5 Gejala Asam Urat yang Jarang Diketahui, Nomor 3 Sering Dikira Masuk Angin
Sabtu, 31 Mei 2025 - 06:00 WIB
loading...
Ada banyak gejala asam urat yang jarang diketahui hingga diabaikan. Asam urat tinggi atau hiperurisemia umumnya dikenal dengan gejala klasik berupa nyeri hebat. Foto/Center One Medical
A
A
A
JAKARTA - Ada banyak gejala asam urat yang jarang diketahui hingga diabaikan. Asam urat tinggi atau hiperurisemia umumnya dikenal dengan gejala klasik berupa nyeri hebat pada persendian, terutama di bagian jempol kaki.
Namun, kenyataannya, gejala asam urat tidak selalu tampil dengan cara yang mudah dikenali. Beberapa tanda justru menyerupai gangguan kesehatan lain, membuat banyak orang tidak menyadari bahwa mereka tengah mengalami peningkatan kadar asam urat dalam tubuh.
Berikut ini lima gejala asam urat tinggi yang kerap disalahartikan sebagai masalah kesehatan umum, padahal bisa menjadi pertanda adanya akumulasi kristal asam urat dalam tubuh dilansir dari Times of India, Sabtu (31/5/2025).
Baca Juga: 5 Gejala Asam Urat di Pagi Hari yang Sering Diabaikan
Salah satu tanda yang jarang dikaitkan dengan asam urat adalah munculnya ruam kulit yang gatal dan memerah. Banyak orang mengira ini adalah reaksi alergi, eksim, atau iritasi biasa. Padahal, ketika kadar asam urat dalam darah terus meningkat, kristalnya bisa mengendap di bawah permukaan kulit. Akibatnya, muncul benjolan kecil, bercak merah, atau rasa gatal yang menetap, kondisi ini dikenal sebagai tophi.
Biasanya, penderita akan mengoleskan salep anti-gatal atau pelembap, tanpa menyadari bahwa penyebab utamanya justru berasal dari dalam tubuh.
Saat tubuh mendeteksi kristal asam urat sebagai “musuh”, sistem kekebalan meresponsnya seperti sedang melawan infeksi. Ini bisa menyebabkan peradangan yang memicu demam ringan dan nyeri otot atau sendi ringan. Gejala ini kerap dikira sebagai flu, kelelahan, atau efek olahraga berat.
Tanpa gejala sendi yang menonjol, asam urat bisa saja tidak terdeteksi, sementara peradangannya terus bekerja secara diam-diam.
Banyak penderita asam urat mengeluhkan rasa tidak nyaman di bagian perut, seperti kembung, mual, atau tekanan di perut bagian atas. Sering kali hal ini dikaitkan dengan makanan pedas atau terlalu banyak makan. Namun, tubuh yang kesulitan mengolah dan membuang purin, zat penyebab asam urat, juga bisa memicu reaksi di sistem pencernaan.
Makanan tinggi purin seperti jeroan, seafood, dan daging merah bukan hanya memicu serangan nyeri sendi, tetapi juga dapat membebani organ pencernaan.
Baca Juga: 5 Gejala Asam Urat yang Sering Tidak Disadari, Tak Melulu Nyeri Sendi
Kesemutan, sensasi terbakar, atau mati rasa di bagian kaki sering kali dianggap sebagai gejala neuropati akibat diabetes atau masalah saraf lainnya. Namun, pada penderita asam urat, kristal yang menumpuk di sekitar persendian juga dapat menekan atau mengiritasi saraf di sekitarnya. Gejala ini biasanya muncul saat malam hari atau ketika tubuh lama tidak bergerak.
Jika keluhan ini terus terjadi dan tidak ditemukan penyebab saraf yang jelas, bisa jadi asam urat tinggi adalah pemicunya.
Selain menyerang fisik, asam urat tinggi juga diyakini memengaruhi fungsi otak. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kadar asam urat yang berlebih dapat meningkatkan stres oksidatif yang berdampak pada kognisi. Akibatnya, penderita bisa mengalami kesulitan konsentrasi, mudah lupa, atau perubahan suasana hati yang drastis.
Sering disalahartikan sebagai stres kerja atau kurang tidur, padahal kondisi ini bisa jadi merupakan tanda bahwa tubuh sedang bergelut dengan kadar asam urat yang tidak seimbang.
Mengetahui gejala awal dan tak biasa dari asam urat tinggi sangat penting agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat. Jika Anda mengalami satu atau beberapa dari gejala di atas secara berulang tanpa penjelasan medis yang jelas, ada baiknya untuk memeriksakan kadar asam urat Anda.
Dengan deteksi dini dan perubahan gaya hidup yang tepat, komplikasi serius dari asam urat bisa dicegah sejak awal. Jangan tunggu sampai nyeri hebat melumpuhkan aktivitas Anda.
Baca Juga: 5 Buah yang Bisa Menurunkan Asam Urat dengan Cepat, Ceri Kaya Antioksidan
Namun, kenyataannya, gejala asam urat tidak selalu tampil dengan cara yang mudah dikenali. Beberapa tanda justru menyerupai gangguan kesehatan lain, membuat banyak orang tidak menyadari bahwa mereka tengah mengalami peningkatan kadar asam urat dalam tubuh.
Berikut ini lima gejala asam urat tinggi yang kerap disalahartikan sebagai masalah kesehatan umum, padahal bisa menjadi pertanda adanya akumulasi kristal asam urat dalam tubuh dilansir dari Times of India, Sabtu (31/5/2025).
5 Gejala Asam Urat yang Jarang Diketahui
Baca Juga: 5 Gejala Asam Urat di Pagi Hari yang Sering Diabaikan
1. Kulit Gatal dan Ruam Merah yang Dikira Alergi
Salah satu tanda yang jarang dikaitkan dengan asam urat adalah munculnya ruam kulit yang gatal dan memerah. Banyak orang mengira ini adalah reaksi alergi, eksim, atau iritasi biasa. Padahal, ketika kadar asam urat dalam darah terus meningkat, kristalnya bisa mengendap di bawah permukaan kulit. Akibatnya, muncul benjolan kecil, bercak merah, atau rasa gatal yang menetap, kondisi ini dikenal sebagai tophi.
Biasanya, penderita akan mengoleskan salep anti-gatal atau pelembap, tanpa menyadari bahwa penyebab utamanya justru berasal dari dalam tubuh.
2. Demam Ringan dan Pegal Linu seperti Flu
Saat tubuh mendeteksi kristal asam urat sebagai “musuh”, sistem kekebalan meresponsnya seperti sedang melawan infeksi. Ini bisa menyebabkan peradangan yang memicu demam ringan dan nyeri otot atau sendi ringan. Gejala ini kerap dikira sebagai flu, kelelahan, atau efek olahraga berat.
Tanpa gejala sendi yang menonjol, asam urat bisa saja tidak terdeteksi, sementara peradangannya terus bekerja secara diam-diam.
3. Gangguan Pencernaan yang Menyerupai Masuk Angin
Banyak penderita asam urat mengeluhkan rasa tidak nyaman di bagian perut, seperti kembung, mual, atau tekanan di perut bagian atas. Sering kali hal ini dikaitkan dengan makanan pedas atau terlalu banyak makan. Namun, tubuh yang kesulitan mengolah dan membuang purin, zat penyebab asam urat, juga bisa memicu reaksi di sistem pencernaan.
Makanan tinggi purin seperti jeroan, seafood, dan daging merah bukan hanya memicu serangan nyeri sendi, tetapi juga dapat membebani organ pencernaan.
Baca Juga: 5 Gejala Asam Urat yang Sering Tidak Disadari, Tak Melulu Nyeri Sendi
4. Kesemutan atau Mati Rasa di Kaki seperti Neuropati
Kesemutan, sensasi terbakar, atau mati rasa di bagian kaki sering kali dianggap sebagai gejala neuropati akibat diabetes atau masalah saraf lainnya. Namun, pada penderita asam urat, kristal yang menumpuk di sekitar persendian juga dapat menekan atau mengiritasi saraf di sekitarnya. Gejala ini biasanya muncul saat malam hari atau ketika tubuh lama tidak bergerak.
Jika keluhan ini terus terjadi dan tidak ditemukan penyebab saraf yang jelas, bisa jadi asam urat tinggi adalah pemicunya.
5. Kabut Otak dan Suasana Hati yang Tidak Stabil
Selain menyerang fisik, asam urat tinggi juga diyakini memengaruhi fungsi otak. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kadar asam urat yang berlebih dapat meningkatkan stres oksidatif yang berdampak pada kognisi. Akibatnya, penderita bisa mengalami kesulitan konsentrasi, mudah lupa, atau perubahan suasana hati yang drastis.
Sering disalahartikan sebagai stres kerja atau kurang tidur, padahal kondisi ini bisa jadi merupakan tanda bahwa tubuh sedang bergelut dengan kadar asam urat yang tidak seimbang.
Mengetahui gejala awal dan tak biasa dari asam urat tinggi sangat penting agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat. Jika Anda mengalami satu atau beberapa dari gejala di atas secara berulang tanpa penjelasan medis yang jelas, ada baiknya untuk memeriksakan kadar asam urat Anda.
Dengan deteksi dini dan perubahan gaya hidup yang tepat, komplikasi serius dari asam urat bisa dicegah sejak awal. Jangan tunggu sampai nyeri hebat melumpuhkan aktivitas Anda.
Baca Juga: 5 Buah yang Bisa Menurunkan Asam Urat dengan Cepat, Ceri Kaya Antioksidan
(dra)
Lihat Juga :