Viral Anjuran Anak Konsumsi Susu 2 Liter per Hari, Dokter Sebut Tidak Masuk Akal
Selasa, 03 Juni 2025 - 17:20 WIB
loading...
Pernyataan kontroversial dari Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana yang menyarankan anak-anak minum susu hingga 2 liter per hari menuai sorotan. Foto/Parenting Firstcry
A
A
A
JAKARTA - Pernyataan kontroversial dari Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana yang menyarankan anak-anak minum susu hingga 2 liter per hari menuai sorotan tajam, terutama dari kalangan medis. Banyak pakar kesehatan menilai klaim tersebut keliru dan berpotensi menyesatkan orangtua.
Salah satu suara kritis datang dari dokter spesialis anak, dr. Ian Suryadi Setja, yang secara tegas menolak rekomendasi tersebut. Menurutnya, kebutuhan fisiologis anak tidak pernah mencapai angka sebanyak itu, bahkan pada tahap awal pertumbuhan.
“Mau gimanapun caranya, 2 liter itu nggak bakal masuk dalam kriteria,” kata dr. Ian saat diskusi Anak Generasi Masa Kini dan Susunya, Panduan untuk Orang Tua di Jakarta Selatan pada Senin, 2 Juni 2025.
Kebutuhan asupan susu, dijelaskan dr. Ian, berbeda-beda tergantung usia dan berat badan anak. Untuk bayi, konsumsi susu memang masih menjadi kebutuhan utama, namun tetap dalam batasan logis.
Baca Juga: Apakah Penderita Asam Lambung Boleh Minum Susu? Ini Penjelasannya
Sebagai ilustrasi, bayi usia lima bulan dengan berat badan 7 kilogram hanya memerlukan sekitar 1.050 mL susu per hari. Ini dihitung berdasarkan rumus medis, yakni 140–160 mL per kilogram berat badan. Jumlah tersebut pun berlaku bagi bayi yang belum mengonsumsi makanan pendamping.
“Itu pun bayi yang masih 100 persen bergantung pada susu. Jadi, kalau dibilang 2 liter sehari, dari mana hitungannya? Nggak mungkin,” jelasnya.
Dalam paparannya, dr. Ian merinci bahwa setelah bayi mulai mengonsumsi makanan padat, kebutuhan susu justru berkurang. Berikut estimasi kebutuhan susu berdasarkan usia:
1. Usia 6–9 bulan: sekitar 800 mL per hari
2. Usia 9–12 bulan: sekitar 600 mL
3. Usia di atas 12 bulan: cukup 300–450 mL per hari
Baca Juga: Efek Minum Susu Mentah, Awas Bisa Kena Flu Babi!
Angka-angka tersebut telah menjadi acuan dalam praktik medis selama bertahun-tahun dan didukung oleh berbagai panduan kesehatan anak dari organisasi medis internasional.
Di sisi lain, dr. Ian juga mengingatkan bahwa sejak tahun 2014, dunia medis sudah memiliki pedoman untuk mencegah obesitas anak, salah satunya melalui pembatasan konsumsi susu. Konsumsi susu yang melebihi 480 mL per hari pada anak usia di atas satu tahun dinilai bisa menyebabkan kelebihan energi, yang berujung pada peningkatan risiko obesitas.
“Makanya saya selalu edukasi orang tua maksimal 450 mL per hari untuk anak di atas satu tahun," ujarnya.
Menanggapi pernyataan dari pihak BGN, dr. Ian mengaku heran. Ia menilai bahwa anjuran 2 liter susu per hari bagi anak-anak tidak memiliki dasar ilmiah dan bisa menyesatkan publik.
"Jadi mau bagaimanapun, 2 liter itu tidak akan pernah masuk dalam pikiran saya. Mau setahun kek, di atas dua tahun kek, nggak pernah bisa," tandasnya.
Baca Juga: Bahaya Susu Kental Manis pada Anak, Tingkatkan Risiko Stunting dan Penyakit Tak Menular
Salah satu suara kritis datang dari dokter spesialis anak, dr. Ian Suryadi Setja, yang secara tegas menolak rekomendasi tersebut. Menurutnya, kebutuhan fisiologis anak tidak pernah mencapai angka sebanyak itu, bahkan pada tahap awal pertumbuhan.
“Mau gimanapun caranya, 2 liter itu nggak bakal masuk dalam kriteria,” kata dr. Ian saat diskusi Anak Generasi Masa Kini dan Susunya, Panduan untuk Orang Tua di Jakarta Selatan pada Senin, 2 Juni 2025.
Kebutuhan asupan susu, dijelaskan dr. Ian, berbeda-beda tergantung usia dan berat badan anak. Untuk bayi, konsumsi susu memang masih menjadi kebutuhan utama, namun tetap dalam batasan logis.
Baca Juga: Apakah Penderita Asam Lambung Boleh Minum Susu? Ini Penjelasannya
Sebagai ilustrasi, bayi usia lima bulan dengan berat badan 7 kilogram hanya memerlukan sekitar 1.050 mL susu per hari. Ini dihitung berdasarkan rumus medis, yakni 140–160 mL per kilogram berat badan. Jumlah tersebut pun berlaku bagi bayi yang belum mengonsumsi makanan pendamping.
“Itu pun bayi yang masih 100 persen bergantung pada susu. Jadi, kalau dibilang 2 liter sehari, dari mana hitungannya? Nggak mungkin,” jelasnya.
Dalam paparannya, dr. Ian merinci bahwa setelah bayi mulai mengonsumsi makanan padat, kebutuhan susu justru berkurang. Berikut estimasi kebutuhan susu berdasarkan usia:
1. Usia 6–9 bulan: sekitar 800 mL per hari
2. Usia 9–12 bulan: sekitar 600 mL
3. Usia di atas 12 bulan: cukup 300–450 mL per hari
Baca Juga: Efek Minum Susu Mentah, Awas Bisa Kena Flu Babi!
Angka-angka tersebut telah menjadi acuan dalam praktik medis selama bertahun-tahun dan didukung oleh berbagai panduan kesehatan anak dari organisasi medis internasional.
Di sisi lain, dr. Ian juga mengingatkan bahwa sejak tahun 2014, dunia medis sudah memiliki pedoman untuk mencegah obesitas anak, salah satunya melalui pembatasan konsumsi susu. Konsumsi susu yang melebihi 480 mL per hari pada anak usia di atas satu tahun dinilai bisa menyebabkan kelebihan energi, yang berujung pada peningkatan risiko obesitas.
“Makanya saya selalu edukasi orang tua maksimal 450 mL per hari untuk anak di atas satu tahun," ujarnya.
Menanggapi pernyataan dari pihak BGN, dr. Ian mengaku heran. Ia menilai bahwa anjuran 2 liter susu per hari bagi anak-anak tidak memiliki dasar ilmiah dan bisa menyesatkan publik.
"Jadi mau bagaimanapun, 2 liter itu tidak akan pernah masuk dalam pikiran saya. Mau setahun kek, di atas dua tahun kek, nggak pernah bisa," tandasnya.
Baca Juga: Bahaya Susu Kental Manis pada Anak, Tingkatkan Risiko Stunting dan Penyakit Tak Menular
(dra)
Lihat Juga :