Pangeran Harry Ingin Damai dengan Raja Charles sebelum Terlambat: Tidak Ada Gunanya Terus Bertikai
Senin, 05 Mei 2025 - 04:30 WIB
loading...
Pangeran Harry menyuarakan keingiannya untuk damai dengan Raja Charles III dan memperbaiki hubungannya dengan keluarga kerajaan lainnya di tengah ketegangan. Foto/Newsweek
A
A
A
JAKARTA - Pangeran Harry menyuarakan keingiannya untuk damai dengan Raja Charles III dan memperbaiki hubungannya dengan keluarga kerajaan lainnya. Harapan itu diungkap di tengah ketegangan berkepanjangan yang melibatkan urusan keamanan dan komunikasi yang renggang.
Dalam wawancara terbarunya bersama BBC, Pangeran Harry mengungkapkan keinginannya untuk berdamai. Terutama di saat sang ayah, Raja Charles III yang tengah berjuang melawan penyakit kanker.
"Ada begitu banyak perselisihan antara saya dan sebagian keluarga saya,"kataHarry dilansir dari Marca, Senin (5/5/2025).
"Tapi saya sudah memaafkan mereka. Hidup ini berharga. Aku ingin berbaikan dengan keluargaku," sambungnya.
Baca Juga: Pangeran Harry Kalah Banding, Gagal Dapatkan Kembali Keamanan Kerajaan Inggris
![Pangeran Harry Ingin Damai dengan Raja Charles sebelum Terlambat: Tidak Ada Gunanya Terus Bertikai]()
Foto/People
Suami Meghan Markle itu menyiratkan penyesalan atas konflik yang telah berlangsung cukup lama. Ia menegaskan bahwa tak ada yang tahu berapa banyak waktu yang tersisa, sehingga rekonsiliasi menjadi lebih mendesak.
Dalam wawancara terbarunya bersama BBC, Pangeran Harry mengungkapkan keinginannya untuk berdamai. Terutama di saat sang ayah, Raja Charles III yang tengah berjuang melawan penyakit kanker.
"Ada begitu banyak perselisihan antara saya dan sebagian keluarga saya,"kataHarry dilansir dari Marca, Senin (5/5/2025).
"Tapi saya sudah memaafkan mereka. Hidup ini berharga. Aku ingin berbaikan dengan keluargaku," sambungnya.
Baca Juga: Pangeran Harry Kalah Banding, Gagal Dapatkan Kembali Keamanan Kerajaan Inggris

Foto/People
Suami Meghan Markle itu menyiratkan penyesalan atas konflik yang telah berlangsung cukup lama. Ia menegaskan bahwa tak ada yang tahu berapa banyak waktu yang tersisa, sehingga rekonsiliasi menjadi lebih mendesak.
Lihat Juga :