Diet Rendah Karbohidrat vs Diet Rendah Lemak, Mana yang Terbaik?

Selasa, 08 September 2020 - 09:03 WIB
loading...
Diet Rendah Karbohidrat...
Rendah karbohidrat dan rendah lemak adalah dua tren diet umum yang menjanjikan penurunan berat badan dengan cepat dan efektif. Tetapi, mana yang lebih baik? Foto/Istimewa.
A A A
JAKARTA - Saat Anda mencoba menurunkan berat badan, saran pertama yang akan Anda dapatkan adalah mengurangi asupan lemak dan karbohidrat. Baik karbohidrat dan lemak terkait dengan penambahan berat badan, tetapi juga merupakan bagian penting dari makanan yang dikonsumsi. Jadi, mengurangi semua itu tentu saja bukan pilihan yang baik.

Rendah karbohidrat dan rendah lemak adalah dua tren diet umum yang menjanjikan penurunan berat badan dengan cepat dan efektif. Tetapi dilema yang umum adalah mana yang lebih baik diantara dua pilihan diet tersebut?

Untuk mendapatkan jawaban atas pertanyaan umum ini, baru-baru ini para peneliti melakukan penelitian. Seperti dilansir Times of India, berikut ulasannya. (Baca juga: Pelurusan Mitos tentang Diet Ini Wajib Anda Tahu )

Untuk mengetahui perbedaan dan efektivitas dari dua tren diet populer, rendah karbohidrat vs rendah lemak, para peneliti melacak sekitar 600 orang dewasa yang mengikuti diet rendah lemak atau rendah karbohidrat selama setahun. Mereka mencoba mengetahui faktor-faktor yang mungkin bertanggung jawab atas penurunan berat badan mereka. Tetapi mereka benar-benar terkejut mengetahui bahwa hampir tidak ada perbedaan di antara keduanya.

Kedua tren diet tersebut mendorong hasil penurunan berat badan yang serupa. Namun, mereka tidak dapat dengan jelas menunjukkan cara beberapa orang dapat menurunkan berat badan lebih banyak daripada yang lain, apapun tren diet yang mereka ikuti.

Dalam penelitian yang dilakukan oleh para peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Stanford di California, penelitian melibatkan mereka yang berusia antara 18 dan 50 tahun. Di antaranya, 6 dari 10 relawan adalah wanita. (Baca juga: Fermentasi Buah dan Sayur Bisa Jadi Alternatif Cegah Obesitas )

Para partisipan hanya diminta untuk membatasi asupan lemak dan karbohidrat mereka dan menghindari penghitungan kalori. Tetapi, mereka tidak diperbolehkan memiliki makanan yang tidak sehat. Mereka didorong untuk makan rumahan, mengemil dengan hati-hati, dan menghindari makanan olahan.

Hasilnya, ditemukan bahwa eksperimen itu bermanfaat bagi sebagian orang, sementara bagi yang lain tidak begitu efektif. Beberapa orang kehilangan 25 kilogram, sementara yang lain bertambah 10 kilogram.

Para peneliti menyimpulkan bahwa penurunan berat badan tidak hanya bergantung pada jenis diet yang Anda ikuti, tetapi juga pada faktor lain seperti gen Anda.

Rata-rata, ditemukan bahwa kedua kelompok orang tersebut kehilangan sekitar 6 kilogram berat badan dalam setahun. Dari penelitian tersebut jelas bahwa diet rendah lemak dan rendah karbohidrat membantu Anda menurunkan berat badan dalam jumlah yang sama. Tidak peduli diet mana yang Anda ikuti, makanlah dengan sehat dan berolahraga.
(tdy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dokter Ungkap Merokok...
Dokter Ungkap Merokok dan Obesitas Jadi Penyebab Utama Serangan Jantung di Usia Muda
5 Tanda Kuku yang Bisa...
5 Tanda Kuku yang Bisa Jadi Gejala Penyakit, Jangan Diabaikan!
Gigi Hilang Jangan Dibiarkan,...
Gigi Hilang Jangan Dibiarkan, Bisa Ganggu Fungsi Kunyah dan Susunan Gigi
Indonesia Siapkan Bank...
Indonesia Siapkan Bank Plasma Nasional, Target Beroperasi pada 2027
Sering Dikira Daki,...
Sering Dikira Daki, Bercak Hitam di Leher Bisa Jadi Tanda Resistensi Insulin
Salah Kaprah soal Cara...
Salah Kaprah soal Cara Naik Berat Badan yang Sering Dilakukan Orang Kurus
Kerugian Ekonomi Akibat...
Kerugian Ekonomi Akibat Obesitas Anak Capai Rp5.280 Triliun, Novo Nordisk Perluas Program Pencegahan
DeRUCCI Resmi Hadir...
DeRUCCI Resmi Hadir di Indonesia, Perkenalkan Kasur AI Pertama
6 Negara dengan Sistem...
6 Negara dengan Sistem Pelayanan Kesehatan Terbaik di Dunia, 3 Ada di Asia
Rekomendasi
KPK Periksa Sekjen Kementerian...
KPK Periksa Sekjen Kementerian ATR/BPN dan Pejabat Kemenhut terkait Kasus Bupati Kuansing
Kemendagri Terus Perkuat...
Kemendagri Terus Perkuat Pengawasan dan Transparansi Tata Kelola Pemerintahan
Mahalnya Harga Stabilitas
Mahalnya Harga Stabilitas
Berita Terkini
Sinopsis Terlanjur Mencintaimu...
Sinopsis 'Terlanjur Mencintaimu' Eps 21: Elio Diam-Diam Terus Mendekati Arumi
Lewat Buku, Saddam Permana...
Lewat Buku, Saddam Permana Bongkar Kisah Masa Lalunya
Ruben Onsu Bongkar Bukti...
Ruben Onsu Bongkar Bukti Transfer Rp11,3 Miliar untuk Rumah Sarwendah
Pernah Didiagnosis Depresi...
Pernah Didiagnosis Depresi Mayor, Saddam Permana Ceritakan Titik Terendah Hidupnya
Baper dan Penuh Twist!...
Baper dan Penuh Twist! Bring Back My Heart Jadi Microdrama yang Wajib Ditonton di V+Short
Road To Kilau Raya MNCTV...
Road To Kilau Raya MNCTV Siap Ajak Warga Klaten Joget dan Nyanyi Lagu-Lagu Viral
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved