Cinta Laura Emosi Raja Ampat Rusak Akibat Tambang Nikel: Jual Masa Depan Negeri demi Mobil Mewah
Senin, 09 Juni 2025 - 23:20 WIB
loading...
A
A
A
Lebih dari sekadar ancaman budaya, Cinta juga mengungkap dampak kesehatan dari pertambangan terhadap warga lokal. Ia menyebut bahwa penebangan hutan dan aktivitas tambang menyebabkan polusi udara dan air. Beberapa desa telah melaporkan penyakit kulit, gangguan pernapasan, dan penurunan kualitas air bersih.
"Apa gunanya ngajarin anak tentang terumbu karang yang sudah nggak ada lagi? Ini adalah disorientasi budaya. Putusnya hubungan spiritual dengan alam yang dulu menopang kehidupan mereka. Kerusakan ini bukan cuma soal hilangnya budaya, yang terjadi sekarang juga fatal terhadap kesehatan warga Papua. Penebangan hutan dan tambang nyebarin debu ke udara, ngeracunin air,” bebernya.
"Tahu nggak? desa-desa di sekitar tambang sudah melaporkan bahwa mereka mulai melaporkan mereka kena penyakit kulit dan gangguan pernapasan. Warga yang dulu minum air jernih dari mata air alami, sekarang ragu ngasih air itu ke anak-anak mereka, dan saat generasi selanjutnya bertanya sama kita, kenapa hidup makin sulit? Kenapa impian mereka makin jauh walau orang tuanya kerja keras tiap hari," tambahnya.
Dengan nada penuh kekecewaan, bintang film Panggonan Wingit 2: Miss K itu menyimpulkan bahwa di balik kemiskinan masyarakat dan sulitnya hidup di tanah yang kaya, tersembunyi kejahatan sistematis yang dilakukan oleh segelintir elite demi kekayaan pribadi.
"Kalian mau jawab apa? Bahwa segelintir orang memilih kekayaan di atas nasib jutaan rakyat. Bahwa saat kalian berjuang beli beras dan bayar uang sekolah mereka malah jual masa depan negeri ini demi mobil mewah, villa di luar negeri, dan rekening dengan uang berlimpah," tegasnya.
Mengakhiri pernyataannya, artis kelahiran 17 Agustus 1993 itu memperingatkan bahwa Raja Ampat bukan sekadar pulau yang sedang terancam, melainkan simbol kehancuran jika masyarakat Indonesia tetap diam.
"Raja Ampat bukan sekadar pulau, ini peringatan. Kalau kita diam aja, apalagi yang kelompok serakah ini bakal rebut? air kalian? tanah kalian? masa depan anak-anak kalian? Kita masih punya pilihan, bersuara sekarang atau jelasin suatu hari nanti kenapa kita diam saja," tandasnya.
"Apa gunanya ngajarin anak tentang terumbu karang yang sudah nggak ada lagi? Ini adalah disorientasi budaya. Putusnya hubungan spiritual dengan alam yang dulu menopang kehidupan mereka. Kerusakan ini bukan cuma soal hilangnya budaya, yang terjadi sekarang juga fatal terhadap kesehatan warga Papua. Penebangan hutan dan tambang nyebarin debu ke udara, ngeracunin air,” bebernya.
"Tahu nggak? desa-desa di sekitar tambang sudah melaporkan bahwa mereka mulai melaporkan mereka kena penyakit kulit dan gangguan pernapasan. Warga yang dulu minum air jernih dari mata air alami, sekarang ragu ngasih air itu ke anak-anak mereka, dan saat generasi selanjutnya bertanya sama kita, kenapa hidup makin sulit? Kenapa impian mereka makin jauh walau orang tuanya kerja keras tiap hari," tambahnya.
Dengan nada penuh kekecewaan, bintang film Panggonan Wingit 2: Miss K itu menyimpulkan bahwa di balik kemiskinan masyarakat dan sulitnya hidup di tanah yang kaya, tersembunyi kejahatan sistematis yang dilakukan oleh segelintir elite demi kekayaan pribadi.
"Kalian mau jawab apa? Bahwa segelintir orang memilih kekayaan di atas nasib jutaan rakyat. Bahwa saat kalian berjuang beli beras dan bayar uang sekolah mereka malah jual masa depan negeri ini demi mobil mewah, villa di luar negeri, dan rekening dengan uang berlimpah," tegasnya.
Mengakhiri pernyataannya, artis kelahiran 17 Agustus 1993 itu memperingatkan bahwa Raja Ampat bukan sekadar pulau yang sedang terancam, melainkan simbol kehancuran jika masyarakat Indonesia tetap diam.
"Raja Ampat bukan sekadar pulau, ini peringatan. Kalau kita diam aja, apalagi yang kelompok serakah ini bakal rebut? air kalian? tanah kalian? masa depan anak-anak kalian? Kita masih punya pilihan, bersuara sekarang atau jelasin suatu hari nanti kenapa kita diam saja," tandasnya.
(dra)
Lihat Juga :