Sering Terbangun Malam Hari karena Mau Pipis? Cek Fakta Ini
Jum'at, 04 September 2020 - 21:17 WIB
loading...
A
A
A
Kenapa Nokturia Bisa Menimbulkan Masalah Kesehatan?
Begini, terlalu sering terbangun pada malam hari bisa sangat mengganggu bahkan merusiak siklus tidur kita. Melansir Psychology Today, seharusnya badan manusia mengalami transisi melaui empat tahap waktu tidur selama semalam. Namun, ketika seseorang sering terbangun, tubuh mereka mungkin gak pernah sampai slow-wave non-REM dan REM sleep.
Slow-Wave alias tidur nyenyak, berguna untuk memproduksi hormon pertumbuhan, perbaikan jaringan sekaligus memproses dan menyimpan informasi. Sedangkan REM adalah tahap sewaktu seseorang bermimpi, mengatur mood, belajar, dan ingatan.
Sayangnya kekurangan kedua tahap itu berkaitan dengan rendahnya kualitas hidup dan kematian dini. Penelitian terbaru dari JAMA Neurologi menyimpulkan bahwa defisit REM membuat seseorang 13% lebih rentan terkena serangan jantung.
Selain itu, kekurangan tidur pada gelombang lambat menambah risiko terkena gangguan mood dan depresi, seperti yang ditemukan dalam penelitian berjudul “Early to Bed, Early to Rise”: Diffusion Tensor Imaging Identifies Chronotype-Specificity” yang ditulis oleh Jessica Rosenberg dan tim.
![Sering Terbangun Malam Hari karena Mau Pipis? Cek Fakta Ini]()
Foto: Unsplash
Kenapa Banyak Orang Mengalami Nokturia?
Penyebabnya bisa beragam. Pertama, minum terlalu banyak sebelum tidur. Ini merupakan penyebab paling biasa saat seseorang sering bolak-balik kamar mandi waktu malam hari. (Baca Juga: Apakah Kita Boleh Minum Air Sisa Semalam? )
Untuk itu, coba batasi asupan cairan yang kalian minum sebelum tidur. Di samping membatasi minum saat malam hari, ada baiknya juga selalu memenuhi asupan cairan sepanjang hari untuk mencegah rasa haus pada malam hari.
Begini, terlalu sering terbangun pada malam hari bisa sangat mengganggu bahkan merusiak siklus tidur kita. Melansir Psychology Today, seharusnya badan manusia mengalami transisi melaui empat tahap waktu tidur selama semalam. Namun, ketika seseorang sering terbangun, tubuh mereka mungkin gak pernah sampai slow-wave non-REM dan REM sleep.
Slow-Wave alias tidur nyenyak, berguna untuk memproduksi hormon pertumbuhan, perbaikan jaringan sekaligus memproses dan menyimpan informasi. Sedangkan REM adalah tahap sewaktu seseorang bermimpi, mengatur mood, belajar, dan ingatan.
Sayangnya kekurangan kedua tahap itu berkaitan dengan rendahnya kualitas hidup dan kematian dini. Penelitian terbaru dari JAMA Neurologi menyimpulkan bahwa defisit REM membuat seseorang 13% lebih rentan terkena serangan jantung.
Selain itu, kekurangan tidur pada gelombang lambat menambah risiko terkena gangguan mood dan depresi, seperti yang ditemukan dalam penelitian berjudul “Early to Bed, Early to Rise”: Diffusion Tensor Imaging Identifies Chronotype-Specificity” yang ditulis oleh Jessica Rosenberg dan tim.

Foto: Unsplash
Kenapa Banyak Orang Mengalami Nokturia?
Penyebabnya bisa beragam. Pertama, minum terlalu banyak sebelum tidur. Ini merupakan penyebab paling biasa saat seseorang sering bolak-balik kamar mandi waktu malam hari. (Baca Juga: Apakah Kita Boleh Minum Air Sisa Semalam? )
Untuk itu, coba batasi asupan cairan yang kalian minum sebelum tidur. Di samping membatasi minum saat malam hari, ada baiknya juga selalu memenuhi asupan cairan sepanjang hari untuk mencegah rasa haus pada malam hari.
Lihat Juga :