Jangan Tunda! Deteksi Dini Autis Bisa Ubah Hidup Anak!
Sabtu, 15 Februari 2025 - 17:54 WIB
loading...
A
A
A
Peluncuran layanan ini secara luas dipaparkan dalam presentasi bertema"Cara Mendiagnosis Anak ASD Secara Daring", yang disampaikan oleh Prof. Dr. dr. Hardiono D. Pusponegoro, Sp.A(K), Dokter Spesialis Anak Konsultan Neurologi sekaligus CEO Anakku Group.
Dalam paparan tersebut, selain Prof. Hardiono, beberapa ahli dari Anakku CMC juga turut berbagi ilmu Savitri W. Salmun, A.Md.OT., terapis Okupasi senior Klinik Anakku CMC.
Dalam kesempatan tersebut ia menjelaskan tentang pentingnya terapi sensori integrasi pada Anak ASD. Ia menyatakan terapi ini penting untuk mengatasi masalah pemrosesan sensorik, meningkatkan regulasi diri, keterampilan motorik, fokus dan perhatian, serta interaksi sosial anak.
Ia juga mengatakan cara paling efektif atasi anak yang belum bisa bicara adalah terapi sensor integrasi. Sensor kita bermacam-macam, mulai penglihatan penciuman, pendengaran dan lain-lain.
"Anak-anak berkebutuhan khusus biasanya sensoriknya belum terintegrasi dengan optimal. Misalnya dipanggil belum menengok, atau ada suara mobil belum noleh. Atau kadang gerak keseimbangannya belum optimal. Jadi secara organ baik, tetapi secara integrasi belum. Anak-anak ini juga kadang tidak tahu kapan harus bergerak kapan harus diam," katanya.
Dengan terapi mereka akan berlatih kapan harus diam dan kapan harus bergerak. Dengan metode bermain mereka akan distimulus sehingga sensoriknya dapat optimal.
Ia juga mengingatkan, pendapat menyekolahkan anak dengan tujuan agar anak bisa diam bukanlah tindakan yang bijaksana. Bahkan terkadang anak justru akan mendapat label yang kurang menyenangkan misalnya dianggap anak nakal.
Selain mendapat terapi integrasi, untuk mengintervensi anak autis adalah dengan tes kecerdasan. Mutiara Andini, M.Psi., Psikolog Anak di Klinik Anakku CMC, menyatakan tes kecerdasan anak ASD memiliki sejumlah manfaat. Salah satunya adalah untuk menentukan program pendidikan dan intervensi yang tepat. Hasil tes IQ memberikan wawasan tentang kecenderungan kecerdasan anak serta potensi pengembangan kemampuan kognitif mereka.
Dalam paparan tersebut, selain Prof. Hardiono, beberapa ahli dari Anakku CMC juga turut berbagi ilmu Savitri W. Salmun, A.Md.OT., terapis Okupasi senior Klinik Anakku CMC.
Dalam kesempatan tersebut ia menjelaskan tentang pentingnya terapi sensori integrasi pada Anak ASD. Ia menyatakan terapi ini penting untuk mengatasi masalah pemrosesan sensorik, meningkatkan regulasi diri, keterampilan motorik, fokus dan perhatian, serta interaksi sosial anak.
Ia juga mengatakan cara paling efektif atasi anak yang belum bisa bicara adalah terapi sensor integrasi. Sensor kita bermacam-macam, mulai penglihatan penciuman, pendengaran dan lain-lain.
"Anak-anak berkebutuhan khusus biasanya sensoriknya belum terintegrasi dengan optimal. Misalnya dipanggil belum menengok, atau ada suara mobil belum noleh. Atau kadang gerak keseimbangannya belum optimal. Jadi secara organ baik, tetapi secara integrasi belum. Anak-anak ini juga kadang tidak tahu kapan harus bergerak kapan harus diam," katanya.
Dengan terapi mereka akan berlatih kapan harus diam dan kapan harus bergerak. Dengan metode bermain mereka akan distimulus sehingga sensoriknya dapat optimal.
Ia juga mengingatkan, pendapat menyekolahkan anak dengan tujuan agar anak bisa diam bukanlah tindakan yang bijaksana. Bahkan terkadang anak justru akan mendapat label yang kurang menyenangkan misalnya dianggap anak nakal.
Selain mendapat terapi integrasi, untuk mengintervensi anak autis adalah dengan tes kecerdasan. Mutiara Andini, M.Psi., Psikolog Anak di Klinik Anakku CMC, menyatakan tes kecerdasan anak ASD memiliki sejumlah manfaat. Salah satunya adalah untuk menentukan program pendidikan dan intervensi yang tepat. Hasil tes IQ memberikan wawasan tentang kecenderungan kecerdasan anak serta potensi pengembangan kemampuan kognitif mereka.
Lihat Juga :