Kisah Ibu Muda Tak Selalu Manis, Cerita Moms Bisa Jadi Pendamping Setia
Sabtu, 21 Juni 2025 - 19:15 WIB
loading...
A
A
A
Contoh pertama ialah soal makan makanan pedas yang banyak ditakutkan ibu hamil. Menurut dr. Ardiansjah Dara, Sp. OG, secara ilmiah dan medis, makanan pedas lebih baik diminimalisasi dengan berbagai alasan.
“Makan makanan pedas yang berlebihan akan menaikkan asam lambung. Soalnya, orang hamil lambungnya sensitif. Makan pedas di trimester pertama harus diminimalisir," kata dia.
“Kalau trimester 2-3, asam lambung sudah turun, tapi tetep dibatasi tergantung kondisi si ibu. Jika ibunya terkena maag maka si ibu tidak bisa makan dengan baik sehingga asupan yang masuk tidak optimal. Hal itu akan berpengaruh terhadap janinnya, Nutrisi untuk bayi akan berkurang," lanjutnya.
“Ketika asam lambung naik sampai ke leher maka lidah bagian belakang akan terasa pahit sehingga si ibu cenderung perlu sesuatu untuk mengadang si pahit tersebut, seperti butuh sesuatu yang kuat seperti pedas atau manis,” tutur dr. Ardiansjah Dara.
Lebih lanjut, dr. Ardiansjah juga mengurai tentang porsi makan ibu hamil. Ada pandangan ibu hamil harus banyak karena untuk dirinya dan janinnya. Pandangan tersebut ternyata sebuah mitos.
“Ini jelas mitos tapi sering terjadi. Kenapa? Ibu hamil setelah melewati trimester 1 nafsu makannya naik. Soalnya, trimester 1 susah makan karena mual atau muntah selama tiga bulan," jelasnya.
“Begitu trimester 2, sudah enak nih makanan dia telan, hampir semua dia mau makan. Yang biasa juga ialah peningkatan gula darah di trimester 2. Secara alami gula darah ibu hamil meningkat di trimester 2 untuk kasih makan ke janinnya. Makanya, ibu hamil kalau salah kasih makanan atau minuman terutama di trimester 2, dia bisa kecing manis dalam kehamilan (diabetes melitus gestasional), walaupun tidak punya riwayat kencing manis. Ini bahaya buat ibu hamil dan bayinya,” tutur dr. Ardiansjah.
“Makan makanan pedas yang berlebihan akan menaikkan asam lambung. Soalnya, orang hamil lambungnya sensitif. Makan pedas di trimester pertama harus diminimalisir," kata dia.
“Kalau trimester 2-3, asam lambung sudah turun, tapi tetep dibatasi tergantung kondisi si ibu. Jika ibunya terkena maag maka si ibu tidak bisa makan dengan baik sehingga asupan yang masuk tidak optimal. Hal itu akan berpengaruh terhadap janinnya, Nutrisi untuk bayi akan berkurang," lanjutnya.
“Ketika asam lambung naik sampai ke leher maka lidah bagian belakang akan terasa pahit sehingga si ibu cenderung perlu sesuatu untuk mengadang si pahit tersebut, seperti butuh sesuatu yang kuat seperti pedas atau manis,” tutur dr. Ardiansjah Dara.
Lebih lanjut, dr. Ardiansjah juga mengurai tentang porsi makan ibu hamil. Ada pandangan ibu hamil harus banyak karena untuk dirinya dan janinnya. Pandangan tersebut ternyata sebuah mitos.
“Ini jelas mitos tapi sering terjadi. Kenapa? Ibu hamil setelah melewati trimester 1 nafsu makannya naik. Soalnya, trimester 1 susah makan karena mual atau muntah selama tiga bulan," jelasnya.
“Begitu trimester 2, sudah enak nih makanan dia telan, hampir semua dia mau makan. Yang biasa juga ialah peningkatan gula darah di trimester 2. Secara alami gula darah ibu hamil meningkat di trimester 2 untuk kasih makan ke janinnya. Makanya, ibu hamil kalau salah kasih makanan atau minuman terutama di trimester 2, dia bisa kecing manis dalam kehamilan (diabetes melitus gestasional), walaupun tidak punya riwayat kencing manis. Ini bahaya buat ibu hamil dan bayinya,” tutur dr. Ardiansjah.
Lihat Juga :