Studi: Kentut Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah
Senin, 02 Juni 2025 - 15:00 WIB
loading...
Sebuah temuan ilmiah menarik mengungkap bahwa kentut yang selama ini dianggap sekadar proses alami tubuh yang memalukan bisa menurunkan tekanan darah. Foto/iStock Photo
A
A
A
JAKARTA - Sebuah temuan ilmiah menarik mengungkap bahwa kentut yang selama ini dianggap sekadar proses alami tubuh yang memalukan ternyata bisa memiliki manfaat medis yang cukup penting, terutama dalam menurunkan tekanan darah . Penelitian terbaru dari Universitas Johns Hopkins menunjukkan bahwa gas hidrogen sulfida (H₂S), yang dilepaskan saat seseorang buang angin, berperan penting dalam menjaga kesehatan pembuluh darah.
Dilansir dari Times of India, Senin (2/6/2025), hidrogen sulfida adalah gas yang secara alami diproduksi oleh tubuh, terutama melalui proses pencernaan oleh bakteri dalam usus. Meskipun lebih dikenal karena baunya yang menyengat saat seseorang kentut, gas ini ternyata juga dihasilkan oleh sel-sel tubuh dalam jumlah kecil dan memiliki peran biologis yang signifikan.
Penelitian menunjukkan bahwa H₂S membantu melonggarkan otot polos di dinding pembuluh darah, proses yang disebut vasodilatasi. Dengan melebarnya pembuluh darah, aliran darah menjadi lebih lancar dan tekanan pada dinding arteri pun menurun. Efek inilah yang membuat gas ini dikaitkan dengan potensi penurunan tekanan darah secara alami.
“Hidrogen sulfida bekerja seperti sinyal kimia di dalam sistem kardiovaskular, memberikan efek relaksasi pada arteri yang membantu menurunkan tekanan darah,” jelas tim peneliti dalam laporan mereka.
Baca Juga: Kentut Bau Busuk Bisa Jadi Gejala Kanker, Jangan Anggap Sepele
Dalam uji coba laboratorium terhadap hewan dengan hipertensi atau tekanan darah tinggi, pemberian senyawa penghasil H₂S terbukti secara signifikan menurunkan tekanan darah. Temuan ini memberikan landasan kuat bahwa mekanisme ini juga mungkin berlaku pada manusia, meskipun masih memerlukan penelitian lanjutan dalam skala klinis.
Menariknya, enzim dalam tubuh yang terlibat dalam produksi hidrogen sulfida bekerja secara aktif dalam sistem pencernaan dan pembuluh darah, menjembatani hubungan antara kesehatan usus dan fungsi jantung.
Penelitian ini sekaligus menguatkan teori bahwa mikrobioma usus, koloni bakteri baik di dalam sistem pencernaan, berperan penting dalam menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh. Diet tinggi serat, konsumsi prebiotik dan probiotik, serta gaya hidup sehat dipercaya mampu meningkatkan produksi senyawa bermanfaat seperti H₂S.
Namun para ahli mengingatkan, temuan ini bukanlah ajakan untuk sembarangan memperbanyak kentut atau mengubah pola makan secara ekstrem. Manfaat hidrogen sulfida tidak berasal dari kentut itu sendiri, melainkan dari proses kimia di dalam tubuh yang mencerminkan keseimbangan pencernaan dan metabolisme.
Baca Juga: Waspada Bahaya Terlalu Sering Menahan Kentut Bisa Bikin Bau Mulut
Meskipun terdengar lucu, kenyataan bahwa buang angin dapat berdampak positif pada tekanan darah menggambarkan keterkaitan erat antara dua sistem tubuh, yakni sistem pencernaan dan kardiovaskular.
Penelitian ini menjadi pengingat bahwa menjaga kesehatan usus bukan hanya soal pencernaan lancar, tetapi juga berdampak pada fungsi vital lainnya. Termasuk tekanan darah, risiko stroke, dan serangan jantung.
“Apa yang terjadi di usus, ternyata tidak hanya berhenti di sana. Dampaknya bisa meluas ke seluruh tubuh,” tulis peneliti dalam ringkasan riset.
Penemuan ini membuka pintu untuk pendekatan medis baru yang lebih holistik, dengan fokus pada keseimbangan mikrobioma sebagai kunci pencegahan berbagai penyakit kronis. Termasuk hipertensi.
Baca Juga: Benarkah Virus Corona Menular Lewat Kentut? Ini Kata Dokter
Dilansir dari Times of India, Senin (2/6/2025), hidrogen sulfida adalah gas yang secara alami diproduksi oleh tubuh, terutama melalui proses pencernaan oleh bakteri dalam usus. Meskipun lebih dikenal karena baunya yang menyengat saat seseorang kentut, gas ini ternyata juga dihasilkan oleh sel-sel tubuh dalam jumlah kecil dan memiliki peran biologis yang signifikan.
Penelitian menunjukkan bahwa H₂S membantu melonggarkan otot polos di dinding pembuluh darah, proses yang disebut vasodilatasi. Dengan melebarnya pembuluh darah, aliran darah menjadi lebih lancar dan tekanan pada dinding arteri pun menurun. Efek inilah yang membuat gas ini dikaitkan dengan potensi penurunan tekanan darah secara alami.
“Hidrogen sulfida bekerja seperti sinyal kimia di dalam sistem kardiovaskular, memberikan efek relaksasi pada arteri yang membantu menurunkan tekanan darah,” jelas tim peneliti dalam laporan mereka.
Baca Juga: Kentut Bau Busuk Bisa Jadi Gejala Kanker, Jangan Anggap Sepele
Dalam uji coba laboratorium terhadap hewan dengan hipertensi atau tekanan darah tinggi, pemberian senyawa penghasil H₂S terbukti secara signifikan menurunkan tekanan darah. Temuan ini memberikan landasan kuat bahwa mekanisme ini juga mungkin berlaku pada manusia, meskipun masih memerlukan penelitian lanjutan dalam skala klinis.
Menariknya, enzim dalam tubuh yang terlibat dalam produksi hidrogen sulfida bekerja secara aktif dalam sistem pencernaan dan pembuluh darah, menjembatani hubungan antara kesehatan usus dan fungsi jantung.
Penelitian ini sekaligus menguatkan teori bahwa mikrobioma usus, koloni bakteri baik di dalam sistem pencernaan, berperan penting dalam menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh. Diet tinggi serat, konsumsi prebiotik dan probiotik, serta gaya hidup sehat dipercaya mampu meningkatkan produksi senyawa bermanfaat seperti H₂S.
Namun para ahli mengingatkan, temuan ini bukanlah ajakan untuk sembarangan memperbanyak kentut atau mengubah pola makan secara ekstrem. Manfaat hidrogen sulfida tidak berasal dari kentut itu sendiri, melainkan dari proses kimia di dalam tubuh yang mencerminkan keseimbangan pencernaan dan metabolisme.
Baca Juga: Waspada Bahaya Terlalu Sering Menahan Kentut Bisa Bikin Bau Mulut
Meskipun terdengar lucu, kenyataan bahwa buang angin dapat berdampak positif pada tekanan darah menggambarkan keterkaitan erat antara dua sistem tubuh, yakni sistem pencernaan dan kardiovaskular.
Penelitian ini menjadi pengingat bahwa menjaga kesehatan usus bukan hanya soal pencernaan lancar, tetapi juga berdampak pada fungsi vital lainnya. Termasuk tekanan darah, risiko stroke, dan serangan jantung.
“Apa yang terjadi di usus, ternyata tidak hanya berhenti di sana. Dampaknya bisa meluas ke seluruh tubuh,” tulis peneliti dalam ringkasan riset.
Penemuan ini membuka pintu untuk pendekatan medis baru yang lebih holistik, dengan fokus pada keseimbangan mikrobioma sebagai kunci pencegahan berbagai penyakit kronis. Termasuk hipertensi.
Baca Juga: Benarkah Virus Corona Menular Lewat Kentut? Ini Kata Dokter
(dra)
Lihat Juga :