Future Beauty Talk 2025 Membongkar Tren Kecantikan Global
Rabu, 30 April 2025 - 13:34 WIB
loading...
A
A
A
Salah satu hal yang menarik yang diangkat dalam buku ini adalah transformasi PT Cedefindo, salah satu unit bisnis Martha Tilaar Group, yang mengembangkan model bisnisnya dari consumer brand menjadi ecosystem brand. Melalui pendekatan ini, PT Cedefindo bukan hanya memproduksi kosmetik untuk konsumen, tetapi juga membangun ekosistem yang mendukung tumbuh kembangnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di industri kosmetik. Model ini terbukti efektif dalam mempercepat lahirnya brand-brand lokal baru yang kompetitif, inovatif, dan mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.
Selain menawarkan analisis mendalam, Glow Economy juga memperkaya isinya dengan studi kasus inspiratif dari para pendiri brand kosmetik lokal yang tengah bersinar di Indonesia, seperti: Raisa dan Ruskha dari Raine Beauty, M. Hadiyatullah dan M. Raafi dari Brighty, Kezia Trihatmanto dan Cindy Angelina dari ESQA, Emyranza founder SMITH, Priscilia Pangemanan dari SASC, serta Rizkia dan Ahmad Rashed dari BHUMI.
Melalui kisah nyata perjalanan mereka membangun merek di tengah kompetisi global, buku ini menjadi sumber wawasan praktis sekaligus inspirasi nyata bagi generasi baru pelaku industri kecantikan Indonesia. Kehadiran buku ini menjadi penting dibaca saat ini, saat industri kosmetik Indonesia berada di momentum emas untuk bertumbuh sebagai kekuatan ekonomi baru di Asia.
"Melalui buku ini, kami ingin menunjukkan bahwa industri kosmetik bukan sekadar soal kecantikan, tetapi kekuatan ekonomi yang nyata. Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pusat kekuatan Glow Economy di kawasan," ujar Dr. Kilala Tilaar.
Glow Economy ditujukan bagi pelaku industri, akademisi, pembuat kebijakan, serta masyarakat umum yang ingin memahami transformasi industri kecantikan sebagai bagian integral dari pertumbuhan ekonomi masa depan.
Selain menawarkan analisis mendalam, Glow Economy juga memperkaya isinya dengan studi kasus inspiratif dari para pendiri brand kosmetik lokal yang tengah bersinar di Indonesia, seperti: Raisa dan Ruskha dari Raine Beauty, M. Hadiyatullah dan M. Raafi dari Brighty, Kezia Trihatmanto dan Cindy Angelina dari ESQA, Emyranza founder SMITH, Priscilia Pangemanan dari SASC, serta Rizkia dan Ahmad Rashed dari BHUMI.
Melalui kisah nyata perjalanan mereka membangun merek di tengah kompetisi global, buku ini menjadi sumber wawasan praktis sekaligus inspirasi nyata bagi generasi baru pelaku industri kecantikan Indonesia. Kehadiran buku ini menjadi penting dibaca saat ini, saat industri kosmetik Indonesia berada di momentum emas untuk bertumbuh sebagai kekuatan ekonomi baru di Asia.
"Melalui buku ini, kami ingin menunjukkan bahwa industri kosmetik bukan sekadar soal kecantikan, tetapi kekuatan ekonomi yang nyata. Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pusat kekuatan Glow Economy di kawasan," ujar Dr. Kilala Tilaar.
Glow Economy ditujukan bagi pelaku industri, akademisi, pembuat kebijakan, serta masyarakat umum yang ingin memahami transformasi industri kecantikan sebagai bagian integral dari pertumbuhan ekonomi masa depan.
(tar)
Lihat Juga :