Waspada! Ini 5 Makanan yang Memicu Pikun, Bisa Merusak Otak
Senin, 14 April 2025 - 10:20 WIB
loading...
Beberapa makanan ternyata bisa memicu pikun lantaran mempercepat penurunan daya ingat dan fungsi otak. Makanan jenis ini sebaiknya dihindari mencegah risiko. Foto/Freepik
A
A
A
JAKARTA - Beberapa makanan ternyata bisa memicu pikun lantaran mempercepat penurunan daya ingat dan fungsi otak. Makanan jenis ini sebaiknya dihindari demi menjaga kesehatan otak dan mencegah risiko demensia sejak dini.
Di tengah meningkatnya jumlah penderita demensia secara global, menjaga kesehatan otak bukan lagi sekadar pilihan, tetapi kebutuhan. Salah satu langkah penting untuk mencegah pikun adalah dengan memperhatikan apa yang Anda konsumsi setiap hari.
Penurunan kognitif, termasuk kesulitan mengingat, belajar, dan mengambil keputusan tidak hanya disebabkan oleh usia, tetapi juga kebiasaan makan yang buruk. Sejumlah penelitian terbaru menunjukkan bahwa pola makan yang kaya nutrisi tertentu dapat membantu memperlambat proses penuaan otak.
Namun, sebaliknya, beberapa jenis makanan justru bisa mempercepat kerusakan fungsi otak. Sebuah studi dalam Nature Aging yang melibatkan peserta berusia 65–75 tahun menemukan bahwa individu dengan penuaan otak yang lebih lambat memiliki asupan nutrisi tertentu, seperti asam lemak sehat, antioksidan, karotenoid, vitamin E, dan kolin yang umumnya ditemukan dalam makanan seperti ikan berlemak, buah beri, sayuran hijau, kacang-kacangan, dan telur.
Namun, tidak semua makanan bersahabat dengan otak Anda. Berikut ini adalah lima makanan yang sebaiknya dihindari karena dapat mempercepat penurunan daya ingat dan memicu gangguan fungsi kognitif dilansir dari Times of India, Senin (14/4/2025).
Baca Juga: Studi: Membaca dan Mendengarkan Musik Bisa Cegah Pikun
Makanan siap saji seperti nugget, mi instan, atau camilan kemasan biasanya mengandung kadar gula tambahan, lemak jenuh, dan garam yang tinggi. Kandungan tersebut bisa memicu peradangan di otak dan dalam jangka panjang berdampak pada menurunnya kemampuan berpikir.
Konsumsi minuman seperti soda, teh manis kemasan, dan minuman energi secara berlebihan dapat menyebabkan lonjakan kadar gula darah yang ekstrem. Hal ini tidak hanya berbahaya bagi metabolisme tubuh, tetapi juga mempercepat kerusakan neuron di otak.
Meskipun sesekali mengonsumsi alkohol mungkin tidak berdampak besar, minum dalam jumlah banyak secara rutin telah terbukti merusak jaringan otak dan mengganggu memori serta kemampuan belajar.
Baca Juga: Kenali Gejala Awal Pikun, Tandanya Sering Muncul saat Belanja
Mengonsumsi daging merah dalam jumlah besar, terutama yang telah diproses seperti sosis atau daging asap, dapat memicu penurunan fungsi otak seiring waktu. Beberapa penelitian mengaitkan pola makan tinggi daging olahan dengan risiko demensia yang lebih tinggi.
Makanan seperti roti putih, nasi putih, atau makanan tinggi gula yang mengandung sirup jagung fruktosa tinggi (HFCS) dapat menyebabkan fluktuasi kadar gula darah yang tajam, yang lama-lama berdampak buruk pada kesehatan otak. Lemak trans yang terdapat dalam margarin atau produk gorengan tertentu juga bisa mengganggu memori.
Di sisi lain, mengonsumsi makanan yang tepat bisa memberikan perlindungan jangka panjang terhadap penurunan daya ingat. Beberapa makanan yang direkomendasikan untuk mendukung kesehatan otak antara lain:
1. Beri: Tinggi antioksidan, mampu melawan stres oksidatif yang merusak sel otak.
2. Sayuran Hijau: Bayam, kangkung, dan brokoli kaya akan vitamin dan mineral penting.
3. Kacang dan Biji-bijian: Sumber protein dan lemak sehat yang mendukung fungsi otak.
4. Ikan Berlemak: Seperti salmon dan sarden, tinggi omega-3 yang esensial bagi otak.
5. Telur: Mengandung kolin, nutrisi penting untuk memori dan konsentrasi.
Baca Juga: 10 Buah yang Bantu Menjaga Kesehatan Otak, Biar Gak Gampang Pikun
Di tengah meningkatnya jumlah penderita demensia secara global, menjaga kesehatan otak bukan lagi sekadar pilihan, tetapi kebutuhan. Salah satu langkah penting untuk mencegah pikun adalah dengan memperhatikan apa yang Anda konsumsi setiap hari.
Penurunan kognitif, termasuk kesulitan mengingat, belajar, dan mengambil keputusan tidak hanya disebabkan oleh usia, tetapi juga kebiasaan makan yang buruk. Sejumlah penelitian terbaru menunjukkan bahwa pola makan yang kaya nutrisi tertentu dapat membantu memperlambat proses penuaan otak.
Namun, sebaliknya, beberapa jenis makanan justru bisa mempercepat kerusakan fungsi otak. Sebuah studi dalam Nature Aging yang melibatkan peserta berusia 65–75 tahun menemukan bahwa individu dengan penuaan otak yang lebih lambat memiliki asupan nutrisi tertentu, seperti asam lemak sehat, antioksidan, karotenoid, vitamin E, dan kolin yang umumnya ditemukan dalam makanan seperti ikan berlemak, buah beri, sayuran hijau, kacang-kacangan, dan telur.
Namun, tidak semua makanan bersahabat dengan otak Anda. Berikut ini adalah lima makanan yang sebaiknya dihindari karena dapat mempercepat penurunan daya ingat dan memicu gangguan fungsi kognitif dilansir dari Times of India, Senin (14/4/2025).
5 Makanan yang Memicu Pikun
Baca Juga: Studi: Membaca dan Mendengarkan Musik Bisa Cegah Pikun
1. Makanan Olahan
Makanan siap saji seperti nugget, mi instan, atau camilan kemasan biasanya mengandung kadar gula tambahan, lemak jenuh, dan garam yang tinggi. Kandungan tersebut bisa memicu peradangan di otak dan dalam jangka panjang berdampak pada menurunnya kemampuan berpikir.
2. Minuman Manis
Konsumsi minuman seperti soda, teh manis kemasan, dan minuman energi secara berlebihan dapat menyebabkan lonjakan kadar gula darah yang ekstrem. Hal ini tidak hanya berbahaya bagi metabolisme tubuh, tetapi juga mempercepat kerusakan neuron di otak.
3. Alkohol
Meskipun sesekali mengonsumsi alkohol mungkin tidak berdampak besar, minum dalam jumlah banyak secara rutin telah terbukti merusak jaringan otak dan mengganggu memori serta kemampuan belajar.
Baca Juga: Kenali Gejala Awal Pikun, Tandanya Sering Muncul saat Belanja
4. Daging Merah dan Olahan
Mengonsumsi daging merah dalam jumlah besar, terutama yang telah diproses seperti sosis atau daging asap, dapat memicu penurunan fungsi otak seiring waktu. Beberapa penelitian mengaitkan pola makan tinggi daging olahan dengan risiko demensia yang lebih tinggi.
5. Biji-bijian Olahan dan Gula Tambahan
Makanan seperti roti putih, nasi putih, atau makanan tinggi gula yang mengandung sirup jagung fruktosa tinggi (HFCS) dapat menyebabkan fluktuasi kadar gula darah yang tajam, yang lama-lama berdampak buruk pada kesehatan otak. Lemak trans yang terdapat dalam margarin atau produk gorengan tertentu juga bisa mengganggu memori.
Di sisi lain, mengonsumsi makanan yang tepat bisa memberikan perlindungan jangka panjang terhadap penurunan daya ingat. Beberapa makanan yang direkomendasikan untuk mendukung kesehatan otak antara lain:
1. Beri: Tinggi antioksidan, mampu melawan stres oksidatif yang merusak sel otak.
2. Sayuran Hijau: Bayam, kangkung, dan brokoli kaya akan vitamin dan mineral penting.
3. Kacang dan Biji-bijian: Sumber protein dan lemak sehat yang mendukung fungsi otak.
4. Ikan Berlemak: Seperti salmon dan sarden, tinggi omega-3 yang esensial bagi otak.
5. Telur: Mengandung kolin, nutrisi penting untuk memori dan konsentrasi.
Baca Juga: 10 Buah yang Bantu Menjaga Kesehatan Otak, Biar Gak Gampang Pikun
(dra)
Lihat Juga :