Viral TKI Meninggal di Jepang Akibat Kentang Bertunas, Ini Bahaya Nyata di Baliknya
Rabu, 11 Juni 2025 - 16:17 WIB
loading...
A
A
A
Mengutip laman EatingWell, kentang yang bertunas, berubah warna menjadi kehijauan, atau memiliki bintik hijau mengandung senyawa kimia alami yang disebut solanin dan chaconine, bagian dari kelompok glikoalkaloid.
Baca juga: Daun Apa yang Bikin ASI Lancar? Ini 7 Jenis yang Terbukti Berkhasiat untuk Ibu Menyusui
Senyawa ini merupakan mekanisme alami perlindungan tanaman dari serangga dan penyakit. Namun, pada manusia, konsumsi dalam jumlah tinggi bisa menimbulkan efek keracunan serius.
Glikoalkaloid adalah senyawa toksik alami yang ada pada tanaman dalam keluarga nightshade (termasuk kentang, tomat, dan terung). Senyawa ini paling banyak terkonsentrasi pada kulit, mata tunas, dan bagian yang berwarna hijau dari kentang.
Menurut penelitian yang diterbitkan oleh National Institutes of Health (NIH), konsumsi glikoalkaloid dalam dosis tinggi dapat menyebabkan berbagai gejala mulai dari mual, muntah, diare, sakit kepala, hingga gangguan sistem saraf seperti kebingungan dan kelumpuhan ringan. Pada kasus yang ekstrem, bahkan bisa menyebabkan kematian.
Meski belum ada konfirmasi resmi mengenai kebenaran kasus pasangan TKI yang meninggal dunia seperti disebutkan dalam unggahan viral tersebut, kasus keracunan akibat kentang bertunas bukan hal baru.
Pada tahun 2013, sebuah kasus di Inggris mencatat satu keluarga mengalami keracunan makanan setelah mengonsumsi sup berbahan dasar kentang tua dan bertunas.
Dua anak dari keluarga tersebut dirawat di rumah sakit dan mengalami gejala neurologis parah, meskipun berhasil pulih setelah mendapat perawatan intensif.
Dilansir dari EatingWell dan Food Safety Authority, berikut tanda kentang yang sebaiknya dibuang:
Baca juga: Daun Apa yang Bikin ASI Lancar? Ini 7 Jenis yang Terbukti Berkhasiat untuk Ibu Menyusui
Senyawa ini merupakan mekanisme alami perlindungan tanaman dari serangga dan penyakit. Namun, pada manusia, konsumsi dalam jumlah tinggi bisa menimbulkan efek keracunan serius.
Apa Itu Glikoalkaloid?
Glikoalkaloid adalah senyawa toksik alami yang ada pada tanaman dalam keluarga nightshade (termasuk kentang, tomat, dan terung). Senyawa ini paling banyak terkonsentrasi pada kulit, mata tunas, dan bagian yang berwarna hijau dari kentang.
Menurut penelitian yang diterbitkan oleh National Institutes of Health (NIH), konsumsi glikoalkaloid dalam dosis tinggi dapat menyebabkan berbagai gejala mulai dari mual, muntah, diare, sakit kepala, hingga gangguan sistem saraf seperti kebingungan dan kelumpuhan ringan. Pada kasus yang ekstrem, bahkan bisa menyebabkan kematian.
Meski belum ada konfirmasi resmi mengenai kebenaran kasus pasangan TKI yang meninggal dunia seperti disebutkan dalam unggahan viral tersebut, kasus keracunan akibat kentang bertunas bukan hal baru.
Pada tahun 2013, sebuah kasus di Inggris mencatat satu keluarga mengalami keracunan makanan setelah mengonsumsi sup berbahan dasar kentang tua dan bertunas.
Dua anak dari keluarga tersebut dirawat di rumah sakit dan mengalami gejala neurologis parah, meskipun berhasil pulih setelah mendapat perawatan intensif.
Ciri-Ciri Kentang yang Tidak Aman Dikonsumsi
Dilansir dari EatingWell dan Food Safety Authority, berikut tanda kentang yang sebaiknya dibuang:
Lihat Juga :