Hadapi Kanker Payudara: Saatnya Diagnosis Tepat, Terapi Cepat, dan Harapan Nyata

Jum'at, 02 Mei 2025 - 19:35 WIB
loading...
Hadapi Kanker Payudara:...
Diagnosis yang tepat waktu dan akurat sejak awal kunci utama meningkatkan angka harapan hidup penderita kanker. Foto/Dimas Andhika F.
A A A
JAKARTA - Di tengah meningkatnya kasus kanker di Indonesia, satu tantangan besar masih menghantui para perempuan: keterlambatan diagnosis dan pengobatan kanker payudara .

Data dari Global Cancer Observatory menunjukkan bahwa pada tahun 2022, Indonesia mencatat lebih dari 408 ribu kasus kanker, dengan hampir 242 ribu kematian. Kanker payudara menjadi salah satu penyebab utama angka ini.

Baca juga: Peduli Pencegahan Kanker Payudara Diluncurkan di Palangka Raya

Padahal, kunci utama untuk meningkatkan angka harapan hidup penderita kanker payudara terletak pada satu hal yang sederhana namun krusial: diagnosis yang tepat waktu dan akurat sejak awal.

Diagnosis dini: langkah pertama yang sangat penting


“Perawatan kanker payudara yang tepat dimulai dari imaging yang akurat dan diagnosis yang tepat waktu,” tegas Dr. Henry Oscar, Konsultan Radiologi di Luma Women’s Imaging/Medical Centre (Luma), dalam konferensi pers di Jakarta baru-baru ini.

Baca juga: Lawan Kanker Payudara, Pentingnya Edukasi dan Deteksi Dini

Ia menambahkan bahwa tanpa dasar diagnosis yang jelas, pengambilan keputusan medis bisa melenceng dan berdampak pada keberhasilan terapi.

Dr. Peter Ang, Konsultan Senior Onkologi Medis dari OncoCare, juga menekankan pentingnya deteksi dini. “Saya melihat secara langsung bagaimana pasien yang terdiagnosis sejak awal punya peluang kesembuhan yang jauh lebih besar dibandingkan mereka yang datang saat kanker sudah memasuki stadium lanjut,” ujarnya

Menurut Dr. Tang Siau-Wei, Konsultan Senior dan Ahli Bedah Payudara di Solis, banyak pasien dari Indonesia baru datang ke Singapura saat kondisinya sudah parah. “Kebanyakan dari mereka sudah stadium 4. Padahal kalau dideteksi sejak stadium 2 atau 3, peluang sembuhnya masih sangat tinggi,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya kesadaran akan gejala-gejala umum seperti benjolan, cairan dari puting, perubahan kulit di sekitar payudara, hingga bentuk puting yang berubah. Sayangnya, masih banyak perempuan yang tidak menyadari tanda-tanda awal ini hingga kondisinya memburuk.

Teknologi canggih bukan segalanya


Meski teknologi imaging makin maju, Dr. Henry mengingatkan bahwa interpretasi hasil tetap menjadi kunci. Di Advanced Radiology Centre milik Luma di Singapura, tim dokter spesialis radiologi dan patologi bekerja secara langsung dan terintegrasi, didukung fasilitas day care surgery yang memungkinkan pengambilan keputusan cepat dan presisi.

Langkah ini tak hanya meningkatkan efektivitas terapi, tapi juga mengurangi kebutuhan prosedur lanjutan dan mempercepat proses pemulihan.

Tak hanya itu, berbagai pendekatan modern mulai dari lumpektomi, mastektomi, hingga teknik onkoplastik yang mempertimbangkan estetika tubuh pasien dibutuhkan dalam treatment kanker Payudara. Prosedur seperti biopsi terpadu dan teknik minimal invasif juga menjadi standar, dengan tujuan utama memastikan diagnosis akurat sekaligus mempercepat pemulihan.

Terapi personal yang disesuaikan dengan kebutuhan pasien


Di Pusat Onkologi Medis OncoCare, pendekatan terapi kini semakin personal. Menggunakan terapi target dan terapi berbasis genetik, serta akses ke uji klinis terbaru memungkinkan dokter bisa menyesuaikan perawatan dengan karakteristik biologis dari kanker setiap pasien. Ini penting, karena tidak ada dua kasus kanker payudara yang sama.

“Strategi pengobatan yang tepat sejak awal akan sangat menentukan hasil akhirnya,” kata Dr. Tang. “Pasien harus berada di pusat layanan yang berpengalaman, ditangani oleh tim multidisiplin dengan jam terbang tinggi," timpalnya.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Wamenkes Dante: Kanker...
Wamenkes Dante: Kanker Tiroid pada Laki-laki Berisiko Lebih Ganas dibanding Wanita
Jenguk Haji Bolot di...
Jenguk Haji Bolot di RS, Rico Ceper Ungkap Momen Mengharukan
Kronologi Haji Bolot...
Kronologi Haji Bolot Dilarikan ke RS karena Serangan Jantung, Bermula dari Sesak Napas
Isu Semprot Parfum di...
Isu Semprot Parfum di Leher Sebabkan Kanker dan Tiroid Ternyata Mitos, Ini Kata Dokter
Tips Sate Sehat Anti...
Tips Sate Sehat Anti Kanker ala Menkes, Cocok untuk Olahan Daging Kurban
Angka Kasus Kanker Tembus...
Angka Kasus Kanker Tembus 408 Ribu, Teknologi SPECT/CT Pertama Hadir untuk Putus Diagnosis Stadium Lanjut
Prabowo Resmikan RSUD...
Prabowo Resmikan RSUD KH Muhammad Thohir Krui, Komitmen Ingin Memodernisasi RS dalam 3 Tahun
Kisah Penipu Paling...
Kisah Penipu Paling Setia: Palsukan Slip Pembayaran RS hingga 4 Tahun demi Selamatkan Nyawa Istri
IHEX 2026 di Tangerang...
IHEX 2026 di Tangerang Dorong Sertifikasi Rumah Sakit Syariah yang Inklusif
Rekomendasi
MUI Tegaskan LGBT adalah...
MUI Tegaskan LGBT adalah Penyimpangan: Wajib Disembuhkan
Vasanta Kembangkan Hunian...
Vasanta Kembangkan Hunian Suburban Berkonsep Alam
Imbas BI Rate Naik,...
Imbas BI Rate Naik, Pasar Rumah Kelas Menengah Mulai Ngerem
Berita Terkini
Sinopsis The Last Girl...
Sinopsis The Last Girl on the Trafficking List di V+Short, Kisah Olive Terjebak Sindikat Berbahaya
Randy Martin Buka Bisnis...
Randy Martin Buka Bisnis Photobooth, Kemesraannya dengan Lyodra Curi Perhatian
Liburan Sekolah Makin...
Liburan Sekolah Makin Seru dengan Petualangan dan Aktivitas Keluarga
Meriah! Road To Kilau...
Meriah! Road To Kilau Raya MNCTV Guncang Mojokerto dengan Penampilan Inul Daratista dan Happy Asmara
Usia Peserta Miss Indonesia...
Usia Peserta Miss Indonesia Kini 19-25 Tahun, RCTI Cari Kandidat yang Lebih Matang untuk Miss World
Ikut Audisi Miss Indonesia...
Ikut Audisi Miss Indonesia 2026, Wakil dari Sumut Ini Ingin Menginspirasi Perempuan Indonesia
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved