Pentingnya Kepatuhan hingga Perawatan dalam Pemulihan Bipolar dan Skizofrenia

Rabu, 14 Mei 2025 - 13:20 WIB
loading...
A A A
Diagnosis dan intervensi dini sangat penting untuk meningkatkan hasil pengobatan, namun kompleksitas kasus yang muncul pada tahap awal sering kali menyebabkan keterlambatan deteksi dan penanganan. Prof. Tjhin kembali menerangkan, “Beberapa hambatan dan tantangan dalam penanganan GB dan Skizofrenia pada anak dan remaja mencakup: gejala yang bertumpang tindih dengan gejala dari gangguan mental lainnya seperti gejala ADHD, autisme, dll; kadang dianggap sebagai perilaku anak yang wajar padahal sudah menunjukkan tanda awal; hambatan komunikasi anak yang mungkin kurang mampu mengekspresikan apa yang dirasakan atau dipikirkan; kurangnya studi dan manajemen yang baku khusus untuk anak dan remaja; ketidakpatuhan terhadap pengobatan; hingga stigma orang tua dan masyarakat yang merasa gangguan mental masih tabu sehingga cenderung menyangkal atau menyembunyikan kondisi tersebut.”

Prof Tjhin kembali menjelaskan, bahwa GB ataupun Skizofrenia pada anak-anak dan remaja adalah kondisi kronis, “Namun, meskipun demikian dengan perawatan yang efektif seperti tatalaksana komprejensif yang tepat dan sesuai, tentu dapat membantu untuk mengatasi gejala, serta meningkatkan kualitas hidup anak dan remaja secara signifikan. Dengan penanganan yang tepat, anak dan remaja dapat belajar mengelola perubahan suasana perasaan mereka agar bisa menjadi pulih dan menjalani kehidupan yang tetap produktif di tengah masyarakat,” katanya.

“Oleh sebab itu, peran compliance atau kepatuhan dan berobat secara optimal dalam pemulihan pasien anak dan remaja dengan GB maupun Skizofrenia sangat krusial dan berdampak langsung terhadap prognosis jangka panjang, stabilitas kondisi, dan kualitas hidup. Mereka yang patuh umumnya jarang mengalami kekambuhan, bisa memperbaiki hubungan sosial, mengikuti pendidikan secara normal, dan lebih konsisten dalam menjalani tugas tanggung jawabnya sebagai anak atau remaja. Namun, tantangan utama dalam penanganan kasus-kasus GB dan Skizofrenia sampai saat ini adalah “kepatuhan berobat” dan “tatalaksana yang optimal” karena di Indonesia masih banyak orang yang takut terhadap stigma buruk, literasi kesehatan jiwa yang kurang, serta kekhawatiran pengaruh obat jangka panjang terhadap perkembangan dan pertumbuhan anak dan remaja,” jelas Prof. Tjhin.

Prof. Tjhin menambahkan, “Keluarga dan lingkungan sekitar, atau disebut sebagai support system, memiliki peran penting bagi anak dan remaja dengan GB dan Skizofrenia. Dukungan tersebut berdampak langsung pada stabilisasi emosi dan penguatan psikologis yang bermakna, meningkatkan kepatuhan pengobatan, membantu mengurangi stigma negatif dan isolasi sosial, serta mendorong pemulihan sosial dan fungsi akademik anak dan remaja. Oleh sebab itu, keluarga dan lingkungan sekitar sebagai support system yang pertama, harus mau memperluas pengetahuan dan pemahaman yaitu terus belajar terkait dengan GB dan Skizofrenia pada anak dan remaja, mau terlibat langsung dalam menejemen tatalakasana, dan penjadi pengingat agar anak dan remaja bisa berobat dengan teratur, mengonsumsi obat sesuai dengan aturan yang diberikan, dan menjalani terapi psikososial secara rutin. Begitu pula dengan lingkungan sekitarnya. Intinya, penganangannya memang perlu pendekatan eklektik, holistik, dan multidisiplin.

Pada kesempatan yang sama, Dr. dr. Khamelia Malik, SpKJ(K), Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa FKUIRSCM menjelaskan, “Mirip dengan kondisi pada anak dan remaja, GB dan Skizofrenia pada orang dewasa tentunya akan menurunkan kualitas hidup mereka. GB pada orang dewasa juga ditandai dengan perubahan ekstrem pada suasana perasaan atau mood, energi, dan tingkat aktivitas, yang sering kali bergantian antara periode mania (atau hipomania) dan depresi atau campuran keduanya. Perubahan suasana hati ini dapat berdampak signifikan pada kemampuan seseorang untuk menjalani kehidupan sehari-hari, pekerjaan, dan relasi sosial mereka. Orang dengan Skizofrenia (ODS) juga demikian, pada usia dewasa biasanya mulai muncul antara akhir masa remaja hingga awal usia 30-an, dengan gejala yang bisa meliputi halusinasi, waham atau delusi, dan perubahan perilaku yang tentunya mengganggu fungsi sosial dan pekerjaan.”

Insidensi GB dan Skizofrenia pada usia dewasa jauh lebih banyak dan lebih disoroti dibandingkan pasien anak dan remaja. Namun pada kenyataannya, meskipun angkanya lebih besar pada usia dewasa, masih banyak pasien dewasa yang sudah didiagnosa dan paham terhadap penyakitnya namun terkendala dalam menjalani terapi jangka panjang sehingga tidak patuh dalam pengobatan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jangan Tunda Penanganan!...
Jangan Tunda Penanganan! Gangguan Bipolar dan Skizofrenia Perlu Terapi Cepat dan Tepat
7 Artis Hollywood yang...
7 Artis Hollywood yang Idap Bipolar, Nomor 5 Dirawat di Rumah Sakit Jiwa
Marshanda Unggah Foto...
Marshanda Unggah Foto bak Prewedding, Netizen: S3 Marketing?
Komika Uus Dihujat Netizen,...
Komika Uus Dihujat Netizen, Samakan Perempuan yang Menstruasi dengan Penderita Bipolar
Marshanda Sempat Alami...
Marshanda Sempat Alami Fase Psikotik saat Bipolar, Tak Tidur 14 Hari
Atiek CB Berjuang Lawan...
Atiek CB Berjuang Lawan Bipolar Sejak Kecil dengan Jadi Penyanyi
Kalah Memalukan, Ryan...
Kalah Memalukan, Ryan Garcia Salahkan Kecanduan Alkohol dan Bipolar
Kisah Gayuh Wisudawan...
Kisah Gayuh Wisudawan Terbaik UGM Peraih IPK 3,91, Kuliah Sambil Rawat Jalan
Imbas Tren Mobil listrik,...
Imbas Tren Mobil listrik, Dunia Kesehatan Keluhkan Pasokan Lithium untuk Obat
Rekomendasi
Indonesia Ingin Bangun...
Indonesia Ingin Bangun Pusat Keuangan Berdaya Saing Global, Bali Jadi Kandidat Bukan IKN
Roy Suryo Ajukan Praperadilan...
Roy Suryo Ajukan Praperadilan di PN Jaksel, Kubu Jokowi Sebut Mengulur Waktu
Percepat Program Prioritas...
Percepat Program Prioritas Ketahanan Pangan, KKP Dorong Kolaborasi Nasional
Berita Terkini
Mac and Cheese Kian...
Mac and Cheese Kian Digemari Anak Muda, Macaroni Holic Hadirkan Rasa Creamy ala Kafe
Comeback Lewat Film...
Comeback Lewat Film Seni Merayu Tuhan, Onad Ungkap Kekagumannya pada Habib Jafar
RCTI Rilis Sinetron...
RCTI Rilis Sinetron 'Terlanjur Mencintaimu', Chicco Jerikho dan Marsha Aruan Siap Bikin Baper
Hiburan di Mobil Makin...
Hiburan di Mobil Makin Mudah, Konten Vertikal Jadi Pilihan Baru Penonton
Microdrama China The...
Microdrama China The Little Lucky Star Tayang di V+Short, Ini Sinopsisnya
Liburan Mewah Tetap...
Liburan Mewah Tetap Bisa Hemat: Hotel Bintang 4 dan 5 Mulai Rp300.000
Infografis
Daftar 10 Pemain Tersubur...
Daftar 10 Pemain Tersubur dalam Sejarah Piala Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved