7 Makanan Pantangan Darah Tinggi, Hindari Agar Tensi tetap Terkendali
Jum'at, 25 April 2025 - 17:20 WIB
loading...
Makanan pantangan darah tinggi sebaiknya dihindari agar tensi tetap terkendali dan tubuh sehat. Namun, banyak orang menyalahkan stres sebagai biang keladi. Foto/iStock Photo Whitewish
A
A
A
JAKARTA - Makanan pantangan darah tinggi sebaiknya dihindari agar tensi tetap terkendali dan tubuh sehat. Namun, banyak orang cenderung menyalahkan stres sebagai biang keladi dari tekanan darah tinggi atau hipertensi.
Tak dapat dimungkiri, stres memang memiliki pengaruh besar terhadap kondisi tubuh secara keseluruhan. Namun, ketika berbicara mengenai tekanan darah tinggi , stres hanyalah salah satu dari sekian banyak faktor pemicu. Sayangnya, yang sering diabaikan adalah peran makanan dalam memperburuk kondisi tekanan darah.
Pasalnya, makanan yang dikonsumsi setiap hari memiliki dampak yang jauh lebih besar daripada sekadar membuat kenyang atau memuaskan lidah. Pilihan makanan yang tidak tepat dapat menyumbat arteri secara perlahan, memperparah tekanan darah, dan pada akhirnya meningkatkan risiko penyakit kronis lainnya.
Jika Anda ingin menjaga tekanan darah tetap stabil tanpa harus terus-menerus mengandalkan obat-obatan, maka mengatur pola makan adalah langkah awal yang sangat penting. Anda bisa mulai dengan menghindari berbagai makanan yang diam-diam menjadi musuh utama penderita hipertensi. Makanan-makanan ini kerap hadir dalam keseharian tanpa disadari, mulai dari camilan favorit hingga lauk harian yang tampak tidak berbahaya.
Berikut sederet makanan pantangan untuk darah tinggi dilansir dari Times of India, Jumat (25/4/2025).
Baca Juga: 4 Ikan yang Boleh Dimakan Penderita Darah Tinggi, Baik untuk Jantung
Garam tersembunyi bisa ditemukan hampir di semua jenis makanan, termasuk yang rasanya tidak asin sama sekali. Garam mengandung natrium, dan jika dikonsumsi berlebihan, dapat menyebabkan tubuh menahan cairan lebih banyak. Penumpukan cairan ini bisa meningkatkan tekanan darah dan memaksa jantung bekerja lebih keras.
Jika berlangsung terus-menerus, kondisi ini berpotensi merusak pembuluh darah, ginjal, bahkan otak. Untuk solusi yang lebih sehat, pertimbangkan menggunakan garam batu atau garam Himalaya merah muda dalam takaran kecil. Tambahkan pula cita rasa alami dari rempah-rempah seperti jintan, ketumbar, bawang putih, jahe, serta air perasan lemon untuk menyedapkan masakan Anda.
Jika Anda rutin mengonsumsi sosis, salami, bacon, ham, atau daging dalam kemasan dan menganggapnya sebagai sumber protein, secara teknis Anda tidak salah. Namun, perlu diketahui bahwa produk-produk ini juga mengandung kadar garam tinggi, pengawet kimia, serta lemak jenuh yang menyamar dalam bentuk makanan berprotein.
Daging olahan umumnya sarat dengan natrium dan nitrat, dua zat yang dapat memicu lonjakan tekanan darah. Selain itu, lemak jenuh di dalamnya dapat menumpuk di dinding arteri, mempersempit aliran darah, dan memberi beban tambahan bagi jantung Anda. Sebagai alternatif yang lebih sehat, pilihlah ayam panggang buatan sendiri, tanpa tambahan garam, atau putih telur rebus untuk mendapatkan asupan protein tanpa risiko tersembunyi.
Acar termasuk salah satu sumber natrium tertinggi yang bisa hadir di piring makan Anda. Hanya satu sendok teh kecil acar saja bisa mengandung sekitar 300 mg natrium, atau setara dengan 15 persen dari batas asupan harian yang dianjurkan.
Jika Anda mengonsumsi lebih dari satu atau dua sendok, risiko Anda memasuki level asupan garam yang berbahaya semakin besar. Bahkan acar buatan sendiri belum tentu lebih sehat, kecuali Anda benar-benar membuatnya tanpa garam tambahan.
Baca Juga: 5 Cara Menurunkan Tekanan Darah Tinggi dengan Cepat di Rumah, Bisa Minum Teh Hijau
Makanan ini memang praktis, murah, dan bisa memberi rasa kenyang. Namun, mi instan hanyalah kombinasi dari garam, pati, dan berbagai bahan tambahan dalam satu sajian. Produk ini termasuk dalam kategori makanan yang sangat diproses, artinya kandungan natriumnya tinggi, nilai gizinya rendah, dan sering kali mengandung MSG atau zat pengawet.
Semua komponen ini dapat berkontribusi pada peningkatan tekanan darah. Bumbu instan yang dikemas menjadi sumber utama natrium. Sementara itu, mi instan hanyalah sumber karbohidrat tanpa kandungan gizi. Jika Anda menginginkan mi yang lebih sehat, cobalah merebus mi gandum utuh atau mi soba bersama sayuran, lalu buat kuah ringan sendiri di rumah dengan kecap rendah garam dan potongan jahe segar.
Banyak orang tidak menyadari bahwa roti, roti gulung, biskuit, hingga kue ternyata mengandung garam dalam jumlah yang cukup tinggi. Garam bukan hanya berdampak tidak langsung pada tekanan darah dengan meningkatkan kadar gula darah, tetapi juga secara langsung menyumbang lonjakan tekanan darah akibat kandungan natriumnya.
Untuk pilihan yang lebih sehat, beralihlah ke roti berbahan gandum utuh atau multigrain, dan pastikan selalu memeriksa informasi gizi pada label untuk melihat jumlah natriumnya. Bahkan lebih baik lagi, cobalah membuat roti sendiri di rumah dengan bahan seperti gandum, pisang, dan pemanis alami agar lebih terkendali dan sehat.
Banyak orang cenderung hanya mengaitkan minuman manis dengan risiko diabetes. Namun, kenyataannya, minuman ringan juga berdampak buruk terhadap tekanan darah. Konsumsi gula yang berlebihan bisa memicu penambahan berat badan, resistensi insulin, hingga peradangan dalam tubuh, faktor-faktor yang semuanya berkontribusi pada meningkatnya tekanan darah.
Tak hanya itu, sejumlah minuman bersoda juga mengandung natrium benzoat, yaitu bahan pengawet yang dapat meningkatkan asupan garam secara tidak langsung. Sementara itu, jus dalam kemasan yang mengklaim tanpa tambahan gula umumnya tetap tinggi gula karena konsentrasinya yang padat dan tidak mengandung serat. Akibatnya, kadar gula darah bisa melonjak dan memengaruhi kestabilan tekanan darah.
Baca Juga: 5 Gejala Tekanan Darah Tinggi yang Jarang Diketahui, Tak Melulu Pusing
Makanan yang digoreng umumnya dimasak menggunakan minyak olahan, minyak yang telah digunakan berulang kali, atau mengandung lemak trans. Jenis-jenis minyak ini dikenal dapat menyumbat pembuluh darah, memicu peradangan dalam tubuh, serta menaikkan kadar tekanan darah dan kolesterol. Selain itu, kandungan garam dalam adonan dan hasil gorengan biasanya sangat tinggi, yang semakin memperburuk dampaknya bagi kesehatan jantung.
Menggoreng makanan dengan minyak yang sudah dipakai berulang juga berisiko meningkatkan tekanan darah. Untuk menjaga kesehatan jantung, sebaiknya beralih ke metode memasak yang lebih sehat, seperti menggunakan air fryer atau memanggang dengan sedikit minyak.
Tak dapat dimungkiri, stres memang memiliki pengaruh besar terhadap kondisi tubuh secara keseluruhan. Namun, ketika berbicara mengenai tekanan darah tinggi , stres hanyalah salah satu dari sekian banyak faktor pemicu. Sayangnya, yang sering diabaikan adalah peran makanan dalam memperburuk kondisi tekanan darah.
Pasalnya, makanan yang dikonsumsi setiap hari memiliki dampak yang jauh lebih besar daripada sekadar membuat kenyang atau memuaskan lidah. Pilihan makanan yang tidak tepat dapat menyumbat arteri secara perlahan, memperparah tekanan darah, dan pada akhirnya meningkatkan risiko penyakit kronis lainnya.
Jika Anda ingin menjaga tekanan darah tetap stabil tanpa harus terus-menerus mengandalkan obat-obatan, maka mengatur pola makan adalah langkah awal yang sangat penting. Anda bisa mulai dengan menghindari berbagai makanan yang diam-diam menjadi musuh utama penderita hipertensi. Makanan-makanan ini kerap hadir dalam keseharian tanpa disadari, mulai dari camilan favorit hingga lauk harian yang tampak tidak berbahaya.
Berikut sederet makanan pantangan untuk darah tinggi dilansir dari Times of India, Jumat (25/4/2025).
7 Makanan Pantangan Darah Tinggi
Baca Juga: 4 Ikan yang Boleh Dimakan Penderita Darah Tinggi, Baik untuk Jantung
1. Garam
Garam tersembunyi bisa ditemukan hampir di semua jenis makanan, termasuk yang rasanya tidak asin sama sekali. Garam mengandung natrium, dan jika dikonsumsi berlebihan, dapat menyebabkan tubuh menahan cairan lebih banyak. Penumpukan cairan ini bisa meningkatkan tekanan darah dan memaksa jantung bekerja lebih keras.
Jika berlangsung terus-menerus, kondisi ini berpotensi merusak pembuluh darah, ginjal, bahkan otak. Untuk solusi yang lebih sehat, pertimbangkan menggunakan garam batu atau garam Himalaya merah muda dalam takaran kecil. Tambahkan pula cita rasa alami dari rempah-rempah seperti jintan, ketumbar, bawang putih, jahe, serta air perasan lemon untuk menyedapkan masakan Anda.
2. Daging Olahan
Jika Anda rutin mengonsumsi sosis, salami, bacon, ham, atau daging dalam kemasan dan menganggapnya sebagai sumber protein, secara teknis Anda tidak salah. Namun, perlu diketahui bahwa produk-produk ini juga mengandung kadar garam tinggi, pengawet kimia, serta lemak jenuh yang menyamar dalam bentuk makanan berprotein.
Daging olahan umumnya sarat dengan natrium dan nitrat, dua zat yang dapat memicu lonjakan tekanan darah. Selain itu, lemak jenuh di dalamnya dapat menumpuk di dinding arteri, mempersempit aliran darah, dan memberi beban tambahan bagi jantung Anda. Sebagai alternatif yang lebih sehat, pilihlah ayam panggang buatan sendiri, tanpa tambahan garam, atau putih telur rebus untuk mendapatkan asupan protein tanpa risiko tersembunyi.
3. Acar
Acar termasuk salah satu sumber natrium tertinggi yang bisa hadir di piring makan Anda. Hanya satu sendok teh kecil acar saja bisa mengandung sekitar 300 mg natrium, atau setara dengan 15 persen dari batas asupan harian yang dianjurkan.
Jika Anda mengonsumsi lebih dari satu atau dua sendok, risiko Anda memasuki level asupan garam yang berbahaya semakin besar. Bahkan acar buatan sendiri belum tentu lebih sehat, kecuali Anda benar-benar membuatnya tanpa garam tambahan.
Baca Juga: 5 Cara Menurunkan Tekanan Darah Tinggi dengan Cepat di Rumah, Bisa Minum Teh Hijau
4. Mi Instan
Makanan ini memang praktis, murah, dan bisa memberi rasa kenyang. Namun, mi instan hanyalah kombinasi dari garam, pati, dan berbagai bahan tambahan dalam satu sajian. Produk ini termasuk dalam kategori makanan yang sangat diproses, artinya kandungan natriumnya tinggi, nilai gizinya rendah, dan sering kali mengandung MSG atau zat pengawet.
Semua komponen ini dapat berkontribusi pada peningkatan tekanan darah. Bumbu instan yang dikemas menjadi sumber utama natrium. Sementara itu, mi instan hanyalah sumber karbohidrat tanpa kandungan gizi. Jika Anda menginginkan mi yang lebih sehat, cobalah merebus mi gandum utuh atau mi soba bersama sayuran, lalu buat kuah ringan sendiri di rumah dengan kecap rendah garam dan potongan jahe segar.
5. Roti
Banyak orang tidak menyadari bahwa roti, roti gulung, biskuit, hingga kue ternyata mengandung garam dalam jumlah yang cukup tinggi. Garam bukan hanya berdampak tidak langsung pada tekanan darah dengan meningkatkan kadar gula darah, tetapi juga secara langsung menyumbang lonjakan tekanan darah akibat kandungan natriumnya.
Untuk pilihan yang lebih sehat, beralihlah ke roti berbahan gandum utuh atau multigrain, dan pastikan selalu memeriksa informasi gizi pada label untuk melihat jumlah natriumnya. Bahkan lebih baik lagi, cobalah membuat roti sendiri di rumah dengan bahan seperti gandum, pisang, dan pemanis alami agar lebih terkendali dan sehat.
6. Jus Kemasan
Banyak orang cenderung hanya mengaitkan minuman manis dengan risiko diabetes. Namun, kenyataannya, minuman ringan juga berdampak buruk terhadap tekanan darah. Konsumsi gula yang berlebihan bisa memicu penambahan berat badan, resistensi insulin, hingga peradangan dalam tubuh, faktor-faktor yang semuanya berkontribusi pada meningkatnya tekanan darah.
Tak hanya itu, sejumlah minuman bersoda juga mengandung natrium benzoat, yaitu bahan pengawet yang dapat meningkatkan asupan garam secara tidak langsung. Sementara itu, jus dalam kemasan yang mengklaim tanpa tambahan gula umumnya tetap tinggi gula karena konsentrasinya yang padat dan tidak mengandung serat. Akibatnya, kadar gula darah bisa melonjak dan memengaruhi kestabilan tekanan darah.
Baca Juga: 5 Gejala Tekanan Darah Tinggi yang Jarang Diketahui, Tak Melulu Pusing
7. Makanan yang Digoreng
Makanan yang digoreng umumnya dimasak menggunakan minyak olahan, minyak yang telah digunakan berulang kali, atau mengandung lemak trans. Jenis-jenis minyak ini dikenal dapat menyumbat pembuluh darah, memicu peradangan dalam tubuh, serta menaikkan kadar tekanan darah dan kolesterol. Selain itu, kandungan garam dalam adonan dan hasil gorengan biasanya sangat tinggi, yang semakin memperburuk dampaknya bagi kesehatan jantung.
Menggoreng makanan dengan minyak yang sudah dipakai berulang juga berisiko meningkatkan tekanan darah. Untuk menjaga kesehatan jantung, sebaiknya beralih ke metode memasak yang lebih sehat, seperti menggunakan air fryer atau memanggang dengan sedikit minyak.
(dra)
Lihat Juga :