, 05 Februari 2025 - 19:20 WIB
loading...
Pakar bahasa tubuh mengklaim gestur Pangeran Harry, di mana Meghan Markle menunjukkan dominasinya dalam hubungan tersebut. Foto/ netflix
A
A
A
JAKARTA - Pakar bahasa tubuh Inbaal Honigman mengklaim bahwa gestur Duke of Sussex dalam sejumlah foto mengungkap bahwa Meghan Markle menunjukkan "dominasinya" dalam hubungan tersebut.
Dikutip Mirror, seorang pakar bahasa tubuh, Inbaal Honigman menyatakan bahwa kebiasaan Pangeran Harry memegang siku Meghan Markle atau menuntunnya dari belakang bisa jadi merupakan tanda kecemasannya saat berada di dekat sang istri.
Baca Juga: Penyebab Meghan Markle dan Pangeran Harry Buat Kesepakatan Cerai, Tuntut Harta hingga Gelar Kerajaan
Inbaal Honigman mengamati bahwa Duke of Sussex sering menunjukkan perilaku yang unik dalam foto, menafsirkannya sebagai Meghan yang menunjukkan "dominasinya" dalam dinamika mereka. Meskipun mengakui kehalusan gestur tersebut, Inbaal berpendapat kepada majalah Woman bahwa memimpin jalan memaksa Harry untuk mengikutinya.
"Itu adalah gestur dominan yang sangat halus, karena tidak agresif atau mencolok, tetapi berjalan di depan tetap mendominasi karena tidak memberi orang lain banyak pilihan; mereka harus tertinggal di belakang," ucap Inbaal Honigman.
Dikutip Mirror, seorang pakar bahasa tubuh, Inbaal Honigman menyatakan bahwa kebiasaan Pangeran Harry memegang siku Meghan Markle atau menuntunnya dari belakang bisa jadi merupakan tanda kecemasannya saat berada di dekat sang istri.
Baca Juga: Penyebab Meghan Markle dan Pangeran Harry Buat Kesepakatan Cerai, Tuntut Harta hingga Gelar Kerajaan
Inbaal Honigman mengamati bahwa Duke of Sussex sering menunjukkan perilaku yang unik dalam foto, menafsirkannya sebagai Meghan yang menunjukkan "dominasinya" dalam dinamika mereka. Meskipun mengakui kehalusan gestur tersebut, Inbaal berpendapat kepada majalah Woman bahwa memimpin jalan memaksa Harry untuk mengikutinya.
"Itu adalah gestur dominan yang sangat halus, karena tidak agresif atau mencolok, tetapi berjalan di depan tetap mendominasi karena tidak memberi orang lain banyak pilihan; mereka harus tertinggal di belakang," ucap Inbaal Honigman.
Lihat Juga :