Disgusting Food Museum Perlihatkan 80 Makanan Paling Menjijikan di Dunia

loading...
Disgusting Food Museum Perlihatkan 80 Makanan Paling Menjijikan di Dunia
Disgusting Food Museum di Malmo, Swedia berhasil membuat jijik dan pengunjungnya mual, setelah memperlihatkan 80 makanan paling menjijikkan di dunia. Foto/Istimewa.
A+ A-
JAKARTA - Museum di seluruh dunia, secara umum berperan dalam melestarikan sejarah dan budaya. Banyak juga museum yang memperlihatkan kepada pengunjung masa kini dan masa depan, seperti penemuan ilmiah terbaru, desain arsitektur yang indah dan lainnya.

Karena itu, tidak salah jika dikatakan bahwa museum tidak pernah luput untuk menarik perhatian banyak orang. Namun, Disgusting Food Museum di Malmo, Swedia berhasil membuat jijik dan membuat pengunjungnya mual. Hal itu terlihat saat museum ini menampilkan 80 makanan paling menjijikkan yang dikonsumsi di seluruh dunia.

“Apa yang enak bagi satu orang bisa menjijikkan bagi orang lain. Disgusting Food Museum mengundang pengunjung untuk menjelajahi dunia makanan dan menantang pemahaman mereka tentang apa yang dapat dan tidak dapat dimakan," jelas situs resmi museum dilansir dari Times of India. (Baca juga: BTS dan BLACKPINK Raih Penghargaan iHeartRadio Music Awards 2020)

Dengan melakukan itu, museum bertujuan untuk mengubah pemahaman pikiran pengunjung tentang jijik. Rasa jijik adalah salah satu dari enam emosi manusia yang fundamental. Aspek yang menarik dari emosi adalah bahwa meskipun perasaan itu universal, benda atau objek atau makanan yang menyebabkannya bervariasi. Selain itu, rasa jijik adalah emosi yang diperlukan.



Tanpa itu, nenek moyang kita akan makan makanan busuk dan mati. Tetapi lebih dari perasaan lainnya, ini dikondisikan secara budaya. Setiap orang mengalami rasa jijik, tetapi apa yang membuat Anda jijik sangat bergantung pada apa yang biasa Anda lakukan dan apa yang dianggap menjijikkan oleh orang di sekitar Anda. Berikut ini beberapa makanan yang dipamerkan dan ditampilkan di Disgusting Food Museum.

1. Surstromming
Ini adalah ikan hering Laut Baltik yang difermentasi dengan sedikit garam tradisional untuk masakan Swedia sejak abad ke-16. Selama produksi surströmming, garam secukupnya digunakan untuk mencegah ikan haring mentah membusuk sambil dibiarkan berfermentasi. Proses fermentasi setidaknya enam bulan memberikan ikan bau yang khas dan rasa yang agak asam.

2. Cuy
Ini adalah marmot panggang dan hidangan tradisional dalam budaya Andes Amerika Selatan. Di zaman Inca kuno, cuy dimakan oleh bangsawan atau digunakan sebagai metode meramal dan pengorbanan. Saat ini, hewan tersebut dipandang sebagai makanan pokok yang bergizi. (Baca juga: Keris Pusaka Bugis Resmi Jadi Koleksi Museum Nasional Indonesia)



3. Casu Marzu
Ini adalah keju susu domba tradisional Sardinia dan mengandung larva serangga hidup. Larva ini sengaja dimasukkan ke dalam keju. Ini meningkatkan fermentasi tingkat lanjut dan memecah lemak keju. Tekstur keju menjadi sangat lembut, dengan sedikit cairan yang merembes keluar.

4. Tahu busuk
Stinky tofu atau tahu busuk adalah jenis tahu fermentasi Cina yang memiliki bau sangat menyengat. Biasanya dijual di pasar malam atau kios pinggir jalan sebagai makanan ringan, atau di bar makan siang sebagai lauk, bukan di restoran.

5. Hakarl
Merupakan hidangan nasional Islandia yang terdiri dari hiu Greenland yang sudah diawetkan dengan proses fermentasi dan digantung hingga kering selama 4-5 bulan. Hakarl memiliki bau kaya amonia yang kuat dan rasa amis. Menurut banyak pengunjung, makan Hakarl sama seperti mengunyah kasur yang basah kuyup.

6. Durian
Durian adalah buah asli Kalimantan dan Sumatera. Baunya membangkitkan reaksi dari apresiasi yang mendalam hingga rasa jijik yang intens, dan telah digambarkan dengan berbagai cara sebagai bawang busuk, terpentin, dan limbah mentah.
(tdy)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top