Budaya Hidup Sehat Dimulai dari Rumah, Keluarga Berperan Lindungi Anak dari Penyakit
Sabtu, 10 Mei 2025 - 14:00 WIB
loading...
A
A
A
Imunisasi, lantas bukan hanya sebagai tujuan kesehatan masyarakat, tetapi juga sebagai upaya bersama yang mudah didekati, mudah dipahami, dan dapat dijangkau oleh setiap keluarga.
Pendekatan berbasis masyarakat ini merupakan inti dari Keluarga Sigap, sebuah inisiatif kemitraan yang selaras dengan tujuan Pekan Imunisasi Dunia untuk mempromosikan akses yang adil terhadap vaksin dan melindungi setiap anak.
Program ini berfokus pada tiga perilaku sederhana namun kuat, yaitu mencuci tangan pakai sabun, imunisasi anak tepat waktu dan lengkap, dan peningkatan gizi, termasuk pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama.
Keluarga SIGAP membekali kader kesehatan setempat untuk memimpin perubahan perilaku yang berkelanjutan di lingkungan mereka.
Dampaknya sangat nyata. Di lokasi percontohan seperti Kabupaten Bogor (Jawa Barat) dan Kabupaten Banjar (Kalimantan Selatan), cakupan vaksin dan perilaku kesehatan menunjukkan peningkatan yang signifikan.
Cakupan vaksin PCV1, yang penting untuk mencegah pneumonia, meningkat dari 28% menjadi 64%, sementara cuci tangan pakai sabun sebelum memberi makan anak meningkat dari 50% menjadi 81%.
Praktik-praktik gizi juga telah meningkat: proporsi anak-anak yang menerima makanan dengan lebih dari lima kelompok makanan meningkat sebesar 11%, yang mengindikasikan keragaman makanan yang lebih baik.
Selain itu, persetujuan terhadap rekomendasi pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama-tanpa air putih pun meningkat dari 90% menjadi 94%, yang mencerminkan kepatuhan yang lebih kuat terhadap praktik pemberian makan bayi yang optimal.
Intan Widayati, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat di Dinas Kesehatan Bogor, menyoroti dampak positif tersebut.
“Pembelajaran dari program SIGAP juga dirasakan di tingkat desa. Beberapa desa bahkan sudah mulai mengalokasikan dana desa untuk keberlanjutan program ini hingga tahun 2025,” ujarnya.
Pendekatan berbasis masyarakat ini merupakan inti dari Keluarga Sigap, sebuah inisiatif kemitraan yang selaras dengan tujuan Pekan Imunisasi Dunia untuk mempromosikan akses yang adil terhadap vaksin dan melindungi setiap anak.
Program ini berfokus pada tiga perilaku sederhana namun kuat, yaitu mencuci tangan pakai sabun, imunisasi anak tepat waktu dan lengkap, dan peningkatan gizi, termasuk pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama.
Keluarga SIGAP membekali kader kesehatan setempat untuk memimpin perubahan perilaku yang berkelanjutan di lingkungan mereka.
Dampaknya sangat nyata. Di lokasi percontohan seperti Kabupaten Bogor (Jawa Barat) dan Kabupaten Banjar (Kalimantan Selatan), cakupan vaksin dan perilaku kesehatan menunjukkan peningkatan yang signifikan.
Cakupan vaksin PCV1, yang penting untuk mencegah pneumonia, meningkat dari 28% menjadi 64%, sementara cuci tangan pakai sabun sebelum memberi makan anak meningkat dari 50% menjadi 81%.
Praktik-praktik gizi juga telah meningkat: proporsi anak-anak yang menerima makanan dengan lebih dari lima kelompok makanan meningkat sebesar 11%, yang mengindikasikan keragaman makanan yang lebih baik.
Selain itu, persetujuan terhadap rekomendasi pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama-tanpa air putih pun meningkat dari 90% menjadi 94%, yang mencerminkan kepatuhan yang lebih kuat terhadap praktik pemberian makan bayi yang optimal.
Intan Widayati, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat di Dinas Kesehatan Bogor, menyoroti dampak positif tersebut.
“Pembelajaran dari program SIGAP juga dirasakan di tingkat desa. Beberapa desa bahkan sudah mulai mengalokasikan dana desa untuk keberlanjutan program ini hingga tahun 2025,” ujarnya.
Lihat Juga :