5 Gejala Ginjal Rusak yang Bisa Dilihat di Kaki, Jangan Sepelekan Gatal
Jum'at, 23 Mei 2025 - 16:40 WIB
loading...
Gejala ginjal rusak yang bisa dilihat di kaki sangat beragam. Tanpa disadari, kaki bisa menjadi area pertama yang menunjukkan tanda-tanda kerusakan ginjal. Foto/Freepik
A
A
A
JAKARTA - Gejala ginjal rusak yang bisa dilihat di kaki sangat beragam. Ginjal yang bermasalah tak selalu menunjukkan gejala lewat urine atau nyeri pinggang. Tanpa disadari, kaki bisa menjadi area pertama yang menunjukkan tanda-tanda kerusakan ginjal.
Mulai dari gatal tanpa sebab, bengkak, hingga kesemutan, gejala-gejala ini sering kali diabaikan. Ginjal sendiri merupakan organ vital yang bekerja tanpa henti menyaring limbah dari darah, mengatur cairan tubuh, dan menjaga keseimbangan elektrolit.
Namun ketika fungsinya mulai terganggu, tubuh bisa mengirimkan sinyal-sinyal peringatan. Termasuk melalui kaki, bagian tubuh yang sering kali diabaikan sebagai indikator awal masalah ginjal.
Berikut lima gejala ginjal rusak yang bisa dilihat di kaki dilansir dari Times of India, Jumat (23/5/2025).
Baca Juga: 6 Jenis Nyeri Punggung yang Menandakan Masalah di Ginjal, Hati, dan Paru-paru
Bengkak ringan yang datang dan pergi di pergelangan kaki, terutama pada sore atau malam hari, bisa menjadi gejala awal. Bekas kaus kaki yang terlihat lebih dalam dari biasanya juga bisa menjadi petunjuk.
Ginjal yang melemah tidak mampu membuang kelebihan cairan dan natrium secara efektif, sehingga cairan menumpuk di bagian bawah tubuh seperti kaki dan pergelangan kaki. Jika bengkak terjadi tanpa penyebab yang jelas dan terjadi berulang, sebaiknya segera diperiksa.
Jika Anda merasakan gatal yang terus-menerus di bagian betis atau kaki, padahal kulit tidak tampak kering atau berjerawat, itu bisa menjadi tanda gangguan ginjal.
Saat ginjal gagal menyaring racun dari darah, zat-zat limbah bisa menumpuk dan memicu rasa gatal dari dalam tubuh. Kondisi ini dikenal sebagai pruritus uremik. Gatal ini berbeda dengan gatal biasa karena tidak disertai ruam atau iritasi kulit.
Sering mengalami kram otot atau kejang di betis saat tidur atau saat beristirahat? Ini bisa jadi pertanda tubuh kekurangan keseimbangan mineral akibat gangguan fungsi ginjal.
Ketika ginjal tidak menyaring darah dengan baik, kadar elektrolit seperti kalium, kalsium, dan natrium menjadi tidak seimbang. Akibatnya, otot bisa bereaksi dengan kram atau kontraksi mendadak, terutama di malam hari.
Baca Juga: 7 Ciri-ciri Ginjal Rusak, Tubuh Bengkak Jadi Gejala Awal
Warna kulit di jari kaki atau telapak kaki yang tampak lebih gelap, kebiruan, atau seperti memar tanpa sebab juga patut diwaspadai.
Penurunan fungsi ginjal dapat memengaruhi sirkulasi darah. Saat aliran oksigen ke kaki berkurang, kulit dapat berubah warna. Ini bukan memar biasa, melainkan tanda sirkulasi yang kurang optimal akibat penurunan kinerja ginjal.
Merasa kaki kesemutan atau mati rasa tanpa sebab jelas, bahkan saat duduk atau beristirahat? Bisa jadi itu tanda neuropati perifer, gangguan saraf yang juga bisa dipicu oleh penurunan fungsi ginjal.
Ginjal berperan dalam menjaga keseimbangan elektrolit dan membuang racun. Saat racun menumpuk, saraf-saraf kecil bisa terganggu dan menyebabkan sensasi seperti ditusuk jarum, baal, atau mati rasa.
Kerusakan ginjal sering kali berkembang secara perlahan dan diam-diam. Selain tanda-tanda di kaki, beberapa gejala umum lainnya termasuk:
1. Kelelahan berkepanjangan
2. Kesulitan berkonsentrasi
3. Urine berbusa atau berdarah
4. Frekuensi buang air kecil meningkat, terutama malam hari
5. Bengkak di sekitar mata, tangan, atau pergelangan kaki
Menjaga kesehatan ginjal bisa dimulai dengan gaya hidup sehat. Seperti banyak minum air putih, mengurangi konsumsi garam dan protein berlebihan, rutin berolahraga, serta melakukan pemeriksaan darah dan urin secara berkala, terutama jika memiliki riwayat diabetes atau tekanan darah tinggi.
Jika Anda mengalami salah satu dari gejala di atas secara berulang atau berkelanjutan, penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter. Mengenali tanda-tanda dini bisa menjadi langkah krusial dalam mencegah kerusakan ginjal lebih lanjut.
Baca Juga: 7 Ikan yang Menyehatkan Ginjal, Patin Rendah Kolesterol
Mulai dari gatal tanpa sebab, bengkak, hingga kesemutan, gejala-gejala ini sering kali diabaikan. Ginjal sendiri merupakan organ vital yang bekerja tanpa henti menyaring limbah dari darah, mengatur cairan tubuh, dan menjaga keseimbangan elektrolit.
Namun ketika fungsinya mulai terganggu, tubuh bisa mengirimkan sinyal-sinyal peringatan. Termasuk melalui kaki, bagian tubuh yang sering kali diabaikan sebagai indikator awal masalah ginjal.
Berikut lima gejala ginjal rusak yang bisa dilihat di kaki dilansir dari Times of India, Jumat (23/5/2025).
5 Gejala Ginjal Rusak yang Bisa Dilihat di Kaki
Baca Juga: 6 Jenis Nyeri Punggung yang Menandakan Masalah di Ginjal, Hati, dan Paru-paru
1. Pembengkakan di Pergelangan Kaki
Bengkak ringan yang datang dan pergi di pergelangan kaki, terutama pada sore atau malam hari, bisa menjadi gejala awal. Bekas kaus kaki yang terlihat lebih dalam dari biasanya juga bisa menjadi petunjuk.
Ginjal yang melemah tidak mampu membuang kelebihan cairan dan natrium secara efektif, sehingga cairan menumpuk di bagian bawah tubuh seperti kaki dan pergelangan kaki. Jika bengkak terjadi tanpa penyebab yang jelas dan terjadi berulang, sebaiknya segera diperiksa.
2. Gatal di Kaki Tanpa Sebab Jelas
Jika Anda merasakan gatal yang terus-menerus di bagian betis atau kaki, padahal kulit tidak tampak kering atau berjerawat, itu bisa menjadi tanda gangguan ginjal.
Saat ginjal gagal menyaring racun dari darah, zat-zat limbah bisa menumpuk dan memicu rasa gatal dari dalam tubuh. Kondisi ini dikenal sebagai pruritus uremik. Gatal ini berbeda dengan gatal biasa karena tidak disertai ruam atau iritasi kulit.
3. Kram di Betis saat Malam Hari
Sering mengalami kram otot atau kejang di betis saat tidur atau saat beristirahat? Ini bisa jadi pertanda tubuh kekurangan keseimbangan mineral akibat gangguan fungsi ginjal.
Ketika ginjal tidak menyaring darah dengan baik, kadar elektrolit seperti kalium, kalsium, dan natrium menjadi tidak seimbang. Akibatnya, otot bisa bereaksi dengan kram atau kontraksi mendadak, terutama di malam hari.
Baca Juga: 7 Ciri-ciri Ginjal Rusak, Tubuh Bengkak Jadi Gejala Awal
4. Perubahan Warna Kulit di Area Kaki
Warna kulit di jari kaki atau telapak kaki yang tampak lebih gelap, kebiruan, atau seperti memar tanpa sebab juga patut diwaspadai.
Penurunan fungsi ginjal dapat memengaruhi sirkulasi darah. Saat aliran oksigen ke kaki berkurang, kulit dapat berubah warna. Ini bukan memar biasa, melainkan tanda sirkulasi yang kurang optimal akibat penurunan kinerja ginjal.
5. Kesemutan atau Mati Rasa di Kaki
Merasa kaki kesemutan atau mati rasa tanpa sebab jelas, bahkan saat duduk atau beristirahat? Bisa jadi itu tanda neuropati perifer, gangguan saraf yang juga bisa dipicu oleh penurunan fungsi ginjal.
Ginjal berperan dalam menjaga keseimbangan elektrolit dan membuang racun. Saat racun menumpuk, saraf-saraf kecil bisa terganggu dan menyebabkan sensasi seperti ditusuk jarum, baal, atau mati rasa.
Gejala Kerusakan Ginjal Lain yang Harus Diwaspadai
Kerusakan ginjal sering kali berkembang secara perlahan dan diam-diam. Selain tanda-tanda di kaki, beberapa gejala umum lainnya termasuk:
1. Kelelahan berkepanjangan
2. Kesulitan berkonsentrasi
3. Urine berbusa atau berdarah
4. Frekuensi buang air kecil meningkat, terutama malam hari
5. Bengkak di sekitar mata, tangan, atau pergelangan kaki
Langkah Pencegahan
Menjaga kesehatan ginjal bisa dimulai dengan gaya hidup sehat. Seperti banyak minum air putih, mengurangi konsumsi garam dan protein berlebihan, rutin berolahraga, serta melakukan pemeriksaan darah dan urin secara berkala, terutama jika memiliki riwayat diabetes atau tekanan darah tinggi.
Jika Anda mengalami salah satu dari gejala di atas secara berulang atau berkelanjutan, penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter. Mengenali tanda-tanda dini bisa menjadi langkah krusial dalam mencegah kerusakan ginjal lebih lanjut.
Baca Juga: 7 Ikan yang Menyehatkan Ginjal, Patin Rendah Kolesterol
(dra)
Lihat Juga :