Stroke Genetik Bisa Serang Usia Muda, RS PON Hadirkan Pusat Khusus Moyamoya
Minggu, 25 Mei 2025 - 13:30 WIB
loading...
A
A
A
Sejak 2020, RS PON secara intensif mengembangkan layanan bedah bypass otak, dengan rata-rata menangani 70 pasien per tahun.
Saat ini, tim multidisiplin RS PON, mulai dari neurolog, radiolog, hingga bedah saraf, telah membangun sistem rujukan yang solid.
Ke depan, RS PON berencana memperluas jejaring layanan moyamoya di berbagai daerah.
“Kalau kasus makin banyak, tidak semua harus dirujuk ke RS PON. Akan dibentuk sentra-sentra di daerah, sehingga akses pasien semakin mudah,” pungkas dr. Kusdiansah.
RS PON saat ini juga tengah menyusun data nasional untuk memetakan angka kejadian dan faktor risiko stroke genetik di Indonesia, yang selama ini belum terdokumentasi dengan baik.
Diharapkan, dalam lima tahun mendatang, Indonesia sudah memiliki sistem pendataan dan protokol layanan moyamoya yang setara dengan standar internasional.
Saat ini, tim multidisiplin RS PON, mulai dari neurolog, radiolog, hingga bedah saraf, telah membangun sistem rujukan yang solid.
Ke depan, RS PON berencana memperluas jejaring layanan moyamoya di berbagai daerah.
“Kalau kasus makin banyak, tidak semua harus dirujuk ke RS PON. Akan dibentuk sentra-sentra di daerah, sehingga akses pasien semakin mudah,” pungkas dr. Kusdiansah.
RS PON saat ini juga tengah menyusun data nasional untuk memetakan angka kejadian dan faktor risiko stroke genetik di Indonesia, yang selama ini belum terdokumentasi dengan baik.
Diharapkan, dalam lima tahun mendatang, Indonesia sudah memiliki sistem pendataan dan protokol layanan moyamoya yang setara dengan standar internasional.
(dra)
Lihat Juga :