Lapis Bogor & IPB Latih Petani Talas untuk Pangan Berkelanjutan

Kamis, 01 Mei 2025 - 09:30 WIB
loading...
Lapis Bogor & IPB Latih...
Di tengah hamparan hijau Kebun Talas Situgede yang teduh, tumbuh bukan hanya tanaman, tapi juga harapan. Foto/istimewa
A A A
JAKARTA - Di tengah hamparan hijau Kebun Talas Situgede yang teduh, tumbuh bukan hanya tanaman, tapi juga harapan. Lapis Bogor Sangkuriang bersama IPB University, menggelar Pelatihan Persiapan Bibit Talas, sebuah langkah nyata dari kerja sama yang menyatukan dunia akademik, pelaku industri, dan petani untuk masa depan pertanian yang berkelanjutan.

Pelatihan ini merupakan kelanjutan dari tahap awal kerja sama yang fokus pada riset dan pengembangan terhadap varietas talas. Kini, di tahun kedua, pendampingan bergeser ke tahap lapangan: memberdayakan petani talas secara langsung untuk menghasilkan bibit unggul yang kelak akan menjadi salah satu bahan baku produk Lapis Bogor Sangkuriang.

Rizka Wahyu Romadhona, Managing Director Lapis Bogor Sangkuriang, menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan, yang lahir dari kepedulian dan komitmen untuk mendukung para petani lokal secara nyata.

“Kami ingin produk Lapis Bogor Sangkuriang tidak hanya asal Bogor, tapi benar-benar dari Bogor, dari tanahnya, petaninya, hingga tangan-tangan yang meraciknya. Talas yang ditanam petani binaan hari ini, besok akan jadi bahan baku di dapur kami. Salah satunya di varian terbaru kami, Bolu Signature Talas Rasa Keju. Kami percaya, kalau kita mulai dari hulunya, dari petaninya, dampaknya akan terasa di setiap sisi, dari proses produksi hingga konsumsi.”

Rizka juga menyampaikan, seperti air yang mengalir dari sumber, kekuatan ekonomi pun sebaiknya dimulai dari hulu, dari para petani. Dengan memanfaatkan hasil tani lokal sebagai bahan baku utama, program ini bukan hanya soal ketahanan pangan, tetapi juga tentang membangun rantai ekonomi lokal yang kokoh dan berkelanjutan.

Sebagai wujud nyata komitmen ini, Rizka juga menambahkan bahwa sebagian besar gerai Lapis Bogor Sangkuriang kini memiliki Pojok IPB, sebuah sudut khusus yang menghadirkan berbagai produk olahan hasil inovasi lokal, termasuk produk berbasis talas dari petani Bogor.

Dari sisi akademik, IPB terus mendorong riset yang aplikatif. “Selama tahun pertama kerja sama ini, tim riset kami melakukan identifikasi dan pengujian terhadap berbagai varietas talas lokal. Kami meneliti aspek produktivitas, adaptasi terhadap lingkungan, serta kualitas umbi untuk pangan olahan. Dari proses itu, kami berhasil menemukan varietas talas yang paling sesuai untuk dikembangkan menjadi produk bernilai tambah, salah satunya digunakan dalam produk Lapis Bogor Sangkuriang. Menjadi bukti bahwa riset akademik bisa bersanding langsung dengan kebutuhan industri, dan yang paling penting, memberi manfaat nyata bagi petani dan keberlanjutan pertanian lokal,” ujar Prof. Dr. Ir. Ernan Rustiadi, M.Agr, Wakil Rektor IPB.

"Kampus IPB juga selalu menjadi kunjungan Agro eduwisata dari seluruh tanah air, juga luar negeri. Lapis Bogor Sangkuriang ini bisa dijadikan oleh-oleh khas bagi para pengunjung ke IPB," tambahnya.

Wali Kota Bogor, Drs. H. Dedie Abdu Rachim, M.A., turut mengapresiasi kolaborasi ini sebagai bentuk nyata sinergi antara pemerintah, akademisi, dan pelaku usaha. “Bogor punya potensi luar biasa, dan talas bisa menjadi wajah kebanggaan kota ini. Kami mendukung penuh upaya seperti ini, karena setiap langkah kecil di ladang bisa menjadi lompatan besar bagi ekonomi lokal.”

Dirinya juga memberikan apresiasi tinggi terhadap Lapis Bogor Sangkuriang sebagai contoh nyata pelaku usaha lokal yang tidak hanya membesarkan mereknya, tetapi juga turut menjaga kearifan lokal dan memperkuat ekonomi daerah.

“Lapis Bogor Sangkuriang telah menunjukkan bahwa produk lokal bisa tumbuh besar tanpa melupakan asal-usulnya. Dukungan terhadap petani talas ini adalah bentuk nyata bagaimana sebuah bisnis bisa ikut menjaga jati diri Bogor, sekaligus berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat. Pemerintah Kota siap mendukung langkah-langkah seperti ini agar talas semakin menjadi simbol kekuatan pangan dan budaya Bogor,” ujar Dedie.

Salah satu petani yang hadir mengungkapkan rasa senang dan syukur karena kini talas yang mereka tanam ada yang menyerap, menjadi bagian dari produk Lapis Bogor Sangkuriang yang dikenal banyak orang. Mereka berharap program ini dapat terus berlanjut, karena Talas bukan hanya sekadar tanaman, melainkan bagian dari hidup mereka dan bagian dari Bogor.

Melalui kolaborasi ini, Lapis Bogor Sangkuriang dan IPB University tak hanya menanam talas, tapi juga menanam harapan, bahwa dengan kekuatan lokal, masa depan pangan Indonesia bisa ditumbuhkan dari tanahnya sendiri.
(dra)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dari Panggung ke Kampung,...
Dari Panggung ke Kampung, Aura Kasih Mantap jadi Peternak Ayam dan Petani
Sibuk Bertani, Narji...
Sibuk Bertani, Narji Cagur Pensiun dari Dunia Lawak?
Film Seribu Bayang Purnama,...
Film Seribu Bayang Purnama, Potret Realita Petani dalam Balutan Cerita Keluarga
Respons Melody Laksani...
Respons Melody Laksani Diusulkan Jadi Duta Petani Milenial: Aku Sarjana Pertanian
GDM Organik Rilis Pupuk...
GDM Organik Rilis Pupuk Organik Granule Bantu Tingkatkan Nutrisi Tanah
Petani Lembang Dapat...
Petani Lembang Dapat Edukasi Produk Samping Industri Pangan dan Konsep Masakan Bijak Garam
Dorong Kesejahteraan...
Dorong Kesejahteraan Petani, Inovasi Fungisida Syngenta Hadir di Jember
Relawan Tim 8 Prabowo-Gibran:...
Relawan Tim 8 Prabowo-Gibran: Program Perhutanan Sosial Jangkau 2 Juta Keluarga Petani
Serap Beras Petani,...
Serap Beras Petani, Kapasitas Gudang Bulog Ditambah hingga 7 Juta Ton
Rekomendasi
Dari Ploso, Gus Ma’shum...
Dari Ploso, Gus Ma’shum Faqih Ingatkan Adab Jadi Penuntun Musyawarah NU
Jepang Pesta Gol, Tunisia...
Jepang Pesta Gol, Tunisia Tersingkir dari Piala Dunia 2026
PDIP: Jika Seluruh Fraksi...
PDIP: Jika Seluruh Fraksi di DPR Hanya Manut Eksekutif, Apa Bedanya dengan Era Orde Baru?
Berita Terkini
Ikut Audisi Miss Indonesia...
Ikut Audisi Miss Indonesia 2026, Wakil dari Sumut Ini Ingin Menginspirasi Perempuan Indonesia
Ultah ke-34, Ayu Ting...
Ultah ke-34, Ayu Ting Ting Pamer Momen Romantis Bareng Kevin Gusnadi
Anang Hermansyah Kompak...
Anang Hermansyah Kompak Wisuda Bareng Ashanty dan Azriel di UNAIR, Raih Gelar S2 dan S3
Audisi DMD Panggung...
Audisi DMD Panggung Rezeki MNCTV Buka Jalan Penyanyi Dangdut Daerah Menuju Panggung Nasional
Kelab Pantai Favorit...
Kelab Pantai Favorit di Bali, Klive Beach Club Menjadi Ikon Baru Uluwatu
Audisi DMD Panggung...
Audisi DMD Panggung Rezeki MNCTV di Mojokerto Diserbu Peserta dari Berbagai Daerah
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved