Anak Muda Korea Selatan Semakin Takut Menikah dan Melahirkan
Minggu, 23 Maret 2025 - 12:00 WIB
loading...
A
A
A
KPPIF menegaskan bahwa peningkatan angka fertilitas total sebesar 0,75 pada 2024 kemungkinan besar disebabkan oleh pernikahan dan kelahiran yang tertunda akibat pandemi, dan bukan merupakan indikasi dari perubahan positif dalam pola pikir jangka panjang generasi muda terhadap pembentukan keluarga.
Oleh karena itu, lembaga ini menekankan bahwa perbaikan statistik fertilitas yang bersifat teknis belum cukup menjawab krisis demografi yang terjadi tanpa perubahan persepsi yang lebih fundamental.
Direktur Pusat Penelitian Populasi KPPIF Yoo Hye-jung, menyampaikan bahwa pemerintah dan sektor swasta perlu secara serius mempertimbangkan pendekatan yang lebih komprehensif dan manusiawi dalam mengembangkan kebijakan yang mendukung kehidupan keluarga.
Mulai dari menciptakan lingkungan kerja yang ramah terhadap keluarga hingga memperbaiki sistem cuti orang tua. Serta yang tak kalah penting, memastikan stabilitas perumahan dan bantuan nyata dalam pengasuhan anak agar generasi muda merasa lebih aman dan optimis dalam mengambil keputusan besar seperti menikah dan memiliki anak.
"Meskipun angka kelahiran meningkat secara statistik, persepsi kaum muda tentang pernikahan, kelahiran anak, dan pengasuhan anak tetap sangat negatif," kata Yoo Hye-jung.
Baca Juga: 6 Artis Korea Menikah dengan Keluarga Terkaya, Im Yoo Jin Dipersunting Pewaris Samsung
Oleh karena itu, lembaga ini menekankan bahwa perbaikan statistik fertilitas yang bersifat teknis belum cukup menjawab krisis demografi yang terjadi tanpa perubahan persepsi yang lebih fundamental.
Direktur Pusat Penelitian Populasi KPPIF Yoo Hye-jung, menyampaikan bahwa pemerintah dan sektor swasta perlu secara serius mempertimbangkan pendekatan yang lebih komprehensif dan manusiawi dalam mengembangkan kebijakan yang mendukung kehidupan keluarga.
Mulai dari menciptakan lingkungan kerja yang ramah terhadap keluarga hingga memperbaiki sistem cuti orang tua. Serta yang tak kalah penting, memastikan stabilitas perumahan dan bantuan nyata dalam pengasuhan anak agar generasi muda merasa lebih aman dan optimis dalam mengambil keputusan besar seperti menikah dan memiliki anak.
"Meskipun angka kelahiran meningkat secara statistik, persepsi kaum muda tentang pernikahan, kelahiran anak, dan pengasuhan anak tetap sangat negatif," kata Yoo Hye-jung.
Baca Juga: 6 Artis Korea Menikah dengan Keluarga Terkaya, Im Yoo Jin Dipersunting Pewaris Samsung
(dra)
Lihat Juga :