5 Obat yang Berisiko Menyebabkan Sindrom Stevens Johnson, Penyakit Kulit yang Diduga Diidap Jokowi
Kamis, 05 Juni 2025 - 10:20 WIB
loading...
A
A
A
2. Obat Antikejang dan Antipsikotik
Termasuk phenytoin, carbamazepine, dan lamotrigine. Obat ini digunakan untuk menangani epilepsi dan gangguan mental. Pasien dengan latar belakang keturunan Asia Timur disarankan menjalani tes genetik sebelum mengonsumsinya.
3. Antibiotik Golongan Sulfonamida
Seperti sulfasalazine dan trimethoprim-sulfamethoxazole, yang banyak digunakan untuk mengobati infeksi saluran kemih atau radang sendi.
4. Nevirapine (Viramune)
Obat antiretroviral ini digunakan untuk mengobati HIV, namun memiliki risiko tinggi memicu reaksi kulit berat seperti SJS, terutama pada tahap awal penggunaan.
5. Obat Anti Nyeri dan Antiinflamasi
Termasuk asetaminofen (paracetamol), ibuprofen, dan naproxen. Meski umum digunakan, obat-obatan ini tetap berisiko memicu SJS, khususnya jika dikonsumsi dalam jangka panjang atau tanpa pengawasan medis.
Baca Juga: Diduga Diidap Jokowi, Sindrom Stevens Johnson Penyakit Kulit Berbahaya yang Bisa Mengancam Jiwa
Siapa yang Berisiko Lebih Tinggi?
Beberapa faktor dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami Sindrom Stevens Johnson, antara lain:
1. Infeksi HIV: Penderita HIV memiliki risiko 100 kali lipat lebih tinggi dibanding populasi umum.
2. Sistem imun lemah: Misalnya akibat kanker, transplantasi organ, atau penyakit autoimun.
3. Riwayat pribadi atau keluarga: Jika pernah mengalami SJS sebelumnya atau memiliki anggota keluarga yang mengidapnya.
Lihat Juga :