7 Makanan Pantangan Darah Tinggi, Hindari Agar Tensi tetap Terkendali
Jum'at, 25 April 2025 - 17:20 WIB
loading...
A
A
A
Jika berlangsung terus-menerus, kondisi ini berpotensi merusak pembuluh darah, ginjal, bahkan otak. Untuk solusi yang lebih sehat, pertimbangkan menggunakan garam batu atau garam Himalaya merah muda dalam takaran kecil. Tambahkan pula cita rasa alami dari rempah-rempah seperti jintan, ketumbar, bawang putih, jahe, serta air perasan lemon untuk menyedapkan masakan Anda.
Jika Anda rutin mengonsumsi sosis, salami, bacon, ham, atau daging dalam kemasan dan menganggapnya sebagai sumber protein, secara teknis Anda tidak salah. Namun, perlu diketahui bahwa produk-produk ini juga mengandung kadar garam tinggi, pengawet kimia, serta lemak jenuh yang menyamar dalam bentuk makanan berprotein.
Daging olahan umumnya sarat dengan natrium dan nitrat, dua zat yang dapat memicu lonjakan tekanan darah. Selain itu, lemak jenuh di dalamnya dapat menumpuk di dinding arteri, mempersempit aliran darah, dan memberi beban tambahan bagi jantung Anda. Sebagai alternatif yang lebih sehat, pilihlah ayam panggang buatan sendiri, tanpa tambahan garam, atau putih telur rebus untuk mendapatkan asupan protein tanpa risiko tersembunyi.
Acar termasuk salah satu sumber natrium tertinggi yang bisa hadir di piring makan Anda. Hanya satu sendok teh kecil acar saja bisa mengandung sekitar 300 mg natrium, atau setara dengan 15 persen dari batas asupan harian yang dianjurkan.
Jika Anda mengonsumsi lebih dari satu atau dua sendok, risiko Anda memasuki level asupan garam yang berbahaya semakin besar. Bahkan acar buatan sendiri belum tentu lebih sehat, kecuali Anda benar-benar membuatnya tanpa garam tambahan.
Baca Juga: 5 Cara Menurunkan Tekanan Darah Tinggi dengan Cepat di Rumah, Bisa Minum Teh Hijau
Makanan ini memang praktis, murah, dan bisa memberi rasa kenyang. Namun, mi instan hanyalah kombinasi dari garam, pati, dan berbagai bahan tambahan dalam satu sajian. Produk ini termasuk dalam kategori makanan yang sangat diproses, artinya kandungan natriumnya tinggi, nilai gizinya rendah, dan sering kali mengandung MSG atau zat pengawet.
Semua komponen ini dapat berkontribusi pada peningkatan tekanan darah. Bumbu instan yang dikemas menjadi sumber utama natrium. Sementara itu, mi instan hanyalah sumber karbohidrat tanpa kandungan gizi. Jika Anda menginginkan mi yang lebih sehat, cobalah merebus mi gandum utuh atau mi soba bersama sayuran, lalu buat kuah ringan sendiri di rumah dengan kecap rendah garam dan potongan jahe segar.
2. Daging Olahan
Jika Anda rutin mengonsumsi sosis, salami, bacon, ham, atau daging dalam kemasan dan menganggapnya sebagai sumber protein, secara teknis Anda tidak salah. Namun, perlu diketahui bahwa produk-produk ini juga mengandung kadar garam tinggi, pengawet kimia, serta lemak jenuh yang menyamar dalam bentuk makanan berprotein.
Daging olahan umumnya sarat dengan natrium dan nitrat, dua zat yang dapat memicu lonjakan tekanan darah. Selain itu, lemak jenuh di dalamnya dapat menumpuk di dinding arteri, mempersempit aliran darah, dan memberi beban tambahan bagi jantung Anda. Sebagai alternatif yang lebih sehat, pilihlah ayam panggang buatan sendiri, tanpa tambahan garam, atau putih telur rebus untuk mendapatkan asupan protein tanpa risiko tersembunyi.
3. Acar
Acar termasuk salah satu sumber natrium tertinggi yang bisa hadir di piring makan Anda. Hanya satu sendok teh kecil acar saja bisa mengandung sekitar 300 mg natrium, atau setara dengan 15 persen dari batas asupan harian yang dianjurkan.
Jika Anda mengonsumsi lebih dari satu atau dua sendok, risiko Anda memasuki level asupan garam yang berbahaya semakin besar. Bahkan acar buatan sendiri belum tentu lebih sehat, kecuali Anda benar-benar membuatnya tanpa garam tambahan.
Baca Juga: 5 Cara Menurunkan Tekanan Darah Tinggi dengan Cepat di Rumah, Bisa Minum Teh Hijau
4. Mi Instan
Makanan ini memang praktis, murah, dan bisa memberi rasa kenyang. Namun, mi instan hanyalah kombinasi dari garam, pati, dan berbagai bahan tambahan dalam satu sajian. Produk ini termasuk dalam kategori makanan yang sangat diproses, artinya kandungan natriumnya tinggi, nilai gizinya rendah, dan sering kali mengandung MSG atau zat pengawet.
Semua komponen ini dapat berkontribusi pada peningkatan tekanan darah. Bumbu instan yang dikemas menjadi sumber utama natrium. Sementara itu, mi instan hanyalah sumber karbohidrat tanpa kandungan gizi. Jika Anda menginginkan mi yang lebih sehat, cobalah merebus mi gandum utuh atau mi soba bersama sayuran, lalu buat kuah ringan sendiri di rumah dengan kecap rendah garam dan potongan jahe segar.
Lihat Juga :