6 Alasan Pangeran Harry Dibenci Raja Charles III, Kritik Ratu Camilla Tak Termaafkan
Minggu, 11 Mei 2025 - 14:00 WIB
loading...
A
A
A
Pangeran 40 tahun ini dianggap mengkhianati tanggung jawabnya terhadap keluarga dan negara. Charles yang menjunjung tinggi nilai-nilai tradisional kerajaan merasa dikhianati oleh keputusan anaknya yang memilih kehidupan independen di luar Inggris, apalagi karena langkah tersebut diumumkan secara publik tanpa persetujuan keluarga.
Pada tahun 2021, Harry dan Meghan melakukan wawancara eksklusif dengan Oprah Winfrey yang memicu kehebohan global. Dalam wawancara itu, mereka mengungkapkan berbagai masalah internal keluarga kerajaan, termasuk isu rasial dan kesehatan mental.
Raja 76 tahun itu merasa bahwa tindakan membuka aib keluarga ke publik adalah pelanggaran berat terhadap kode kehormatan kerajaan. Baginya, masalah internal seharusnya diselesaikan secara pribadi dan tidak digunakan sebagai alat untuk membentuk opini publik.
Salah satu tuduhan paling mengejutkan dalam wawancara Oprah adalah pernyataan pasangan Sussex tersebut bahwa ada anggota keluarga kerajaan yang mengkhawatirkan warna kulit anak mereka, Pangeran Archie. Walau tidak menyebut nama, tudingan ini menyulut kemarahan dan mempermalukan keluarga kerajaan di mata dunia.
Charles, sebagai kepala keluarga, merasa tudingan tersebut menyerang reputasi kerajaan yang telah dijaga selama berabad-abad. Ia tidak hanya merasa diserang secara pribadi, tetapi juga merasa Kerajaan Inggris dilecehkan oleh putra bungsunya sendiri.
Baca Juga: Raja Charles III Kesal dengan Reaksi Lebay Pangeran Harry soal Keamanan Kerajaan
Harry dan Meghan diketahui menandatangani kontrak besar dengan Netflix dan Spotify untuk membuat konten yang sebagian besar berkaitan dengan pengalaman mereka di lingkungan kerajaan. Dalam beberapa dokumenter, mereka kembali mengangkat cerita yang menyudutkan pihak istana.
2. Wawancara Kontroversial dengan Oprah Winfrey
Pada tahun 2021, Harry dan Meghan melakukan wawancara eksklusif dengan Oprah Winfrey yang memicu kehebohan global. Dalam wawancara itu, mereka mengungkapkan berbagai masalah internal keluarga kerajaan, termasuk isu rasial dan kesehatan mental.
Raja 76 tahun itu merasa bahwa tindakan membuka aib keluarga ke publik adalah pelanggaran berat terhadap kode kehormatan kerajaan. Baginya, masalah internal seharusnya diselesaikan secara pribadi dan tidak digunakan sebagai alat untuk membentuk opini publik.
3. Tudingan Rasisme dalam Keluarga Kerajaan
Salah satu tuduhan paling mengejutkan dalam wawancara Oprah adalah pernyataan pasangan Sussex tersebut bahwa ada anggota keluarga kerajaan yang mengkhawatirkan warna kulit anak mereka, Pangeran Archie. Walau tidak menyebut nama, tudingan ini menyulut kemarahan dan mempermalukan keluarga kerajaan di mata dunia.
Charles, sebagai kepala keluarga, merasa tudingan tersebut menyerang reputasi kerajaan yang telah dijaga selama berabad-abad. Ia tidak hanya merasa diserang secara pribadi, tetapi juga merasa Kerajaan Inggris dilecehkan oleh putra bungsunya sendiri.
Baca Juga: Raja Charles III Kesal dengan Reaksi Lebay Pangeran Harry soal Keamanan Kerajaan
4. Proyek-proyek Media yang Menyerang Kerajaan
Harry dan Meghan diketahui menandatangani kontrak besar dengan Netflix dan Spotify untuk membuat konten yang sebagian besar berkaitan dengan pengalaman mereka di lingkungan kerajaan. Dalam beberapa dokumenter, mereka kembali mengangkat cerita yang menyudutkan pihak istana.
Lihat Juga :