Pameran Batik dan Tekstil Indonesia Tampilkan Warisan Budaya di Potsdam Jerman
Selasa, 06 Mei 2025 - 11:20 WIB
loading...
A
A
A
Seluruh batik yang dipamerkan merupakan hasil karya UKM lokal Indonesia, yang secara khusus dibeli dan dibawa langsung oleh Ambar untuk dipamerkan kepada publik Eropa.
Inisiatif ini mencerminkan komitmennya terhadap pemberdayaan pelaku usaha mikro dan promosi warisan budaya Indonesia di pasar global. Terutama Jerman.
Acara ini tidak hanya menjadi ajang visual, tetapi juga edukatif. Ambar memberikan penjelasan mendalam mengenai sejarah, filosofi, hingga makna di balik motif-motif batik dari tiap daerah, serta mendemonstrasikan cara memakai batik agar tetap modis dan fungsional dalam kehidupan sehari-hari.
Respons para tamu sangat positif. Mereka antusias belajar langsung tentang batik, dan merasa terkesan dengan kekayaan budaya Indonesia yang diperkenalkan secara personal dan hangat.
Baca Juga: 3 Gaya Giring Ganesha Dipanggil Prabowo, Tampil Resmi dengan Batik
Tak hanya batik, nuansa Indonesia juga dihadirkan lewat hidangan jajan pasar khas Nusantara. Seperti klepon, pisang goreng, wajik, dan wingko babat, yang memperkaya pengalaman budaya dalam pameran tersebut.
Inisiatif ini mencerminkan komitmennya terhadap pemberdayaan pelaku usaha mikro dan promosi warisan budaya Indonesia di pasar global. Terutama Jerman.
Acara ini tidak hanya menjadi ajang visual, tetapi juga edukatif. Ambar memberikan penjelasan mendalam mengenai sejarah, filosofi, hingga makna di balik motif-motif batik dari tiap daerah, serta mendemonstrasikan cara memakai batik agar tetap modis dan fungsional dalam kehidupan sehari-hari.
Respons para tamu sangat positif. Mereka antusias belajar langsung tentang batik, dan merasa terkesan dengan kekayaan budaya Indonesia yang diperkenalkan secara personal dan hangat.
Baca Juga: 3 Gaya Giring Ganesha Dipanggil Prabowo, Tampil Resmi dengan Batik
Tak hanya batik, nuansa Indonesia juga dihadirkan lewat hidangan jajan pasar khas Nusantara. Seperti klepon, pisang goreng, wajik, dan wingko babat, yang memperkaya pengalaman budaya dalam pameran tersebut.
Lihat Juga :