AstraZeneca Ajak Kolaborasi Multi-Sektor untuk Tingkatkan Penanganan Asma di Indonesia

Kamis, 19 Juni 2025 - 09:30 WIB
loading...
AstraZeneca Ajak Kolaborasi...
Sebagai perusahaan biofarmasi global berbasis sains, AstraZeneca senantiasa mendorong peningkatan penanganan asma di Indonesia melalui kolaborasi. Foto/Freepik
A A A
JAKARTA - Sebagai perusahaan biofarmasi global berbasis sains, AstraZeneca senantiasa mendorong peningkatan penanganan asma di Indonesia melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari regulator, fasilitas layanan kesehatan, tenaga medis hingga pasien. Kerja sama lintas sektor adalah kunci dalam menciptakan perubahan yang berdampak dan membantu lebih banyak pasien hidup tanpa serangan asma dan mencapai kualitas hidup yang lebih optimal.

Sebagai bagian dari komitmen untuk meningkatkan penanganan asma di Indonesia, AstraZeneca bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan dan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia dalam menyelenggarakan program edukasi dan sosialisasi tata laksana asma bagi tenaga medis, pasien, dan masyarakat. Kegiatan ini mengacu pada pedoman Global Initiative for Asthma (GINA) 2025, yang menegaskan bahwa terapi SABA tunggal tidak lagi direkomendasikan sebagai pengobatan asma, karena hanya meredakan gejala sementara tanpa mengatasi peradangan sebagai penyebab utama penyakit.

Sebagai gantinya, GINA merekomendasikan penggunaan terapi berbasis pelega antiinflamasi, yaitu kombinasi Inhaled Corticosteroid (ICS) –formoterol, yang dapat meredakan gejala secepat dan seefektif SABA, sekaligus bekerja mengurangi peradangan yang mendasari munculnya gelaja asma. Sejumlah studi menunjukkan bahwa penggunaan SABA jangka panjang dapat meningkatkan risiko eksaserbasi hingga kematian. Oleh karena itu, pendekatan terapi kombinasi ICS–formoterol kini direkomendasikan sebagai pengobatan lini pertama Asma untuk tatalaksana asma yang lebih baik.

Esra Erkomay, Presiden Direktur AstraZeneca Indonesia, menyampaikan, “AstraZeneca berkomitmen untuk meningkatkan kualitas hidup pasien asma melalui pendekatan pengobatan yang lebih tepat dan berkelanjutan. Kami percaya bahwa kemajuan dalam sains harus diiringi oleh kolaborasi yang kuat untuk membawa dampak nyata bagi pasien. Kami mendukung transisi ke pendekatan pengobatan asma yang lebih holistik dan berorientasi pada pencegahan dan pengendalian, agar lebih banyak pasien dapat hidup lebih sehat, aktif, dan bebas dari kekambuhan.”

Dalam rangka Peningkatan kapasitas teknis nakes di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama melaksanakan sosialisasi pedoman terbaru GINA, sekitar 500 dokter mengikuti seminar One Asthma Forum yang diselenggarakan oleh AstraZeneca bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan RI, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid, menyampaikan bahwa Kemenkes terus mendorong penguatan layanan penanganan asma melalui upaya promotif, preventif, serta pendekatan pengobatan yang berkelanjutan, termasuk peningkatan kualitas layanan di puskesmas sebagai garda terdepan. "Kolaborasi dengan mitra seperti AstraZeneca menjadi bagian penting dalam memperluas akses layanan asma yang komprehensif dan sesuai dengan pedoman terbaru," ujarnya

Selain itu, AstraZeneca bersama Perhimpunan Dokter Paru Indonesia juga menyelenggarakan sesi edukasi bagi 400– 500 dokter spesialis paru. Dengan tema “Make inhaled treatments accessible for all”, kegiatan ini menekankan pentingnya penggunaan terapi inhalasi yang tepat, serta membahas risiko penggunaan SABA tunggal dan tatalaksana asma jangka panjang dan eksaserbasi sesuai GINA 2025.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Polusi Udara Meningkatkan...
Polusi Udara Meningkatkan Serangan Asma, Kemenkes Fokus Perkuat Layanan Primer
Deteksi Asma Sejak Dini,...
Deteksi Asma Sejak Dini, Skrining PARS Efektif bagi Anak
Perkuat Pencegahan Penyakit...
Perkuat Pencegahan Penyakit Tidak Menular, AstraZeneca Lakukan Ini
Deteksi Dini Asma, Melindungi...
Deteksi Dini Asma, Melindungi Masa Depan Anak dari Batasan Nafas
11 Pekerjaan yang Berisiko...
11 Pekerjaan yang Berisiko Terkena Asma, Penata Rambut Paling Rentan
Tinggal di Perkotaan...
Tinggal di Perkotaan Tingkatkan Risiko Terkena Asma
Penanganan Dampak Polusi...
Penanganan Dampak Polusi Udara, Puskesmas Jadi Faskes Terdepan Pelayanan Asma Terpadu
Jimmy BX7 Pro Smart...
Jimmy BX7 Pro Smart Siap Cegah Penyakit Asma yang Disebabkan Tungau Debu
Surat Al-Mumtahanah...
Surat Al-Mumtahanah Ayat 8 dan Kisah Asma' Berhubungan dengan Bunda yang Kafir
Rekomendasi
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
Kejagung Limpahkan 11...
Kejagung Limpahkan 11 Tersangka Kasus Korupsi Ekspor CPO ke Jaksa Penuntut Umum
Berita Terkini
Solusi Cerdas Berlibur:...
Solusi Cerdas Berlibur: Perjalanan Nyaman dengan Layanan Paylater
PRJ 2026 Jadi Ruang...
PRJ 2026 Jadi Ruang Kebersamaan Keluarga di Ibu Kota
Liburan Sekolah, Hotel...
Liburan Sekolah, Hotel Ini Tawarkan Misi Seru Petualangan Staycation Keluarga
Raffi Ahmad Buka Suara...
Raffi Ahmad Buka Suara soal Kasus Blueray, Tegaskan Tak Pernah Terima Barang Gratis
Diperiksa Terkait Kasus...
Diperiksa Terkait Kasus Hanania Group, Praz Teguh Akui Sudah Kembalikan Uang Saku
Paula Verhoeven Dicecar...
Paula Verhoeven Dicecar 30 Pertanyaan soal Kasus Hanania Group, Ini Pengakuannya!
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Larang Ondel-ondel Digunakan untuk Ngamen di Jalanan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved