Ini Risiko Kesehatan Serius jika Anak Masuk Sekolah Jam 6 Pagi seperti Usulan Dedi Mulyadi

Selasa, 03 Juni 2025 - 09:40 WIB
loading...
Ini Risiko Kesehatan...
Usulan masuk sekolah pukul 06.00 pagi yang dilontarkan oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menuai sorotan tajam dari kalangan pakar kesehatan anak. Foto/Ahmad Antoni
A A A
JAKARTA - Usulan masuk sekolah pukul 06.00 pagi yang dilontarkan oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menuai sorotan tajam dari kalangan pakar kesehatan anak. Meski bertujuan untuk meningkatkan kedisiplinan dan daya saing pelajar, kebijakan ini dinilai berisiko mengganggu kesehatan fisik dan mental anak dalam jangka panjang.

Menurut dokter anak, dr. Ian Suryadi Setja, Sp.A, jam masuk sekolah yang terlalu pagi dapat mengganggu ritme biologis anak, menyebabkan kurang tidur, menurunkan daya konsentrasi, hingga memicu gangguan perilaku. Anak-anak yang tidak mendapatkan waktu istirahat cukup akan lebih mudah lelah, emosional, dan rentan mengalami penurunan daya tahan tubuh.

Ia menilai kebijakan masuk sekolah pukul 6 pagi terlalu memaksakan kondisi anak yang sebenarnya belum siap beraktivitas intens di jam tersebut.

"Anak kurang tidur pasti otaknya nggak bisa istirahat dengan bagus. Akibatnya, bisa muncul risiko gangguan perkembangan, perilaku jadi lebih agresif, dan kemampuan bersosialisasi pun menurun," kata dr. Ian saat diskusi bertajuk Anak Generasi Masa Kini dan Susunya, Panduan untuk Orang Tua yang digelar di Jakarta Selatan pada Senin, 2 Juni 2025.

Baca Juga: Dokter Anak Kritik Usulan Sekolah Masuk Jam 6 Pagi dari Dedi Mulyadi, Risiko Kesehatan Mengintai

"Red flag-nya itu bisa dilihat dari anak yang tidak fokus saat belajar di sekolah,” tambahnya.

Menurut dr. Ian, anak usia sekolah idealnya membutuhkan waktu tidur antara 8 hingga 10 jam setiap malam. Jika mereka harus bangun pukul 4 atau 5 pagi demi mengejar waktu sekolah pukul 06.00, maka besar kemungkinan kebutuhan tidur tersebut tidak terpenuhi.

Dalam jangka panjang, kurang tidur bisa menurunkan daya tahan tubuh, mengganggu pertumbuhan, dan meningkatkan risiko stres serta gangguan kecemasan.

Selain itu, masuk sekolah terlalu pagi juga dinilai tidak ramah bagi keluarga. Orang tua harus ikut bangun lebih awal untuk menyiapkan keperluan anak, sehingga tekanan mental dan kelelahan tidak hanya dirasakan oleh siswa, tetapi juga oleh anggota keluarga lainnya.

Baca Juga: Mengenal Varian Baru Covid-19 NB.1.8.1 yang Merebak di 22 Negara

"Kalau saya kurang setuju ya. Kita lihat saja di luar negeri itu nggak ada yang sampai masuk jam 06.00 pagi. Kalau jam 06.00 pagi, sama aja," jelasnya.

"Ibunya harus siap-siap jam 05.00, atau bahkan lebih pagi. Bukan cuma anaknya yang kelelahan, tapi orang tuanya juga," sambungnya.

Ia juga menyarankan agar waktu masuk sekolah tetap dimulai pada pukul 07.00 pagi, yang dinilai lebih ideal dan seimbang. Dengan waktu tersebut, anak masih memiliki waktu cukup untuk beristirahat malam dan menjalani pagi tanpa tergesa-gesa.

Tak hanya itu, ia menekankan pentingnya pemberian waktu istirahat yang cukup di sela pelajaran, agar otak anak tidak terlalu dipaksakan untuk terus aktif.

Baca Juga: Studi: Kentut Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

"Bangun jam 6 pagi lalu mulai sekolah jam 7 itu sudah paling efektif. Dan penting juga, setiap dua jam belajar harus ada waktu istirahat," ujarnya.

"Idealnya 20 menit, bukan cuma 15 menit. Kalau zaman dulu saja bisa seperti itu, kenapa sekarang harus dimundurkan?” tambahnya.

Sementara itu, Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa usulannya tersebut bertujuan untuk membentuk karakter disiplin dan meningkatkan daya saing pelajar.

Namun, banyak pihak menilai bahwa aspek kesehatan anak seharusnya menjadi pertimbangan utama dalam merancang sistem pendidikan, bukan hanya aspek ketertiban semata.

"Saya minta maaf, kalau banyak kebijakan saya, misalnya melarang PR, sekolah masuk jam 6 pagi, atau melarang siswa bawa motor ke sekolah itu memberatkan," papar Dedi beberapa waktu lalu.

"Ini semua saya lakukan, demi terciptanya generasi muda yang lebih produktif," pungkasnya.

(dra)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Viral Mitos Lemak Berbahaya...
Viral Mitos Lemak Berbahaya untuk MPASI Anak, Ini Penjelasan Dokter!
Peringatan WDHD 2026,...
Peringatan WDHD 2026, Orang Tua Diajak Pahami Kesehatan Saluran Cerna Anak
Jangan Paksa Anak Makan...
Jangan Paksa Anak Makan Saat Demam, Ini Penjelasan Dokter!
Jelang Iduladha, Aldi...
Jelang Iduladha, Aldi Taher Serukan Makan Daging Tanpa Takut Kolesterol
Maudy Ayunda Bangun...
Maudy Ayunda Bangun Ruang Belajar Sementara untuk Anak-Anak Aceh Timur
Jangan Tunggu Keluhan,...
Jangan Tunggu Keluhan, Pemeriksaan Mata Anak Perlu Dilakukan Sejak Dini
SPMB DKI Jakarta 2026...
SPMB DKI Jakarta 2026 Sediakan 245.980 Kuota, Termasuk Sekolah Swasta Gratis
Brantas Abipraya Kebut...
Brantas Abipraya Kebut Penyelesaian Akhir Sekolah Rakyat Jabar II, DPR Optimistis Segera Operasional
SPMB Lampung 2026 Resmi...
SPMB Lampung 2026 Resmi Dibuka, Cek Jalur, Kuota, dan Link Pendaftarannya
Rekomendasi
Pemprov DKI Gratiskan...
Pemprov DKI Gratiskan Transportasi, Tempat Wisata, hingga Museum pada 22, 27, dan 28 Juni
Pengamat: Dugaan Manipulasi...
Pengamat: Dugaan Manipulasi Ekspor Minyak Sawit Harus Diusut demi Kepastian Hukum
Threshold DPRD Dinilai...
Threshold DPRD Dinilai Reduksi Demokrasi Lokal, Gardian Muhammad Minta Reformasi Politik Substantif
Berita Terkini
Kasus Hanania Group,...
Kasus Hanania Group, Awkarin Minta Tunda Pemeriksaan hingga 29 Juni 2026
Soundrenaline 2026 Digelar...
Soundrenaline 2026 Digelar di 5 Kota, Hadirkan DIIV, Last Dinosaurs, hingga Efek Rumah Kaca
Sudah Diet Tapi Berat...
Sudah Diet Tapi Berat Badan Kembali Naik? Ini Penjelasan Dokter
Bukan Sekadar Healing,...
Bukan Sekadar Healing, Ini Tren Wisata Psikologis yang Sedang Berkembang di Indonesia
Perselingkuhan Membuka...
Perselingkuhan Membuka Rahasia Kelam Seorang Polisi di Microdrama V+Short The Next Door Detective
Malih Tong Tong Doakan...
Malih Tong Tong Doakan Haji Bolot Cepat Sembuh, Akui Rindu Kerja Bareng Lagi
Infografis
Harus Siap, Ini 6 Konsekuensi...
Harus Siap, Ini 6 Konsekuensi jika Daftar Sekolah Ikatan Dinas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved